Ini Dia 10 Kuliner Tradisional Gunung Kidul Saat Libur Lebaran

Oleh : Ahmad Fadli | Minggu, 26 Mei 2019 - 13:54 WIB

Gunung Sewu UNESCO Global Geopark Gunung Kidul (Foto ist)
Gunung Sewu UNESCO Global Geopark Gunung Kidul (Foto ist)

INDUSTRY.co.id, Jakarta- Libur Lebaran akan tiba sebentar lagi. Banyak wisatawan yang masih bingung ingin berwisata ke mana. Nah buat kamu yang sudah bosan dengan hingar-bingar suasana kota besar, Gunungkidul bisa jadi salah satu rujukan untuk berlibur bareng keluarga. Selain menikmati wisata alamnya yang asri, Gunungkidul juga memiliki kekayaan kuliner yang pantang untuk dilewatkan.

"Kreativitas masyarakat Gunungkidul untuk menghadirkan beragam kuliner tradisional sungguh luar biasa. Kulinernya sangat otentik dan unik. Lalu, rasanya sungguh luar biasa nikmat. Kalau ingin mendapatkan sensasi lain, maka datanglah ke Gunungkidul supaya #PesonaMudik2019 makin terasa," ungkap Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Nah biar gak bingung, berikut 10 kuliner Gunungkidul yang pantang dilewatkan jika berlibur Lebaran. Dan yang pasti 10 kuliner ini direkomendasikan langsung oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

1. Sate Kambing Pak Turut

Sate Kambing Pak Turut adalah sate paling terkenal di Gunungkidul yang ada sejak lebih dari seperempat abad lalu. Saat itu Pak Turut masih berkeliling membawa pikulan menjajakan sate. Lambat laun usahanya berkembang hingga tak perlu lagi berkeliling. Kini, setelah beliau meninggal, usahanya diteruskan oleh anak-anaknya.

Soal rasa tak perlu diragukan. Daging empuk yang dikeroyok bumbu gulai dan empon-empon menjadi komposisi seksi. Tepat. Tak kurang, tak lebih. Rasa pedas cabai, panas merica, harumnya daun jeruk, hingga pedihnya bawang merah, semua terasa.

Seperti umumnya warung sate kambing, di sini juga menjual olahan kambing lainnya seperti gulai, tongseng, dan tengkleng.

Warung sate ini berada di Jl Kesatrian, Wonosari, Gunungkidul.

2. Sego Abang Mbah Jirak

Sego Abang merupakan kuliner yang sangat khas dari Gunung Kidul. Proses memasaknya juga sangat unik karena menggunakan tungku yang terbuat dai tanah liat. Rasanya lebih nikmat dan aromanya pun sangat harum. Sebab, kuliner ini dimasak dengan menggunakan kayu bakar.

Proses pembuatannya memang unik. Setelah beras merah dicuci bersih, beras merah lalu dikukus. Alat pengukusnya sangat khas. Karena, menggunakan anyaman bambu. Untuk menikmati Sego Abang ini bisa dikombinasikan dengan dengan satur berkuah santan danbtempe. Rasa Sego Abang ini sangat gurih dan enak.

Nah kalau ingin mencobanya, silahkan sambangi Sego Abang Mbah Jirak. Warung Makan Sego Abang Jirak yang terletak di samping Jembatan Jirak, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta.

3. Soto Tan Proyek Bu Ngatir

Soto ini merupakan andalan menu sarapannya warga Gunung Kidul. Kuahnya segar untuk disantap bareng tempe mendoan, bikin banyak orang tergoda. Harganya pun sangat bersahabat, hanya 10 ribu rupiah per porsi. Jangan datang kesiangan ya, karena kamu bakal kehabisan.

4. Bakmi Jawa Mbah Noto

Pergi ke Gunungkidul tanpa makan bakmi jawa rasanya kurang afdol. Bakmi jawa ini makin mantap disantap pas udara dingin dan cuma dihargai 12 ribu rupiah saja per porsi. Kamu bisa pilih mau bakmi goreng, bakmi godhog, atau magelangan.

Bakmi Jawa Mbah Noto berada di tepi Jalan Jogja-Wonosari, Logandeng, Playen, Gunungkidul.

5. Gathot Thiwul Yu Tum

Ke Yogya memang terasa kurang kalau tak mencoba ragam panganan tradisionalnya. Jogja sendiri memang terkenal dengan nuansa klasik yang sangat kental. Jadi tak jarang jika anda pun bisa menemukan kuliner tradisional Gunungkidul bernama Gatot Thiwul.

Gatot adalah makanan yang terbuat dari singkong yang dikeringkan yang diberi parutan kelapa dan sedikit gula. Sedangkan thiwul adalah makanan yang terbuat dari tepung gaplek, biasanya dimakan sebagai pengganti nasi.

Thiwul punya rasa manis dan gurih dari gula merah dan kelapa parut. Namun keduanya bisa dimakan bersamaan. Yang paling terkenal se-Gunungkidul adalah Gatot Thiwul Yu Tum.

6. Nasi Tiwul

Tiwul merupakan kuliner yang sangat khas dari Gunungkidul. Kuliner ini terbuat dai tepung gaplek yang berasal dari ketela atau singkong yang dikeringkan. Dari dahulu hingga saat ini, tiwul menjadi makanan pokok warga Gunungkidul. Memberikan sensasi berbeda, kuliner ini biasanya disajikan dengan menggunakan parutan kelapa.

