Transaksi Uang Elektronik Melesat saat Ramadhan dan Lebaran

Oleh : Ahmad Fadli | Kamis, 13 Juni 2019 - 10:11 WIB

Ilustrasi Uang Elektronik
Ilustrasi Uang Elektronik

INDUSTRY.co.id, Jakarta-  Momen Ramadan dan libur Lebaran 2019 rupanya mampu mendongkrak transaksi uang elektronik. Alhasil transaksi non-tunai di perbankan semakin mengalami peningkatan. Transaksi uang elektronik PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yakni kartu TapCash misalnya melonjak sekitar 30% dibandingkan kondisi normal menjadi 132.060 transaksi per hari.

"Sementara rata-rata transaksi kartu TapCash saat kondisi normal sekitar 101.000 per hari." ungkap Vice President E-Channel Bank BNI Fajar Kusuma Nugraha

BNI akan terus berupaya meningkatkan transaksi TapCash dengan memperbanyak akseptasi transaksi. Saat ini, kartu elektronik ini sudah bisa digunakan di seluruh ruas tol, moda transportasi, parkiran, merchant ritel modern, dan penyeberangan Feri (ASDP).

Fajar bilang, akseptasi diperluas tahun ini di seluruh merchant EDC BNI, seluruh perparkiran baik operator swasta maupun non swasta, Agen46 dalam mendukung cashless society di Bisnis UMKM, Wahana Entertainment dan tempat akseptasi lainnya.

Sampai akhir tahun, BNI menargetkan penjualan kartu TapCash baru bisa mencapai 8 juta. Adapun transaksi ditargetkan mencapai 82 juta transaksi atau meningkat 164% dari tahun 2018.

Sementara PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan transaksi uang elektronik lewat kartu Flazz meningkat 53% selama bulan Ramadan dan libur lebaran 2019 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan, transaksi Flazz meningkat tajam karena liburan lebaran tahun ini pemudik banyak menggunakan transportasi pribadi lantaran jalan tol sudah tersambung.

"Selama libur lebaran, transaksi harian BCA mencapai tertinggi Rp 32 juta, meningkat 25% dari tahun lalu yang hanya Rp 27 juta. Dari transaksi itu yang paling menonjol peningkatannya dari kartu Flazz." jelas Jahja.

Lalu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan pertumbuhan volume transaksi e-Money 7%-10% selama periode liburan lebaran dibandingkan tahun lalu. Sementara sepanjang Januari-Mei 2019, bank pelat merah ini telah mencatatkan volume transaksi uang elektronik sebesar Rp 6,2 triliun.

Untuk terus meningkatkan transaksi e-Money tahun ini, SEVP Transaction Banking and Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi mengatakan, pihaknya akan terus memperluas akseptansi transaksi di jalur Pariwisata & Pendidikan, serta meningkatkan penjualan kartu e-Money melaui Penjualan di beberapa Toko Online.

Hingga akhir tahun, Bank Mandiri menargetkan volume transaksi e-Money Bank Mandiri bisa mencapai Rp 14 triliun- Rp15 triliun.

Untuk sarana Top Up sendiri, Bank Mandiri juga memperkenalkan terobosan terbaru yaitu Top Up eMoney melalui beberapa Toko Online seperti Tokopedia, Bukalapak dan Shopee." kata Thomas

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menperin Agus Gumiwang

Kamis, 04 Juni 2020 - 22:42 WIB

Kemenperin: Indonesia Masih Menjadi Negara Tujuan Utama Investasi Sektor Industri Manufaktur

Kementerian Perindusterian (Kemenperin) mencatat, selama periode tahun 2015-2019, total nilai penanaman modal asing (PMA) dari sektor industri manufaktur sebesar USD61,5 miliar.

Anand Stanley Presiden Direktur Airbus

Kamis, 04 Juni 2020 - 21:38 WIB

Gantikan Patrick de Castelbajac, Anand Stanley Bos Baru Airbus Asia Pasifik

Anand Stanley resmi menjadi Presiden Airbus Asia Pasifik yang berbasis di Singapura. Anand akan memegang raksasa industri penerbangan tersebut pada 1 Juli 2020 mendatang. Adapun beban Anand…

Gelar Harkopnas 2020 Secara Virtual, Dekopin Menanti Arahan Presiden

Kamis, 04 Juni 2020 - 20:55 WIB

Undang Presiden di Harkopnas Virtual 2020, Nurdin Halid: Covid-19 Momentum Redesain Struktur Ekonomi Negara

Jakarta-Wabah Covid-19 tidak membuat Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) mati gaya. Wadah tunggal gerakan Koperasi Indonesia itu berencana menggelar peringatan Hari Koperasi ke-73 pada 12 Juli…

Menteri Keuangan Sri Mulyani (foto Tempo)

Kamis, 04 Juni 2020 - 20:12 WIB

Kabar Gembira, Menkeu Sri Mulyani Bakal Gelontorkan Insentif Pajak Sebesar Rp123,01 Triliun untuk Dunia Usaha

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan Pemerintah akan mendukung dunia usaha bertahan dari dampak COVID-19 dengan memberikan insentif perpajakan mencapai Rp123,01 triliun.…

Kantor Visa (foto Kontan.co.id)

Kamis, 04 Juni 2020 - 19:48 WIB

Ande Gandeng Visa Foundation dan Usaid Rilis Program Advancing Women's Empowerment Fund

Aspen Network of Development Entrepreneurs (ANDE) bersama dengan U.S. Agency for International Development (USAID) dan Visa Foundation mengumumkan bahwa delapan organisasi telah terpilih untuk…