Pemerintah Harus Perhatian Keluhan Industri Galangan Kapal

Oleh : Herry Barus | Rabu, 12 Juni 2019 - 19:00 WIB

Ilustrasi Galangan Kapal (Foto Ist)
Ilustrasi Galangan Kapal (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Industri galangan kapal menginginkan bea masuk komponen diturunkan dari 5-12 persen menjadi hingga nol persen untuk meningkatkan daya saing industri galangan kapal dalam negeri.

"Industri galangan kapal masih menunggu kebijakan dari pemerintah yang akan membuat impor komponen kapal nol persen, belum lagi ada PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Sedangkan impor kapal saja bea masuknya nol persen," ujar Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai (Iperindo) Eddy Kurniawan Logam di Jakarta, Rabu (12/6/2019)

Menurut Eddy, bea masuk yang dikenakan tersebut awalnya bermaksud untuk melindungi industri komponen galangan kapal di Indonesia, namun nyatanya masih banyak komponen kapal yang belum dapat diproduksi di dalam negeri, sehingga harus diimpor.

"Kami sudah petakan satu setengah hingga dua tahun ini untuk mencari komponen-komponen apa yang belum ada di dalam negeri dan belum bisa dibuat secara efisien," ujar Eddy.

Untuk itu, lanjut Eddy, Iperindo akan mengajukannya ke Kementerian Perindustrian agar komponen yang belum terdapat di Indonesia tersebut tidak dikenakan bea masuk.

Namun, Eddy berharap kebijakan tersebut diberlakukan sementara sambil menunggu industri komponen kapal dalam negeri tumbuh dan berkembang.

"Biarkan impor komponen berjalan terlebih dahulu, tapi tidak selamanya. Kalau industri utamanya galangan kapal bertumbuh, otomatis industri komponen bertumbuh. Di hari nanti industri dalam negeri sudah mampu, baru dikenakan bea masuk lagi," ujar Eddy.

Dalam catatan Antara, saat ini, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk produk kapal hanya berkisar 30 persen.

Adapun kapasitas produksi kapal baru di galangan mencapai 1,2 juta deadweight tonnage (DWT per tahun, sedangkan kapasitas reparasi mencapai 10 juta DWT per tahun.

"Untuk utilitas pembuatan kapal baru itu 30 persen dan reparasi 70 persen," kata Eddy.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Toyota Yaris turut serta dalam gelaran Djakarta Warehouse Project (DWP)

Sabtu, 16 November 2019 - 09:05 WIB

Dekatkan Yaris dengan Kaum Millenial, Toyota Turut Serta Dalam Djakarta Warehouse Project (DWP)

Toyota turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Djakarta Warehouse Project (DWP) yang akan berlangsung di Jakarta, pada 13-15 Desember 2019.

Presiden Jokowi Resmikan Tol Terpanjang di Indonesia

Sabtu, 16 November 2019 - 09:00 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Tol Terpanjang di Indonesia

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meresmikan secara langsung tolterpanjang pada Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yaitu ruas tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) sepanjang…

Konferensi Pers HUT Adira Finance ke-29 (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Sabtu, 16 November 2019 - 08:45 WIB

Rangkaian Kegiatan HUT Ke- 29 Adira Finance

Dalam menyambut HUT Ke-29, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menggelar serangkaian program dan kegiatan CSR sebagai wujud komitmen perusahaan dalam memberikan kontribusi terbaik…

JNE Memanfaatkan Kekuatan Cloud untuk Mencapai Visi dalam Era

Sabtu, 16 November 2019 - 08:30 WIB

JNE Memanfaatkan Kekuatan Cloud untuk Mencapai Visi dalam Era Ekonomi Baru

Pada acara Oracle OpenWorld 2019 di San Francisco yang diadakan baru-baru ini, JNE mendapatkan Oracle Excellence Award. Perusahaan ini dinyatakan sebagai pemenang melalui penerapan inovasi dibidang…

All New Suzuki Carry Pick Up

Sabtu, 16 November 2019 - 08:02 WIB

Meski Industri Otomotif Melambat, Suzuki Berhasil Tingkatkan Penjualan Hingga 7 Persen pada Oktober 2019

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kembali menorehkan penjualan positif di tengah melambatnya pertumbuhan industri otomotif di Indonesia. Pada bulan Oktober 2019, Suzuki berhasil meningkatkan penjualan…