April 2019, Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh 8,7 Persen

Oleh : Wiyanto | Senin, 17 Juni 2019 - 10:56 WIB

Ilustrasi Utang Luar Negeri
Ilustrasi Utang Luar Negeri

INDUSTRY.co.id

Jakarta - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir April 2019 terkendali dengan struktur yang sehat. ULN Indonesia pada akhir April 2019 tercatat sebesar 389,3 miliar dolar AS yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 189,7 miliar dolar AS, serta utang swasta (termasuk BUMN) sebesar 199,6 miliar dolar AS.

ULN Indonesia tersebut tumbuh 8,7% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2019 sebesar 7,9% (yoy) karena transaksi penarikan neto ULN dan pengaruh penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS sehingga utang dalam Rupiah tercatat lebih tinggi dalam denominasi dolar AS.

Peningkatan pertumbuhan ULN terutama bersumber dari ULN sektor swasta, di tengah perlambatan pertumbuhan ULN pemerintah.Pertumbuhan ULN pemerintah melambat. Posisi ULN pemerintah pada April 2019 tercatat sebesar186,7 miliar dolar AS atau tumbuh 3,4% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 3,6% (yoy).

"Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pembayaran pinjaman senilai 0,6 miliar dolar AS dan penurunan kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) milik nonresiden senilai 0,4 miliar dolar AS akibat ketidakpastian di pasar keuangan global yang bersumber dari ketegangan perdagangan," demikian siaran pers Bank Indonesia di Jakarta, Senin (17/6/2019).

Pengelolaan ULN pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, dengan porsi terbesar pada beberapa sektor produktif yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (18,8% dari total ULN pemerintah), sektor konstruksi (16,3%), sektor jasa pendidikan (15,8%), sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,1%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (14,4%).

Pertumbuhan ULN swasta mengalami peningkatan. Posisi ULN swasta pada akhir April 2019 tumbuh 14,5% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 13,0% (yoy). ULN swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara (LGA), serta sektor pertambangan dan penggalian dengan total pangsa 75,2% terhadap total ULN swasta.

Struktur ULN Indonesia tetap sehat. Kondisi tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir April 2019 sebesar 36,5%, relatif stabil dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya. Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,2% dari total ULN. Dengan perkembangan tersebut, meskipun ULN Indonesia mengalami peningkatan, namun masih terkendali dengan struktur yang tetap sehat. Bank Indonesia dan Pemerintah terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan ULN dan mengoptimalkan perannya dalam mendukung pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Samsung Galaxy A01

Jumat, 28 Februari 2020 - 16:40 WIB

Harga Sejutaan, Samsung Galaxy A01 Ditenagai Snapdragon 439 dan Dual Camera

Samsung Electronics Indonesia meluncurkan Samsung Galaxy A01 dengan sistem operasi Android 10, ditenagai Snapdragon 439, dan dilengkapi dual kamera berkapasitas 13MP+2MP untuk rear camera dan…

Nihayatul Wafiroh

Jumat, 28 Februari 2020 - 16:30 WIB

RUU POM Permudah UMKM Peroleh Izin dan Pendampingan Produksi

RUU Pengawasan Obat dan Makanan (RUU POM) yang saat ini sudah masuk Prolegnas ditargetkan bisa selesai dalam 2 hingga 3 kali masa sidang tahun 2020 ini. Meski tidak termasuk dalam daftar carry…

Demo ojol

Jumat, 28 Februari 2020 - 16:20 WIB

Ribuan Driver OJOL Serang DPR Minta Ojek Dilegalkan

Para driver ojek online menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI pada hari ini, Jumat (28/2/2020) yang ditengarai karena wacana penolakan angkutan roda dua untuk dijadikan transportasi…

Menko Maritim Kunjungi KEK Sorong

Jumat, 28 Februari 2020 - 16:06 WIB

Siapkan Dana Rp1,1 Triliun, Pelindo IV Siap Kembangkan Pelabuhan Sorong dan Pelabuhan Arar di Papua Barat

Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) siap mengembangkan Pelabuhan Sorong dan Pelabuhan Arar di Papua Barat yang akan terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong.

Uji Coba Penertiban Parkir di Pelabuhan

Jumat, 28 Februari 2020 - 16:00 WIB

Pelindo IV Cabang Makassar Lakukan Uji Coba Penertiban Parkir di Pelabuhan

Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Makassar melakukan uji coba penertiban parkir kendaraan roda empat dan roda dua di area Pelabuhan Makassar selama satu minggu, mulai Kamis…