Perkuat Bisnis, QRIM Express Bidik Sektor C To C

Oleh : Ahmad Fadli | Kamis, 13 Juni 2019 - 18:43 WIB

E-commerce bertumbuh, QRIM Express hadirkan solusi customer to customer
E-commerce bertumbuh, QRIM Express hadirkan solusi customer to customer

INDUSTRY.co.id, Jakarta -PT. Reka Cakrabuana Logistik atau QRIM Express, perusahaan yang berkomitmen menghadirkan solusi bagi segala kebutuhan logistik, memperkuat bisnisnya di segmen costumer-to-costumer (C2C) dengan melakukan transformasi bisnis yang signifikan. 

Berkat pertumbuhan yang luar biasa dalam bisnisnya, dahulu perusahaan yang bernama RCL Logistik dengan percaya diri menghadirkan identitas baru perusahaan di tahun 2019, QRIM Express. 

Langkah bisnis yang strategis ini dilakukan di tengah suasana optimistisme industri logistik di Tanah Air, yang diprediksi akan terus bertumbuh pada 2019. Identitas baru ini diharapkan dapat memenuhi semua harapan dan pada saat yang sama memajukan brand yang sedang menjalani proses pendewasaan, aksesibilitas, dan kesederhanaan layanan yang disajikan QRIM Express.

Identitas yang baru diperbaharui ini mencerminkan misi QRIM Express untuk menghadirkan pengalaman layanan pengiriman ekspres yang inovatif dan berbasis solusi. QRIM Express membina dan mendukung Logistik dan Transportasi melalui berbagi pengetahuan, meningkatkan kesadaran untuk mendorong inovasi untuk memanfaatkan peluang dengan lebih baik, sambil membantu bisnis bersaing secara efektif dan efisien di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Transformasi bisnis yang penting ini adalah salah satu langkah strategis yang diambil perusahaan dalam rangka mengoptimalisasi bisnis di tengah hawa segar pertumbuhan ekonomi dan bisnis logistik nasional,” tutur Abdul Rahim Tahir, Chief Executive Officer QRIM Express Indonesia. 

Pertumbuhan ini terutama didukung oleh industri e-commerce yang naik dengan pesat, kapitalisasi jasa kurir telah meningkat luar biasa. Begitu juga peningkatan konektivitas baik melalui jalur udara maupun darat, termasuk pembangunan infrastruktur, juga menjadi faktor yang tak bisa diabaikan. 

Sektor logistik adalah multi-industry enabler yang mendukung perekonomian nasional selama ini. Sejak 2017, logistik mengalami peningkatan luar biasa ditopang maraknya e-commerce. Sektor logistik berkontribusi 5,41 persen pada total GDP Indonesia tahun 2017 yang mencapai Rp14.837 triliun. Pada tahun lalu, pertumbuhan bisnis logistik mencapai 8,44 persen (naik menjadi Rp735,2 triliun) dibandingkan 2017. 

Tahun 2019, optimisme merebak di antara pelaku jasa logistik. Sebab pada tahun ini, sektor logistik diprediksi tumbuh 11,56 persen, menjadi Rp889,4 triliun dan berkontribusi sebesar 5,55 persen pada GDP nasional.

Oleh sebab itu di tengah industri yang menjanjikan, QRIM Express berkomitmen untuk menyediakan solusi untuk berbagai kebutuhan logistik, didukung oleh jangkauan jaringan nasional dan sistem tracking online selama 24 jam. Hasrat QRIM Express adalah membantu konsumen menumbuhkan bisnisnya dengan menyajikan layanan yang dapat diandalkan, mudah dijangkau, dan nyaman.

“Visi kami adalah menyediakan solusi jasa delivery dan platform pembayaran, untuk berkontribusi bagi pembangunan masyarakat lokal dan menjadi provider logistik terkemuka yang menyediakan layanan pengiriman ekspres yang inovatif dan berbasis solusi,” kata Tetsushi Kuroda, Chief Strategy Officer QRIM Express. “Tahun ini kami akan berkolaborasi dengan BTPN, OVO, true money, dan juga Grab Indonesia.”  

Dengan dukungan tim yang terdiri dari para pakar di bidang logistik, QRIM Express optimistis pada komitmennya memenuhi segala yang dibutuhkan pengguna jasa. Sebab layanan QRIM sudah dimulai sejak paket hendak dikirim. 

“Kami mengatur segala proses back-end dalam rangka mendukung bisnis, mulai dari pengambilan inventaris hingga pengiriman, QRIM Express akan menjamin barang tiba tepat waktu di tempat tujuan,” tutur Widiatmoko, Chief Operations Officer QRIM Express. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Indika Energy Tbk (INDY) (Foto Tambang)

Jumat, 29 Mei 2020 - 19:04 WIB

PT Indika Energy Tbk Raub Pendapatan Sebesar USD641,50 juta hingga Akhir Maret 2020

Emiten PT Indika Energy Tbk (INDY) catat pendapatan sebesar USD641,50 juta hingga periode 31 Maret 2020 turun dibandingkan pendapatan USD700,73 juta di periode sama tahun sebelumnya.

Tumbasin

Jumat, 29 Mei 2020 - 18:55 WIB

Aplikasi Belanja Tumbasin Siap Penuhi Kebutuhan Masyarakat Ditengah Masa Pandemi COVID-19

Melalui aplikasi Tumbasin, interaksi masyarakat dalam beraktivitas tentunya akan lebih diminimalisir sehingga risiko kontak terhadap penyebaran COVID-19 juga lebih minim, tanpa mengurangi pemenuhan…

Alibaba (Ist)

Jumat, 29 Mei 2020 - 18:51 WIB

Rekrut 100.000 Karyawan saat Covid-19, Profesor Peking University: Itu strategi klasik Gangster, Saat Pasar Turun, Perusahaan Ekspansi Besar-besaran

Meski masih berada di tengah pandemi Covid-19 dan banyaknya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di seluruh dunia, Alibaba Group perusahaan teknologi asal China justru bersiap melakukan…

JULO

Jumat, 29 Mei 2020 - 18:28 WIB

Fintech Lokal JULO Kantongi Izin Usaha dari OJK

Sebelumnya, JULO yang berdiri sejak akhir tahun 2016 lalu, berstatus terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)

Jumat, 29 Mei 2020 - 18:12 WIB

Wartawan Detik.com Diancam Dibunuh, PWI Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

Persatuan Wartawan Indonesia mengimbau masyarakat agar sengketa pemberitaan dengan media massa dapat diselesaikan berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers untuk memperoleh hak jawab dan…