Ini Upaya Kemenperin Bawa IKM Komponen Otomotif Terapkan Industri 4.0

Oleh : Ridwan | Selasa, 14 Mei 2019 - 11:15 WIB

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih (Ridwan)
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih (Ridwan)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) kembali menggelar kegiatan 'Workshop Implementasi Industri 4.0 pada IKM Komponen Otomotif'. 

Workshop ini digelar dalam upaya meningkatkan daya saing IKM di era Industri 4.0 khususnya sektor komponen otomotif.

"Ini merupakan upaya nyata Kemenperin dalam mendukung kesiapan IKM komponen otomotif di era Industri 4.0," kata Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih di sela pembukaan Workshop di Jakarta, Selasa (14/5).

Dijelaskan Gati, dalam workshop kali ini, para IKM akan dekenalkan lebih dalam terkait tools IOT dan ERP, serta membantu dalam menentukan tools yang tepat sebagai prioritas untuk diterapkan dalam prosea produksi.

Tidak hanya itu, tambah Gati, workshop ini juga dilaksanakan dalam rangka menginformasikan INDI 4.0 dan hasil asesmen yang telah diisi oleh IKM komponen otomotif mengenai tingkat kesiapan IKM dalam menuju industri 4.0.

"Pada workshop ini juga akan disampaikan rencana pilot project implementasi industri 4.0 bagi IKM komponen otomotif," terangnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, keberadaan IKM komponen otomotif dalam rantai pasok industri otomotif nasional memiliki peran strategis sebagai supplier yang memproduksi komponen maupun aksesoris mobil dan motor yang telah memenuhi standar kualitas APM. 

Selain itu, IKM juga telah membuktikan kemampuannya dalam berinovasi dan melakukan pengembangan produk untuk dapat diserap APM. 

Tercatat, pada tahun 2018 produksi kendaraan roda empat atau lebih mencapai angka 1,34 juta unit, dengan total unit penjualan di dalam negeri sebesar 1,15 juta unit. 

Menurutnya, agar industri otomotif semakin kompetitif, maka tingkat komponen dalam negeri perlu ditingkatkan. 

"Hal ini akan membuka peluang lebih luas bagi IKM untuk mengisinya, terlebih apabila didukung dengan peningkatan produktivitas melalui implementasi industri 4.0 dalam menunjang proses produksi," papar Gati.

Gati berharap melalui kegiatan workshop ini dapat membawa kemajuan bagi perkembangan industri otomotif dalam negeri, dan khususnya bagi penguatan IKM alat angkut melalui implementasi industri 4.0. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Acara penyerahan bantuan CSR BTN kepada 71 Desa di Surabaya

Minggu, 07 Maret 2021 - 16:52 WIB

Wakil Bupati Lamongan Ingin Mengembangkan Perumahan Baru dan Butuh Bantuan Bank BTN

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengajak pemerintah daerah untuk membantu dan mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui sektor properti. Salah satunya dengan kemudahan perizinan dan penyediaan…

Ilustrasi Perumahan

Minggu, 07 Maret 2021 - 16:38 WIB

Dahsyat, BSI Geber Pembiayaan KPR Syariah

Bank Syariah Indonesia (BSI) melakukan langkah agresif dalam mendorong pertumbuhan pembiayaan kepemilikan rumah. Salah satunya melalui program pembiayaan BSI Griya Hasanah yang menggunakan akad…

Panen Padi (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 07 Maret 2021 - 16:34 WIB

Catat! Tugas Bulog Bantu Serap Beras Petani, Panen Raya di Depan Mata

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Suryo Banendro meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk melakukan penyerapan padi secara maksimal. Ini perlu dilakukan…

Dok. SMSI

Minggu, 07 Maret 2021 - 16:04 WIB

SMSI: Adam Malik, PK Ojong-Jakob Oetama, Hamka, Fachrodin Tokoh Inspiratif di RI

Para pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) sependapat, setidaknya ada lima tokoh nasional yang patut menjadi teladan bagi dunia pers di Indonesia serta menginspirasi lahirnya SMSI, yakni…

Beras Impor (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 07 Maret 2021 - 15:40 WIB

Buat Apa Impor 1 Juta Ton! Toh Beras Petani Bisa Diserap

Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Aliyth Prakarsa menyayangkan adanya kebijakan impor 1 juta beras melalui Perum Bulog untuk memenuhi cadangan beras nasional. Menurut Aliyth,…