IFA Siap Berikan Sumbangsihnya Bagi Kemajuan Persepakbolaan

Oleh : Herry Barus | Jumat, 31 Mei 2019 - 16:00 WIB

IFA Siap Berikan Sumbangsihnya Bagi Kemajuan Persepakbolaan (Foto Dok Industry.co.id)
IFA Siap Berikan Sumbangsihnya Bagi Kemajuan Persepakbolaan (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Indonesia Football Ambassador (IFA) berharap bisa berbuat dan berperan lebih banyak lagi bagi dunia sepakbola Indonesia. Berisikan mantan-mantan pemain tim nasional Indonesia dari berbagai generasi, IFA siap untuk memberikan sumbangsihnya bagi kemajuan persepakbolaan Tanah Air.

Puluhan anggota IFA dari berbagai daerah, Kamis (30/05/2019) bertemu dalam ajang silaturahmi sekaligus berbuka puasa bersama di kawasan The Green, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan. Diinisiasi salah satu tokoh sepakbola Indonesia, Ronny Tanuwijaya, mereka berkumpul untuk menyamakan visi dan misi organisasi.

Tampak mantan pemain timnas yang pernah berjaya pada masanya seperti Tan Liang Houw alias LH Tanoto, Ronny Paslah, Yudo Hadianto, Bob Hippy, Risdianto, Hadi Ismanto, Marsely Tambayong, Oyong Liza, Wahyu Hidayat, Tumsila, Dede Sulaiman, Berty Tutuarima, Hery Kiswanto, Rully Nere, David Sulaksmono, Ricky Yakobi, Bambang Nurdiansyah, Mohamad Zein Alhadad, Patar Tambunan, Marzuki Nyak Mad, Tias Tano Taufik, Aun Harhara, Azhari Rangkuty, Aji Ridwan Mas, Nasir Salasa, Mundari Karya, Kamarudin Betay, dan Rocky Putiray, hadir dalam acara ini.

Beragam pemikiran pun muncul dari acara buka puasa bersama sekaligus reuni para mantan skuat timnas dari era 1960 hingga 1990-an ini. Mereka umumnya berharap IFA dapat berperan lebih aktif untuk ikut memajukan sepakbola Indonesia yang sampai kini belum lagi mampu menunjukkan kejayaannya.

"Mantan-mantan pemain timnas dan anggota IFA harus berperan lebih aktif lagi. Sepakbola Indonesia tidak akan pernah bisa maju apabila kondisinya seperti yang sekarang ini. PSSI harus diisi oleh orang-orang yang punya dedikasi dalam sepakbola," kata Ronny Tanuwijaya.

Kritikan terhadap PSSI juga dilontarkan Dede Sulaiman, mantan pemain timnas era 1980-an. Menurut Dede, PSSI sulit berkembang apabila tidak diisi oleh orang-orang yang memiliki dedikasi tinggi dalam sepakbola. Anggota-anggota exco PSSI seharusnya yang paham sepakbola.

"Dulu di PSSI kita pernah memiliki orang-orang seperti Sutjipto Soentoro, Iswadi Idris, dan Ronny Patinasarani, legenda-legenda timnas yang berani bersuara terhadap PSSI," kata Dede.

Sayangnya, menurut Dede, di era sekarang ini mantan-mantan pemain timnas yang duduk di PSSI praktis tidak terdengar lagi. Kalau pun ada mereka sulit bersikap kritis karena beragam alasan.

Selain menyoroti soal organisasi PSSI, sejumlah mantan pemain timnas lainnya juga menyoal terlalu banyaknya kehadiran pelatih asing di Liga 1 saat ini. Hampir semua klub peserta Liga 1 dikuasai pelatih asing. Hanya sedikit klub yang ditangani pelatih lokal. "Ini tantangan buat IFA dan juga Asosiasi Pelatih Seluruh Indonesia (APSI)," ujar Ronny Tanuwijaya, yang juga pendiri APSI.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kredit Pintar Roadshow ke Yogyakarta

Jumat, 20 September 2019 - 16:00 WIB

Mendukung Pembangunan Ekonomi Daerah, Kredit Pintar Roadshow ke Yogyakarta

Mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, Kredit Pintar, perusahaan financial technology (Fintech) peer-to-peer (P2P) lending yang merupakan penyedia solusi kebutuhan akses pembiayaan bagi perorangan…

ASEAN Federation Cardiology Congress Menambah Pengetahuan Terbaru Penyakit Jantung

Jumat, 20 September 2019 - 15:40 WIB

ASEAN Federation Cardiology Congress Menambah Pengetahuan Terbaru Penyakit Jantung

Penyakit kardiovaskular masih menjadi ancaman dunia (global threat) dan merupakan penyakit yang berperan utama sebagai penyebab kematian di seluruh dunia. Badan kesehatan dunia (WHO) mendorong…

Bank BTN. (Foto: Istimewa)

Jumat, 20 September 2019 - 15:12 WIB

Relaksasi LTV Pacu Penyaluran KPR Non Subsidi BTN

Jakarta-Angin segar bagi sektor perbankan datang dari Bank Indonesia (BI) yang memangkas Suku Bunga Acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (DRRR) menjadi 5,25% atau turun sebesar 25 basis point

Kepala Biro Pariwisata dan Komunikasi Pemerintah Kota Taipe, Liu Yi-Ting (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Jumat, 20 September 2019 - 15:10 WIB

Hadir di Kompas Travel Fair 2019, Undiscovered Taipe Promosikan Kota Ramah Muslim

Kota Taipe, Taiwan turut berpartisipasi dalam pameran pariwisata terbesar di Indonesia "Kompas Travel Fair 2019". Bertema Undiscovered Taipe, paviliun dibuka langsung oleh Duta Besar Kamar Dagang…

Jeka Saragih Hadapi Mhar John Manahan International Fight Kelas Ringan

Jumat, 20 September 2019 - 15:00 WIB

Jeka Saragih Hadapi Mhar John Manahan International Fight Kelas Ringan

One Pride Pro Never Quit, Promotor MMA terbesar di Indonesia dengan lebih dari 200 laga per tahun serta menghadirkan 300 petarung yang berasal dari 50 klub yang tersebar di Indonesia, kembali…