Ada 195 PMI yang Terancam Hukum Mati, Padma Desak Pemerintah Agar Serius Memainkan Jalur Diplomasi

Oleh : Kormen Barus | Sabtu, 25 Mei 2019 - 08:56 WIB

Diskusi soal PMI di Jakarta, Jumat (24/5/2019).
Diskusi soal PMI di Jakarta, Jumat (24/5/2019).

INDUSTRY.co.id, Jakarta–Direktur Eksekutif Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia, Gabriel Goa meminta pemerintah Indonesia agar serius memainkan jalur diplomasi untuk menyelamatkan 195 orang pekerja migran Indonesia yang terancam hukuman mati di sejumlah negara.

“Pemerintah harus berpikir dan melobi dengan cerdas semua negara di mana PMI kita yang terancam hukuman mati,” kata Gabriel dalam diskusi soal PMI di Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Tampil sebagai pembicara lain dalam diskusi itu adalahDirjen Pembinaan Penempatan dan Perluasan Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Maruli Apul Hasoloan;Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri, DitjenPembinaan Penempatan dan Perluasan Kerja, Kemnaker, Eva Trisiana; dan aktivis Jaringan Buruh Migran Indonesia, Savitri.

Menurut Gabriel, dalam 195 PMI yang terancam hukuman mati lebih banyak berada di Malaysia yakni sebanyak 154 orang PMI, Arab Saudi 20 orang PMI, di Tiongkok 12 orang PMI, di Uni Emirat Arab 4 orang PMI, di Laos 2 orang PMI, di Singapura 2 orang PMI, dan Bahrain 1 orang PMI. “Para PMI ini terlibat dalam berbagai jenis tindak pidana,” kata dia.

Pada kesempatan itu Eva Trisiana mengatakan, pemerintah tengah melobi negara-negara di mana PMI terancaman hukuman mati itu berada. “Kami juga melakukan pendampingan hukum,” kata dia.

Pada kesempatan itu Gabriel mendesak pemerintah agar terus dan serius mensosialisasikan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). “Masih banyak masyarakat tak tahu dengan isi undang-undang tersebut,” kata dia.

Savitri menambahkan, yang perlu disosialisasikan juga adalah mengenai keberadaan kantor pelayanan satu atap di daerah. “Banyak masyarakat di daerah tidak tahu keberadaan dan fungsi kantor pelayanan satu atap ini,” kata dia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Perhatian Dunia Pendidikan, Pengusaha Joune Ganda Terima Penghargaan

Sabtu, 21 September 2019 - 18:00 WIB

Perhatian Dunia Pendidikan, Pengusaha Joune Ganda Terima Penghargaan

Ikatan Guru Indonesia(IGI) memberikan penghargaan “Anugerah Pendidikan Indonesia 2019” (API 2019) sebagai wujud apresiasi terhadap komitmen dan kontribusi bagi dunia pendidikan oleh pejabat…

Penjualan perdana OPPO A9 2020

Sabtu, 21 September 2019 - 17:41 WIB

OPPO Lakukan Penjualan Perdana Perangkat Teranyar A9 2020 di Bekasi

Setelah resmi diperkenalkan pada 17 September 2019 kemarin, OPPO melakukan penjualan perdana perangkat A9 2020 di enam kota yakni Bekasi, Jakarta, Bandung, Balikpapan, Medan dan Bali.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya seusai meluncurkan masterplan pengembangan wisata religi di Kecamatan Tanara

Sabtu, 21 September 2019 - 17:40 WIB

Menpar Luncurkan Masterplan Pengembangan Wisata Religi di Kecamatan Tanara

Masterplan pengembangan wisata religi mulai diterapkan di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, seiring dengan diluncurkannya rencana induk tersebut.

H. Priyadi Abadi, MPar Chairman Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) paling kiri

Sabtu, 21 September 2019 - 17:11 WIB

Halal Tour Jamin Makanan dan Waktu Ibadah ke Luar Negeri

Jakarta -- Kenapa harus Halal Tour? Sebuah pertanyaan yang untuk sebagian orang akan merasa kurang nyaman menyebutnya, kenapa harus halal? Tapi bagi umat Islam, persoalan halal menjadi penting…

Tiga Kandidat Rektor akan Lakukan Debat Publik

Sabtu, 21 September 2019 - 17:00 WIB

Tiga Kandidat Rektor akan Lakukan Debat Publik

Memberi ruang bagi para kandidat untuk memaparkan sekaligus mempertahankan visi-misi mereka, berikut kesempatan mengkritisi pandangan para pesaingnya melatarbelakangi Majelis Wali Amanat Universitas…