Kemenperin Berhasil Pertahankan Opini WTP 11 Kali Berturut-turut

Oleh : Ridwan | Rabu, 12 Juni 2019 - 20:10 WIB

Anggota II BPK Agus Joko Pramono saat menyerahkan penghargaan Opini WTP kepada Sekjen Kemenperin Haris Munandar
Anggota II BPK Agus Joko Pramono saat menyerahkan penghargaan Opini WTP kepada Sekjen Kemenperin Haris Munandar

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk laporan keuangan tahun 2018. 

Terhadap capaian ini, Kemenperin mampu mempertahankan 11 kali berturut-turut atas penilaian tertinggi tersebut sejak tahun 2008.

"Ini merupakaan penghargaan bagi kami, yang sekaligus wujud konsistensi dalam mempertahankan kinerja pengelolaan keuangan yang baik atau prudent," kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar seusai menghadiri acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kementerian Lembaga (LKKL) 2018 di Gedung BPK, Jakarta, Rabu (12/6).

LHP atas Laporan Keuangan Kemenperin tahun 2018 yang dinilai WTP tersebut, diserahkan langsung oleh Anggota II BPK Agus Joko Pramono kepada Sekjen Kemenperin. Turut hadir pula Inspektur Jenderal Kemenperin Setyo Wasisto dan Kepala Biro Keuangan Kemenperin Fauzi Saberan.

Menurut Haris, keberhasilan dalam mempertahankan opini WTP ini tidak lepas dari komitmen dan kekompakan dari seluruh satuan kerja di lingkungan Kemenperin. 

"Kami punya satker cukup banyak. Misalnya di lingkungan BPSDMI itu ada 26 satker. Kemudian di BPPI ada 24 satker. Artinya, semua telah mengikuti arahan pimpinan pusat," ungkapnya.

Opini BPK merupakan pengakuan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan. Hal ini memperhatikan kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP), kecukupan pengungkapan informasi laporan keuangan sesuai SAP, kepatuhan pada Peraturan dan Perundang-undangan, serta efektivitas Sistem Pengendalian Intern (SPI).

Haris menegaskan, seluruh pegawai Kemenperin dari tingkat pimpinan tertinggi sampai jajaran staf terus bertekad melakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan dalam tahun-tahun mendatang. Selain itu menindaklanjuti seluruh hasil pemeriksaan berupa temuan dan rekomendasi BPK sehingga opini WTP dapat dipertahankan. 

"Dalam upaya mempertahankannya, kami akan terus mengikuti atau mempelajari informasi atau aturan baru terutama yang terkait dengan pengelolaan keuangan, sehingga dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan oleh pemerintah," paparnya.

Haris menyebutkan, beberapa langkah strategis yang telah dilakukan, antara lain melalui perbaikan sistem pelaksanaan dan pelaporan keuangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) khusunya di bidang keuangan, serta pengimplementasian SPI secara efektif dan efisien.

"Komitmen tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan upaya pemerintah untuk membenahi, menjaga, serta memaksimalkan pengelolaan keuangan negara sebagai bentuk pertanggungjawaban konstitusional dan moral kepada masyarakat," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Irjen Kemenperin menyampaikan rasa bangga dan bersyukur atas upaya yang telah dilakukan seluruh jajaran Kemenperin dalam mempertahankan tradisi meraih opini WTP dari BPK. 

Ia menambahkan, pihaknya berterima kasih kepada seluruh insan Kemenperin atas kerja sama dalam mengelola keuangan dengan baik. Alhamdulilah, ini merupakan kerja keras dari semua sektor Kemenperin, tuturnya.

Pada Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Kemenperin tahun 2018, disajikan nilai realisasi pendapatan sebesar Rp256,79 miliar atau mencapai 106,77 persen dari target pendapatan sebesar Rp240,52 miliar. Sedangkan realisasi belanja negara sebesar Rp2,62 triliun atau mencapai 92,28 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp2,8 triliun.

Pada Laporan Neraca Kemenperin tahun 2018, disajikan nilai Aset Lancar sebesar Rp418,48 miliar, Aset Tetap (netto) Rp4,89 triliun, aset lain Rp356,92 miliar, kewajiban Rp24,94 miliar, dan ekuitas sebesar Rp5,64 triliun.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT GMF Aero Asia Tbk (GMFI) (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 25 Juni 2019 - 18:45 WIB

GMF Siap Buka Bengkel di Bandara Kertajati

PT GMF AeroAsia Tbk,. akan segera melebarkan sayap bisnisnya dengan berencana membuka bengkel di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

Direksi PT Pakuwon Jati Tbk sedang memberikan keterangan kepada pers dalam acara paparan publik di Jakartra, Selasa (25/06/2019). Dari kiri ke kanan : Minarto Basuki (Direktur), Ridwan Suhendra (Presdir) dan Wong Boon Siew Ivy (Direktur). (Foto Abe)

Selasa, 25 Juni 2019 - 18:33 WIB

Pakuwon Jati Bagikan Dividen Tunai 2018 Bernilai Total Rp337 Miliar

Para pemegang saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), emiten Bursa Efek Indonesia yang mengembangkan berbagai properti di Surabaya dan Jakarta, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta,…

Razer-Visa Sepakat Kembangkan Transformasi Pembayaran di Asia Tenggara

Selasa, 25 Juni 2019 - 15:18 WIB

Razer-Visa Sepakat Kembangkan Transformasi Pembayaran di Asia Tenggara

Razer™, brand gaya hidup terkemuka di dunia untuk para gamer, dan Visa, perusahaan pembayaran digital terdepan di dunia, telah mengumumkan kemitraan untuk pertama kalinya dalam rangka mengembangkan…

Jaringan Internet LinkedIn (Foto Ist)

Selasa, 25 Juni 2019 - 14:29 WIB

Study LinkedIn: Adanya 3 Rising Skills di Indonesia yang Mempengaruhi Inovasi dan Transformasi Perusahaan  

LinkedIn, jaringan profesional terbesar di dunia, meluncurkanLaporan Future of Skills 2019, yang mengidentifikasi 10 rising skills (peningkatan keterampilan) yang paling tinggi di antara…

BMKG Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 25 Juni 2019 - 14:18 WIB

Fenomena Suhu Dingin di Wilayah Dieng

Menyikapi kondisi suhu dingin yang menyebabkan terjadinya fenomena embun beku di wilayah dataran tinggi Dieng dalam beberapa waktu belakangan ini, kejadian kondisi suhu dingin tersebut merupakan…