Bank Indonesia Diminta Turunkan Suku Bunga

Oleh : Ahmad Fadli | Kamis, 13 Juni 2019 - 10:02 WIB

 Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso (kmps)
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso (kmps)

INDUSTRY.co.id, Jakarta -  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Bank Indonesia (BI) perlu segera menurunkan tingkat suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate/7DRRR). Penilaian diberikan terkait penurunan suku bunga acuan yang sudah dilakukan sejumlah bank sentral negara lain demi menjaga pertumbuhan ekonomi mereka.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan penurunan tingkat suku bunga acuan bisa menjadi stimulus bagi dunia usaha di tengah ketidakpastian dan penurunan pertumbuhan ekonomi global belakangan ini. Sebelumnya, Bank Dunia mengoreksi proyeksi laju perekonomian dunia dari 2,9 persen menjadi 2,6 persen pada Juni 2019.

Penurunan proyeksi diikuti oleh sejumlah bank sentral untuk menurunkan suku bunga acuan mereka. Misalnya, bank sentral India, Reserve Bank of India (RBI) dan bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia (RBA).

Keduanya sudah melakukan penyesuaian tingkat suku bunga acuan pada pekan lalu. Sementara bank sentral Eropa, European Central Bank (ECB) masih memilih untuk menahan tingkat bunga acuan.

"Dunia sudah mengarah ke penurunan suku bunga. Tidak ada negara yang berpikir untuk menaikkan suku bunga, satu per satu tinggal waktunya saja," ucap Wimboh, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Begitu pula dengan Indonesia, sambungnya. Menurutnya, BI perlu segera mengikuti langkah kebanyakan bank sentral negara lain untuk menjaga keseimbangan pasar. "Indonesia sudah waktunya juga, lebih cepat lebih bagus. Tapi timing (pemilihan waktu) dan berapanya biar dihitung Bank Indonesia," ungkapnya.

Menurutnya, bank sentral nasional perlu menurunkan tingkat bunga acuan karena penurunan tingkat bunga acuan biasanya akan diikuti dengan penurunan tingkat bunga kredit di perbankan. Bila bunga kredit menurun, maka dunia usaha dan masyarakat bisa mendapat sumber likuiditas yang lebih murah untuk menggerakkan roda ekonomi domestik.

Dunia usaha, katanya, bisa meningkatkan produksi, termasuk barang yang bisa diekspor ke pasar internasional. Sementara masyarakat bisa melakukan konsumsi dengan lebih tinggi.

Hasilnya, gerak ekonomi domestik yang bergairah merupakan bantalan utama ketika perekonomian global tengah lesu. Apalagi, isu ketegangan hubungan perdagangan dunia turut menambah potensi penurunan ekonomi ke depan.

"Ini untuk memitigasi potensi penurunan ekonomi dunia yg diproyeksikan juga akan turun dan memberikan ruang gerak yang lebih luas kepada pengusaha," terangnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua MPR Bambang Soesatyo

Rabu, 20 November 2019 - 04:00 WIB

Bamsoet Dorong Perdagangan Produk Indonesia ke Negara Eropa Tenggara dan Timur Balkan

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong perlunya Indonesia meningkatkan pasar perdagangan produk Indonesia hingga ke negara-negara di Eropa Tenggara dan Timur Balkan. Hal tersebut…

realme X2 Pro

Selasa, 19 November 2019 - 20:57 WIB

Rasakan Tampilan Terhalus Smartphone Flagship realme X2 Pro dengan Layar 90Hz dan Snapdragon 855+

Smartphone ini membawa standar baru ke dunia perponselan antara lain melalui kamera 64MP, In-display fingerprint, VOOC Flash Charge 3.0, dan desain trendi.

Samsung Memenangkan 46 CES 2020 Innovation Award

Selasa, 19 November 2019 - 20:45 WIB

Sebanyak 46 Inovasi Terbaru Samsung Menangkan CES 2020 Innovation Award

Samsung Electronics, pemimpin teknologi global, baru-baru ini mengumumkan bahwa 46 inovasi produk terbarunya telah mendapat pengakuan sebagai pemenang CES 2020 Innovation Awards, termasuk tiga…

Piaggio Indonesia Perluas Jaringan Diler Baru di Sleman

Selasa, 19 November 2019 - 20:31 WIB

Piaggio Indonesia Perluas Jaringan Diler Baru di Sleman

PT Piaggio Indonesia berkolaborasi dengan CV Kharisma Motor memperluas jaringan dengan pembukaan diler terbaru di Sleman, Yogyakarta untuk memberikan produk dan layanan berkualitas terbaik di…

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki menegaskan bahwa Musyawarah Nasional (Munas) Dekopin adalah wilayah civil society

Selasa, 19 November 2019 - 20:29 WIB

Terima Pengurus Dekopin yang Sah, Teten Masduki: Munas Itu Wilayah Dekopin

Jakarta – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki menegaskan bahwa Musyawarah Nasional (Munas) Dekopin adalah wilayah civil society yang tidak bisa dimasuki oleh negara. Sesuai…