BPAN LAI Kumpulkan Data Pesanan Kapal Pertamina

Oleh : Wiyanto | Jumat, 14 Juni 2019 - 08:23 WIB

Gedung Pertamina
Gedung Pertamina

INDUSTRY.co.id

Jakarta - Pesanan kapal Pertamina ke PT Soechi Lines yang diserahkan pengerjaannya ke anak usahanya PT Multi Ocean Shipyard mengundang perhatian publik. Pesanan kapal sejak 2014 hingga diperpanjang sampai semester I 2019, belum kunjung diserahterimakan.

Ketua Koordinator Nasional Badan Penelitian Aset Negara – Lembaga Aliansi Indonesia (BPAN-LAI) Syahrizal menilai jika pesanan kapal lewat lagi melebihi kontrak yang ditentukan, ada kerugian negara. Timnya sedang melakukan penelitian dengan mengumpulkan data-data terlebih dahulu.

"Tim saya lakukan penelitian juga, hasilnya belum, penelitian mau mengetahui sejauh mana kontraknya. Kalau valid datanya bisa dilaporkan ke KPK," katanya di Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Diketahui, PT Pertamina memesan dua kapal tonase 17.500 DWT kepada PT Multi Ocean Shipyard (MOS), anak usaha PT Sochie Lines Tbk ( SOCI) sedari 2014. Sayangnya hingga saat ini kapal kedua kapal itu belum rampung, justru galangan kapal tersebut terancam di tutup Pemerintah Kabupaten Karimun karena kerap kali mengalami kecelakaan kerja.

Berdasarkan laporan keuangan SOCI kaurtal I 2019 yang diumumkan pada laman Bursa Efek Indonesia, Selasa, 30 April 2019 disebutkan pesanan satu kapal dengan tonase 17.500 DWT hingga laporan keuangan tersebut disusun baru mencapai 92,929%. Padahal, Perusahaan pelat merah itu telah memesan sejak 7 Mei 2014 dan harus diserahkan 24 bulan sejak perjanjian. Kemudian diperpanjang hingga semester I 2019.

Masih beradasarkan laporan keuangan SOCI tersebut, nasib kapal pesanan Pertamina kedua juga mengalami hal yang sama atau hingga 31 Maret 2019 baru mencapai 93,7%. Padahal kapal tersebut harus diserahkan 24 bulan sejak tanggal 7 Mei 2014 dan kemudian diperpanjang hingga semester I 2019.

"Sisi organisasi ya harus diusut. Kita enggak boleh main main," katanya.

Sebelumnya, Pertamina akan mengenakan denda kepada PT Soechi Lines jika pesanan dua kapal tidak kunjung rampung dan diserah terimakan. Melalui anak usahanya, PT Multi Ocean Shipyard, kapal pesanan tersebut dikerjakan sejak 2014 hingga saat ini belum selesai.

"Sanksi sesuai perjanjian kerja yang disepakati.Sanksi sesuai kesepakatan, denda," kata Fajriyah Usman, Vice President Communication PT Pertamina.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Aice

Sabtu, 06 Juni 2020 - 19:30 WIB

Respon Kunjungan UPTDK Kemnaker Terkait PHK Sejumlah Karyawan, Aice Group Rampungkan Empat Poin Perbaikan Nota Pengawasan Ketenagakerjaan

“Per hari ini kami menyatakan Aice Group telah merampungkan semua poin dalam nota pengawasan ketenagakerjaan. Berbagai perbaikan yang perusahaan jalankan membuktikan bahwa perusahaan selalu…

Hero Group Penuhi Kebutuhan Pakan Satwa Taman Safari Indonesia

Sabtu, 06 Juni 2020 - 19:26 WIB

Dukung Konservasi Satwa, Hero Group Penuhi Kebutuhan Pakan Satwa Taman Safari Indonesia

HERO Group membantu meringankan beban operasional Taman Safari Indonesia akibat dampak COVID-19 sebagai perwujudan tanggung jawab sosial perusahaannya (CSR)

Pengusaha Basuki

Sabtu, 06 Juni 2020 - 19:13 WIB

Gelontorkan Ratusan Juta, Bos Airmas Group Ingin Anak Muda Kuasai Industri Digital

Basuki Surodjo Pengusaha Airmas Group membagikan hadiah mencapai ratusan juta rupiah.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo

Sabtu, 06 Juni 2020 - 18:01 WIB

LPDB-KUMKM Restrukturisasi 40 Koperasi Terdampak Covid-19

Jakarta - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) membuat kebijakan relaksasi dan kelonggaran pembiayaan berupa program restrukturisasi pinjaman/pembiayaan…

Penyerang Sayap Persebaya Oktafianus Fernando Dikaruniai Putra Pertama

Sabtu, 06 Juni 2020 - 17:00 WIB

Penyerang Sayap Persebaya Oktafianus Fernando Dikaruniai Putra Pertama

Kabar gembira datang dari penyerang sayap Persebaya, Oktafianus Fernando. Kamis (4/6/2020) malam, istri tercinta Ofan melahirkan anak pertama mereka. Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut…