Penyaluran Bansos PKH Makin Transparan Dengan OM-SPAN

Oleh : Herry Barus | Rabu, 22 Mei 2019 - 12:48 WIB

Dirjen Kemensos, Harry Hikmat (Foto Dok Industry.co.id)
Dirjen Kemensos, Harry Hikmat (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Kementerian Sosial berkomitmen untuk menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) lebih efektif, efisien, ekonomis, transparan dan akuntabel.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat mengatakan OM-SPAN (Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara) yang diciptakan oleh Kementerian Keuangan adalah aplikasi berbasis WEB yang dapat diakses melalui jaringan Intranet dan Internet yang digunakan untuk melakukan monitoring transaksi sistem SPAN dan menyajikan reporting sesuai kebutuhan.

"Aplikasi ini merupakan suatu solusi yang sangat bermanfaat dalam penyaluran bansos PKH," katanya saat memimpin High Level Meeting Evaluasi Pelaksanaan Penyaluran Bantuan Sosial PKH Melalui OM-SPAN di Gedung Kementerian Sosial,  Rabu (22/5/2019) 

Ia mengatakan pada tahun 2018 Kementerian Sosial berkonsultasi dengan Kementerian Keuangan Ditjen Perbendaharaan Direktorat Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan (SITP). Melalui beberapa kali diskusi yang inten dan serius dengan melibatkan berbagai pihak yaitu Direktorat Pelaksana Anggaran, Direktorat Pengelolaan Kas Negara, KPPN VII Kemenkeu, HIMBARA, Biro Keuangan Kemensos maka lahirlah "Sistem konfirmasi Penerima Bantuan Sosial PKH" melalui aplikasi OM-SPAN.

"Cara kerja sistem ini dengan melakukan pengecekan data maupun rekening KPM sebelum dilakukan pengajuan uang bantuan," tambahnya.

Dalam penerapannya, sistem ini memberikan banyak dampak positif yakni mengurangi secara signifikan jumlah gagal transfer dari puluhan ribu KPM menjadi kurang dari 500 KPM pada setiap tahapnya, prosentase penyaluran bansos PKH ke masing-masing Rekening KPM pada tahap I dan II tahun 2019 mencapai 99,99%, informasi laporan uang bantuan yang berhasil maupun yang gagal trasfer ke rekening manfaat dapat segera diperoleh Kementerian Sosial, nantuan yang gagal transfer dapat segera dikembalikan ke kas negara sesuai waktu yang ditetapkan.

Dirjen mengatakan dengan adanya aplikasi ini maka penyaluran bansos PKH semakin transparan dan akuntabel, sehingga prinsip 6T dalam penyalurna bansos dapat terwujud, yakni Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, Tepat Administrasi, Tepat Kualitas, Tepat Waktu dan Tepat Harga.

Sementara itu Direktur Sistem Informasi dan Tehnologi Perbendaharaan (SITP) Kementerian Keuangan Saiful Islam mengatakan ada 9 proses bisnis utama dalam penyaluran bansos PKH. Ada tiga institusi yang terlibat yakni Kemensos, Ditjen Perbedaharaan Negara Kementerian Keuangan dan Perbankan. Proses dimulai dari Kemensos yang telah memiliki target penerima, kemudian data rekening penerima dikonfirmasi melalui database yang ada di OM-SPAN. Dari hasil yang sudah difilter tersebut data berikan ke bank penyalur sehingga mereka mempunyai kesempatan memastikan rekeningnya sudah sesuai dengan data sistem di masing-masing perbankan. Perbankan kemudian akan memberikan informasi data yang sudah valid, baru kemudian Kemensos mengajukan pencairan bansos PKH.

"Ini merupakan upaya untuk meningkatkan keberhasilan penyaluran bansos sampai di titik akhir yakni KPM PKH," katanya.

Dirjen menambahkan OM-SPAN merupakan solusi menyelesaikan berbagai permasalahan dihulu, namun demikian penyempurnaan terhadap sistem ini harus terus dilakukan agar dapat terus berjalan dengan baik. Yakni kecepatan umpan balik data konfirmasi dari pihak bank, aplikasi dapat di akses oleh pihak terkait, menghubungkan OM-SPAN dengan sistem dalam e-PKH, hingga menyajikan data penyaluran dalam bentuk Dashboard.

"Insya Allah we are on the track dalam menyempurnakannya sehingga pada akhirnya KPM PKH sebagai titik terakhir dalam proses penyaluran bansos dapat merasakan bantuan pemerintah dan kelak dapat sejahtera mandiri," harap Dirjen

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menperin Agus Gumiwang

Kamis, 04 Juni 2020 - 22:42 WIB

Kemenperin: Indonesia Masih Menjadi Negara Tujuan Utama Investasi Sektor Industri Manufaktur

Kementerian Perindusterian (Kemenperin) mencatat, selama periode tahun 2015-2019, total nilai penanaman modal asing (PMA) dari sektor industri manufaktur sebesar USD61,5 miliar.

Anand Stanley Presiden Direktur Airbus

Kamis, 04 Juni 2020 - 21:38 WIB

Gantikan Patrick de Castelbajac, Anand Stanley Bos Baru Airbus Asia Pasifik

Anand Stanley resmi menjadi Presiden Airbus Asia Pasifik yang berbasis di Singapura. Anand akan memegang raksasa industri penerbangan tersebut pada 1 Juli 2020 mendatang. Adapun beban Anand…

Menteri Keuangan Sri Mulyani (foto Tempo)

Kamis, 04 Juni 2020 - 20:12 WIB

Kabar Gembira, Menkeu Sri Mulyani Bakal Gelontorkan Insentif Pajak Sebesar Rp123,01 Triliun untuk Dunia Usaha

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan Pemerintah akan mendukung dunia usaha bertahan dari dampak COVID-19 dengan memberikan insentif perpajakan mencapai Rp123,01 triliun.…

Kantor Visa (foto Kontan.co.id)

Kamis, 04 Juni 2020 - 19:48 WIB

Ande Gandeng Visa Foundation dan Usaid Rilis Program Advancing Women's Empowerment Fund

Aspen Network of Development Entrepreneurs (ANDE) bersama dengan U.S. Agency for International Development (USAID) dan Visa Foundation mengumumkan bahwa delapan organisasi telah terpilih untuk…

 Presiden Amerika Serikat ke-45 Donald J. Trump (Foto:web.de/magazine)

Kamis, 04 Juni 2020 - 19:24 WIB

Pungut Pajak Netflix dan Zoom, Donald Trump 'Ngamuk' Ancam Indonesia

Rencana Kementerian Keuangan RI menerapkan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10% mulai 1 Juli 2020 kepada Netflix dan Zoom mendapat kecaman dari Presiden Donald Trump. Bahkan Donald Trump…