Adupi: Larangan Penggunaan Plastik Justru Akan Timbulkan Masalah Baru yang Makin Kompleks

Oleh : Ridwan | Senin, 10 Juni 2019 - 17:30 WIB

Ilustrasi kantong plastik
Ilustrasi kantong plastik

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Larangan penggunaan plastik dinilai bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi persoalan sampah plastik di Indonesia. 

Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (Adupi) menilai larangan penggunaan plastik justru akan menimbulkan masalah baru yang akan semakin kompleks.

"Masalah sampah plastik tidak bisa diselesaikan dengan pelarangan. Harusnya plastik itu di daur ulang, bukan dibatasi," kata Agus Hartono selaku Pengurus Adupi di Jakarta, Senin (10/6).

Ditambahkan Agus, pelarangan penggunaan plastik juga akan mematikan bisnis para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pasalnya, ada ribuan UMKM di Indonesia yang bergerak di bidang makanan menggunakan kantong plastik.

"Plastik yang mereka (UMKM) gunakan justru ramah lingkungan dan bisa di daur ulang kembali menjadi tali rafia atau pun sedotan," tambahnya.

Pada dasarnya, lanjut Agus, semua sampah plastik bisa di daur ulang meski tidak semuanya memiliki nilai ekonomis.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum ADUPI, Justin Wiganda mengatakan, penyebab utama permasalahan sampah plastik di Indonesia yaitu manajemen pengelolaan sampah yang masih buruk. 

Menurutnya, pemerintah belum sepenuhnya menerapkan penyortiran sampah sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan.

"Hingga saat ini, penyortiran sampah masih belum berjalan sesuai dangan ketentuan regulasi yang ada," tegas Justin.

Lebih lanjut, Justin mengungkapkan, banyak sampah plastik yang tidak bisa di daur ulang atau daya ekonomisnya rendah karena sudah terkontaminasi dengan sampah lainnya sehingga menjadi tidak higienis. Menurut Justin, pemilahan sampah baru terlaksana karena ada aktivitas para pemulung.

"Kita butuh dukungan pemerintah bagaimana daur ulang bisa berjalan dengan baik," kata Justin menambahkan.

Justin mengungkapkan, pelarangan penggunaan kantong plastik sendiri tidak cukup efektif dalam mengatasi permasalahan sampah plastik. Pasalnya, jumlah produksi kantong plastik hanya sekitar enam persen dari total produksi plastik secara keseluruhan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Veolia

Senin, 24 Juni 2019 - 21:05 WIB

Veolia Water Technologies Establishes Asia Pacific Headquarters in Kuala Lumpur

Veolia Water Technologies, a leading solutions provider for both water and wastewater treatment, is pleased to announce the formation of its regional headquarters in Kuala Lumpur. The move from…

Suasana Konferensi Pers menyambut Harkopnas 2019 yang bakal diselenggarakan pada 12-14 Juli

Senin, 24 Juni 2019 - 20:59 WIB

Ini Alasan Harkopnas 2019 Diadakan di Purwokerto

Penetapan Purwokerto sebagai kota penyelenggara acara puncak Harkopnas 2019 adalah keputusan bernilai sejarah yang menarik.

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 24 Juni 2019 - 20:00 WIB

IMF: Perang Dagang AS-Tiongkok Tak Ada Pihak yang Diuntungkan

Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok tidak akan menguntungkan pihak mana pun dalam jangka panjang, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde…

LinkedIn

Senin, 24 Juni 2019 - 18:10 WIB

LinkedIn: Tiga Rising Skills Ini Pengaruhi Inovasi dan Transformasi Perusahaan di Indonesia

LinkedIn, jaringan profesional terbesar di dunia, meluncurkan Laporan Future of Skills 2019, yang mengidentifikasi 10 rising skills (peningkatan keterampilan) yang paling tinggi di antara…

Ilustrasi Properti

Senin, 24 Juni 2019 - 18:07 WIB

Lima Paket Kebijakan, Dukung Industri Properti Nasional

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (Kepala BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suahasil Nazara dalam keterangan pers di Jakarta, mengemukakan, kelima paket kebihakan itu terdiri atas: a. penyesuaian…