Lewat PUPS, Indonesian Tobacco Targetkan Dana Rp63 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 28 Mei 2019 - 14:33 WIB

Direksi dan Komisaris PT Indonesian Tobacco berfoto bersama usai acara Rapat Uji Tuntas (Due Diligence Meeting/DDM) di Jakarta, Selasa (28/05/2019)
Direksi dan Komisaris PT Indonesian Tobacco berfoto bersama usai acara Rapat Uji Tuntas (Due Diligence Meeting/DDM) di Jakarta, Selasa (28/05/2019)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Manajemen PT Indonesian Tobacco Tbk menargetkan dana antara Rp49-63 miliar dari penawaran 274,06 juta lembar saham atau setara 29,13% kepada publik melalui mekanisme Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS).

“Dalam PUPS tersebut, kami menawarkan saham-saham tersebut antara Rp180-230 per unit sepanjang masa penawaran umum pada 27-31 Mei 2019,” ujar Direktur Utama perseroan, Djonny Saksono, pada acara paparan publik di Jakarta, Selasa (28/05/2019).

Djonny mengemukakan, seluruh dana PUPS tersebut akan digunakan perseroan untuk membiayai peningkatan stok bahan baku, yakni pembelian daun tembakau dari berbagai daera di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan di pasar lokal.   

Djonny menuturkan, rencana untuk menjadi perusahaan publik sesungguhnya sudah mengemuka sejak 1990-an, namun baru terealisasi pada tahun ini setelah melalui proses yang cukup panjang. “Kami ingin menerapkan prinsip good corporate governance, sudah saatnya go-public untuk lebih membesarkan perusahaan,” imbuh Djonny.

Menurut rencana, saham perseroan akan dicatatkan di BEI pada 4 Juli mendatang. Dalam penawaran saham tersebut, PT Phillip Sekuritas Indonesia ditetapkan sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Sebelum penawaran umum, Djonny Saksono juga menjadi pemilik saham perseroan dengan porsi 90,1% dan sisanya milik PT Anugerah Investindo Nusantara 9,9%.

Perusahaan yang didirikan pada 1955 di Malang, Jawa Timur tersebut membukukan aset Rp355,67 miliar per Desember 2018. Itu terdiri dari kewajiban sebesar Rp149,66 miliar dan modal senilai Rp206,01 miliar.

Per Desember 2018, produsen dan eksportir tembakau linting itu meraih pendapatan Rp134,51 miliar dan laba bersih Rp8,24 miliar, sehingga marjin laba bersi 6,12%. Pendapatan itu berasal dari penjualan tembakau linting ke pasar domestik dan pasar ekspor, yaitu ke Singapura, Malaysia serta Jepang.

Beberapa tembakau yang diproduksi perseroan bermerek Butterfly, Kuda Terbang, DC 9, Djago Tarung, Mawar Anggrek, Kuda Terbang Merah, Kuda Terbang Biru, Roda Terbang, Deer, Roadhouse, Lampion Lilin, Anggur Kupu, Bunga Sakura, Pohon Sagu, Deer, Save, dan Black Bear. (Abraham Sihombing)

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BCA (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 17 Oktober 2019 - 09:00 WIB

BCA Raih Penghargaan Best Financial Sector

PT Bank Central Asia tbk (BCA) senantiasa meningkatkan tata kelola perusahaan melalui penerapan good corporate governance (GCG), yang salah satunya diukur dengan keterbukaan informasi dan transparansi…

Beri Kenyaman Untuk Usia Senior, Confidence Luncurkan Confidence Day & Night

Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:51 WIB

Beri Kenyaman Untuk Usia Senior, Confidence Luncurkan Confidence Day & Night

Jakarta – Berangkat dari kesadaran akan adanya perbedaan kebutuhan usia senior di Siang dan Malam hari berbeda-beda, kini Confidence meluncurkan produk baru nya, yaitu Popok Dewasa tipe perekat…

Para Peserta , Juri, Komentator, dan Host Dangdut Academy Asia 5 yang akan tayang di Indosiar (Foto : Amz)

Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:35 WIB

Dangdut Academy Asia Indosiar ke 5 Tambah Peserta Dari Filipina

Indosiar kembali menggelar Dangdut Academy Asia (DA Asia) yang ke-5. Di tahun kelimanya, DA Asia 5 akan menghadirkan 35 peserta dari tujuh negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei…

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:26 WIB

Indeks Ketahanan Pangan Indonesia Meningkat Tajam

Jakarta – Pengamat Ekonomi Politik Pertanian Universitas Trilogi, Muhamad Karim menilai selama pemerintahan Jokowi-JK, kinerja pembangunan sektor pertanian memiliki indikator nyata yang bisa…

Halal makanan (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:08 WIB

Mengawal Transmisi Jaminan Produk Halal

Sebagaimana diketahui, hari ini, Kamis 17 Oktober 2019, adalah batas waktu penerapan Undang-undang Jaminan Produk Halal (UU JPH) yang telah disahkan 5 (lima) tahun lalu. Hari ini adalahTransmisi…