Investor Besar Bakal Bangun Pabrik Petrokimia di Kawasan JIIPE, Gresik

Oleh : Ridwan | Selasa, 14 Mei 2019 - 21:25 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Kemenperin dok)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Kemenperin dok)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian terus mendorong peningkatan investasi di sektor industri petrokimia. Selain menumbuhkan sektor hulu, tujuannya juga guna mendongkrak kapasitas produksi sehingga dapat memenuhi kebutuhan di pasar domestik dan ekspor sekaligus sebagai substitusi impor.

"Industri petrokimia merupakan sektor hulu yang berperan penting dalam menunjang kebutuhan produksi di sejumlah manufaktur hilir. Produk yang dihasilkan oleh industri petrokimia, antara lain digunakan sebagai bahan baku di industri plastik, tekstil, cat, kosmetik dan farmasi," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (14/5).

Menurut Menperin, pihaknya bertekad semakin menguatkan sektor induk (mother of industry) agar rantai pasok dan struktur manufaktur di dalam negeri lebih dalam sehingga bisa berdaya saing di kancah global. 

"Keberlanjutan dalam pembangunan industri petrokimia sangat penting bagi aktivitas ekonomi atau membawa multiplier effect. Apalagi, industri kimia masuk sektor pionir dalam Making Indonesia 4.0," tuturnya.

Airlangga menyebutkan, salah satu industri petrokimia skala besar siap berinvestasi di Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. 

"Kami mendapat konfirmasi dari beberapa industri, termasuk kawasan industri di Jawa Timur, akan ada investor besar masuk di sektor industri petrokimia," ungkapnya. 

Lebih lanjut, industri pterokimia tersebut saat ini sedang dalam tahap pembebasan lahan. "Rencana beroperasinya pada tahun 2022. Kalau sudah pembebasan lahan, artinya kan sudah serius. Biasanya konstruksi untuk pembangunan paling lama 2-3 tahun," imbuhnya.

Kemenperin mencatat, industri petrokimia turut memberikan kontribusi cukup signifikan bagi perekonomian nasional. Pada tahun 2018, investasi di sektor industri kimia dan farmasi mencapai Rp39,31 triliun. Selain itu, kelompok industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia menorehkan nilai ekspor sebesar USD13,93 miliar.

Menperin optimistis investasi dan ekspansi di sektor industri manufaktur akan semakin menggeliat seusai perhelatan pemilihan umum dan pemilihan presiden, beberapa waktu lalu. 

"Ini sekaligus membuktikan bahwa iklim ekonomi, politik dan keamanan di Indonesia masih kondusif, yang akan meningkatkan rasa kepercayaan para investor dalam berusaha," tutupnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ferrari Logo

Rabu, 23 Oktober 2019 - 21:00 WIB

Pengalaman Berkendara Mobil Klasik Ferrri di Fiorano

Ferrari Classiche Academy sedang berlangsung. Sesi rangkaian mengemudi ini berfokus pada berbagai mobil klasik yang membantu menciptakan kisah perjalanan kuda jingkrak dan mencetak sejarah pada…

: Mercedes-AMG Petronas Motorsport Kemenangan 2019 FIA Formula One

Rabu, 23 Oktober 2019 - 19:00 WIB

TIBCO: Mercedes-AMG Petronas Motorsport Kemenangan 2019 FIA Formula One™ World Constructors’ Championship

TIBCO Software Inc., pemimpin global dalam integrasi, manajemen API, dan analitik, memberikan selamat kepada Mercedes-AMG Petronas Motorsport sebagai juara dunia FIA Formula One™ World Constructors’…

realme XT

Rabu, 23 Oktober 2019 - 18:48 WIB

Tawarkan Keamanan dan Kenyamanan, realme XT Sediakan In-display Fingerprint Pada Panel Super AMOLED

Smartphone sekarang ini menjadi gadget yang semakin personal, tidak hanya dari sisi konten dari pengguna tapi juga fitur-fitur yang diberikan. Ini berujung pada semakin digunakannya smartphone…

realme XT

Rabu, 23 Oktober 2019 - 18:32 WIB

Jangan Percaya Trik Marketing, realme XT Selalu Tersedia dengan Harga Sesuai Janji

Meskipun banyak memiliki keunggulan, perangkat ini dibanderol dengan harga yang tidak mahal. Smartphone yang memiliki keunggulan di sektor kamera berkat quad camera 64MP, performa melalui chipset…

Menteri BUMN Erick Thohir

Rabu, 23 Oktober 2019 - 18:00 WIB

Kementerian BUMN Menyambut Erick Thohir

-Presiden Republik Indonesia telah melantik Erick Thohir sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Menteri Erick tiba di Kantor Kementerian BUMN…