Kementan Tingkatkan Kualitas Data Peternakan Secara Online

Oleh : Wiyanto | Rabu, 29 Mei 2019 - 12:17 WIB

Sapi (foto dok Industri.co.id)
Sapi (foto dok Industri.co.id)

INDUSTRY.co.id

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mempercepat pencapaian swasembada protein melalui peningkatan kualitas data peternakan secara online menuju pertanian 4.0. Hal ini penting mengingat permintaan terhadap daging sapi terus meningkat akibat membaiknya pendapatan dan berubahnya pola konsumsi pangan masyarakat.

Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi, Sekretariat Jenderal Kementan, I Ketut Kariyasa mengatakan program terobosan yang tengah dijalankan yakni Upaya Khusus (UPSUS) peningkatan populasi ternak sapi dan kerbau di Indonesia, yang dikenal dengan Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB). Untuk menunjang program ini, perlu mengetahui data populasi sapi dan kerbau yang akurat dan terkini.

Oleh karena itu, lanjut Kariyasa, perlu terobosan pendataan sapi dan kerbau melalui pelaporan data secara online melalui Informasi Sistem Kesehatan Hewan Nasional (ISIKHNAS).

"Kami di Pusdatin telah menyusun pedoman pendataan populasi sapi dan kerbau secara online melalui ISIKHNAS ini. Uji coba pendataan menggunakan sistem ini telah berhasil dilaksanakan di Provinsi DKI Jakarta pada bulan Februari 2019," demikian kata Kariyasa di Jakarta, Rabu (29/5).

Kariyasa menyebutkan hasil pendataan online ini yakni didapat populasi sapi dan kerbau di DKI Jakarta pada bulan Februari 2019 sebanyak 4501 ekor. Jumlah ini meningkatkat 8,64% dibandingkan dengan hasil Survei Antar Sensus (SUTAS) 2018 yang dirilis BPS.

"Uji coba pendataan selanjutnya akan kami laksanakan di Provinsi Jawa Timur pada Juli 2019 mendatang. Dan beberapa hari lalu, kami mengadakan fokus group diskusi bersama pihak BPS dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar penerapan pendataan online benar-benar melahirkan data yang akurat," ujarnya.

Lebih lanjut Kariyasa menuturkan manfaat pendataan sapi dan kerbau secara online yakni diperolehnya angka populasi yang lebih akurat dan terkini. Membantu dalam perencanaan dan pelaksanaan UPSUS SIWAB khususnya informasi data akseptor (betina produktif) sapi dan kerbau.

"Selain itu, meningkatkan akurasi data potensial stock sapi dan kerbau yang siap untuk di potong serta menghasilkan peta sebaran populasi sapi dan kerbau by name by address," tuturnya.

Dari data SUTAS yang dirilis BPS 2018, tercatat pemerintah melalui UPSUS SIWAB telah berhasil meningkatkan populasi ternak sapi dan kerbau secara nyata. Selama tahun 2013-2018, populasi sapi dan kerbau meningkat 25.8% atau bertambah sebanyak 3,67 juta ekor. Pada tahun 2013, populasi ternak sapi (potong,perah) dan kerbau hanya sekitar 14,24 juta ekor.

"Dan pada tahun 2018 populasi sapi (potong dan perah, red) dan kerbau meningkat menjadi 17,41 juta ekor," tandas Kariyasa.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pabrik Nissan Indonesia (ist)

Jumat, 29 Mei 2020 - 19:13 WIB

Kabar Duka Industri Otomotif, Nissan Indonesia Resmi Tutup Pabrik

Nissan Motor Indonesia secara resmi membenarkan rencana Nissan Motor Co yang akan menutup pabriknya di Indonesia. Perusahaan asal Jepang itu berencana mengurangi produksi global sebanyak 20%.

PT Indika Energy Tbk (INDY) (Foto Tambang)

Jumat, 29 Mei 2020 - 19:04 WIB

PT Indika Energy Tbk Raub Pendapatan Sebesar USD641,50 juta hingga Akhir Maret 2020

Emiten PT Indika Energy Tbk (INDY) catat pendapatan sebesar USD641,50 juta hingga periode 31 Maret 2020 turun dibandingkan pendapatan USD700,73 juta di periode sama tahun sebelumnya.

Tumbasin

Jumat, 29 Mei 2020 - 18:55 WIB

Aplikasi Belanja Tumbasin Siap Penuhi Kebutuhan Masyarakat Ditengah Masa Pandemi COVID-19

Melalui aplikasi Tumbasin, interaksi masyarakat dalam beraktivitas tentunya akan lebih diminimalisir sehingga risiko kontak terhadap penyebaran COVID-19 juga lebih minim, tanpa mengurangi pemenuhan…

Alibaba (Ist)

Jumat, 29 Mei 2020 - 18:51 WIB

Rekrut 100.000 Karyawan saat Covid-19, Profesor Peking University: Itu Strategi Klasik Gangster, Saat Pasar Turun, Perusahaan Ekspansi Besar-besaran

Meski masih berada di tengah pandemi Covid-19 dan banyaknya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di seluruh dunia, Alibaba Group perusahaan teknologi asal China justru bersiap melakukan…

JULO

Jumat, 29 Mei 2020 - 18:28 WIB

Fintech Lokal JULO Kantongi Izin Usaha dari OJK

Sebelumnya, JULO yang berdiri sejak akhir tahun 2016 lalu, berstatus terdaftar dan diawasi oleh OJK.