Rasa tiwul ini sangat gurih. Saat dimakan juga ada rasa manisnya. Sebab, dalam proses pembuatan tiwul juga mengunakan gula merah. Ada banyak tempat di Gunungkidul yang menyediakan kuliner tiwul ini. Jadi, tidak perlu khawatir akan kesulitan mendapatkan kuliner tiwul ini.

7. Urap Trancam

Kuliner tradisional khas Gunungkidul lainnya adalah Urap Trancam. Kuliner ini sangat unik. Dalam pembuatannya, kuliner ini melibatkan beragam sayuran. Sayuran-sayuran ini lalu diberi bumbu khas dengan campuran kelapa parut. Kelapa ini merupakan bahan dasar yang membuat Urap Trancam ini semakin khas. Lebih spesial lagi, saturan yangdigunakan segar dan tidak diolah terlebih dahulu.

Mengunakan sayuran mentah, komposisi Urap Trancam biasanya terdiri dari kacang panjang, taoge, daun kemangi, dan potongan mentimun. Rasanya biasanya menonjolkan unsur pedas, tapi masih sedang. Kuliner ini pun sangat cocok bagi penikmat kuliner pedas, sekaligus menjadi rekomendasi bagi para vegetarian.

8. Sayur Lombok Ijo

Bagi penikmat kuliner pedas, maka tidak ada salahnya mencoba kuliner yang ekstrim ini. Sayur atau Jangan Lombok Ijo dengan rasa pedas yang nikmat. Untuk mendapatkan kuliner jenis ini, silahkan datang saja ke Gunungkidul. Sebab, hampir setiap sudut wilayah Gunungkidul ini menyajikan kuliner Jangan Lombok Ijo yang luar biasa sensasi kenikmatannya.

Jangan Lombok Ijo biasanya disajikan dengan beberapa sayuran. Ada isian berupa cabai hijau, kacang panjang, dan tempe kedele. Biar lebih.nikmat, pemudik bisa menikmati kuliner ini sambil nongkrong di pingir jalan. Biar tambah nikmat, Jangan Lombok Ijo ini bisa dinikmati bersama teh tawar hangat.

9. Sambal Bawang

Sudah tidak perlu diperdebatkan lagi mengenai lidah orang Indonesia yang rata-rata sebenarnya doyan banget sama yang berhubungan dengan makanan pedas meski tidak ada yang suka kata-kata pedas.

Di hampir setiap daerah di Indonesia tentunya menyimpan kekhasan sambal tersendiri  yang membuat anda bisa menikmati kunjungan dengan mencicipi sambalnya, Begitu juga di Gunung kidul yang menjadi salah satu destinasi wisata yang kaya akan objek wisata pun juga menyimpan kelezatan masakan sambal sendiri.

Sambel bawang menjadi salah satu kekhasan kabupaten Gunungkidul. Kekhasan sambal ini telah memikat hati para pengunjung yang mencicipi masakan ini. Rasa pedas yang mantap dengan cabai rawit yang merah menggoda memberikan getar sensasi sendiri di lidah. Anda akan mendapatkan rasa pedas dan rasa yang lain ketika anda mencicipi sambal ini karena sambal jenis ini jarang bisa ditemui di tempat lain.

10. Oseng Bunga Pepaya

Saat berkunjung ke Gunung Kidul, yuk cicipi Oseng Bunga Pepaya. Makanan ini merupakan kuliner khas Gunung Kidul yang rasanya tiada dua. Bunga pepaya ditumis dengan bumbu serta cabai sehingga rasanya menjadi gurih dan menutupi rasa pahit dari bunga pepaya itu sendiri. Jika kamu ingin menyantap makanan yang satu ini, jangan lupa lengkapi dengan nasi hangat dan sambal bawang ya!

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Selasa, 12 November 2019 - 09:14 WIB

Ini Saham-saham Pilihan Pemodal Hari Ini

Jakarta - Secara teknikal pergerakan IHSG kembali menguji support lower bollinger bands dan -2 Standart Deviasi regresi trend bearish jangka pendek yang berada dikisaran 6120.

IHSG - Bursa Efek Indonesia (Dok INDUSTRY.co.id)

Selasa, 12 November 2019 - 09:03 WIB

Ini Saham-saham Pilihan Pemodal Hari Ini

Jakarta - Secara teknikal pergerakan IHSG kembali menguji support lower bollinger bands dan -2 Standart Deviasi regresi trend bearish jangka pendek yang berada dikisaran 6120.

Ketua MPR Bambang Soesatyo

Selasa, 12 November 2019 - 09:00 WIB

Ancaman Ideologis Terhadap Pancasila Harus Dilawan

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan bahwa keberadaan kelompok intoleran di Indonesia bukanlah isapan jempol belaka, namun nyata adanya. Mereka juga adalah sekelompok orang yang…

Gedung Kementerian Pertanian

Selasa, 12 November 2019 - 08:51 WIB

Kementan dan IPB Bangun Kolaborasi Untuk Pertanian 4.0

Jakarta,- Kementerian Pertanian (Kementan) berkolaborasi dengan IPB (Institut Pertanian Bogor) beserta jajarannya untuk bangun pertanian menuju era 4.0. Dalam kunjungannya, rektor IPB beserta…

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan IPB

Selasa, 12 November 2019 - 08:20 WIB

Mentan Syahrul Harapkan Dukungan IPB Terkait Program Pertanian

Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengharapkan dukungan penuh dari perguruan tinggi dan dunia pendidikan terhadap pembangunan pertanian ke depan. Hal ini dikatakan Syahrul…