Impor Solar Distop, Energi Terbarukan Hemat APBN Triliunan Rupiah

Oleh : Wiyanto | Senin, 13 Mei 2019 - 06:05 WIB

Ilustrasi PLTA Batangtoru di Medan
Ilustrasi PLTA Batangtoru di Medan

INDUSTRY.co.id

Jakarta - Pemerintah berencana menghentikan impor solar dalam waktu dekat. Ini adalah momen bagus untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan yang saat beroperasi akan menghemat belanja APBN untuk bahan bakar fosil hingga triliunan rupiah. Organisasi lingkungan yang kerap bersuara keras menentang diharapkan memahami bahwa pembangunan energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga air, akan mengurangi konsumsi energi fosil yang boros dan polutif.

“(Stop impor solar) ide dan kebijakan yang cemerlang,” kata Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Sonny Keraf kepada wartawan di Jakarta, Minggu (12/5/2019). Sonny merupakan Menteri Negara Lingkungan Hidup Kabinet Persatuan Nasional dan duduk di DEN dari unsur pemerhati lingkungan hidup. Kebijakan menghentikan impor solar dinyatakan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Jumat (10/5/2019).

Penghentian impor solar dan avtur dikarenakan pemerintah ingin mengoptimalkan produksi dalam negeri sekaligus menyeimbangkan defisit neraca transaksi berjalan. Langkah konkret menindaklanjuti rencana penghentian impor solar adalah segera membangun kilang pengolahan minyak mentah dalam negeri. Kemudian, pemerintah harus berani memberi insentif dalam pengembangan energi terbarukan, termasuk pembangkit listrik, untuk memenuhi kebutuhan mobil listrik. Sonny mengingatkan faktor keseimbangan neraca perdagangan dan dampak lingkungan harus menjadi pertimbangan dalam menghitung risiko tersebut. “Sudah tepat jika Menko (bidang Perekonomian Darmin Nasution) dengan pesetujuan Presiden mendorong kebjakan ini. Dalam jangka pendek memang ada risikonya, tapi lebih bagus dalam jangka panjang,” katanya.

Soal protes yang kerap dari organisasi yang mengatasnamakan lingkungan terhadap proyek pembangkit listrik energi terbarukan, Sonny menyayangkan hal itu. Menurut dia, LSM lingkungan sering melihat hanya pada satu aspek saja, misalnya konservasi ekosistem hutan dan keanekaragaman hayati. “Padahal energi terbarukan, seperti PLTA dan geotermal, juga diperlukan untuk kepentingan lingkungan hidup, khususnya pengurangan emisi karbon dari bahan bakar fosil,” katanya.

Dia meminta agar mereka yang kerap protes pada pengembangan energi terbarukan untuk mau duduk bersama mencari jalan tengah. “Agar kedua-duanya (energi terbarukan dan konservasi ekosistem) bisa jalan tanpa saling menegasi,” katanya.

Saat ini sejumlah proyek PLTA sedang dibangun. Salah satunya adalah PLTA Batangtoru di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Proyek bertipe peaker itu bisa menghasilkan listrik hingga 510 MW dan menyangga hingga 15 persen saat beban puncak Sumatera Utara. Saat beroperasi tahun 2022, PLTA Batang Toru akan menghemat solar pembangkit listrik tenaga diesel hingga 400 juta dollar AS atau Rp 5,6 triliun per tahun.

Pembangkit itu juga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 1,6 juta-2,2 juta metrik ton CO2 per tahun. Jumlah itu mencakup 4 persen dari target pengurangan emisi di sektor energi pada 2030.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menyatakan, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) bersama pembangkit listrik geotermal sangat diandalkan untuk meningkatkan porsi energi terbarukan dalam produksi listrik nasional. Jonan berharap, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus memberikan dukungan bagi pengembangan PLTA dan geothermal agar penggunaan energi terbarukan bagi pengendalian perubahan iklim bisa semakin meningkat.

Menurut dia, PLTA dan geotermal menyumbang 10 persen untuk bauran energi terbarukan dalam produksi listrik nasional saat ini. Sementara sumber energi terbarukan lainya seperti panel surya, bayu, dan biodisel baru menyumbang 3 persen. Total porsi energi terbarukan dalam produksi listrik nasional saat ini adalah 13 persen. “PLTA dan geotermal ini tulang punggung karena bisa ciptakan listrik skala besar,” kata Jonan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

200 anak panti asuhan merayakan Hari Anak Nasional dengan melakukan berbagai hal menarik di Haluun by Haluu.(ist)

Selasa, 23 Juli 2019 - 22:03 WIB

Keceriaan 200 Anak Panti Rayakan HAN di Baluun By Haluu World

Berbagai aktivitas seru seperti ber-selfie ria di Baluun Exhibition hingga bermain sambil berkenalan dengan teman baru.

Pariwisata di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (Foto Ist)

Selasa, 23 Juli 2019 - 22:00 WIB

Labuan Bajo NTT Diharapkan Jadi Destinasi Wisata Premium

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya berharap Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa menjadi destinasi ekowisata yang berkelas atau destinasi pariwisata premium.

Mewakili Indonesia Wowbid Hadir di Konfrensi Teknologi Digital Rise 2019 di Hongkong

Selasa, 23 Juli 2019 - 21:59 WIB

Mewakili Indonesia Wowbid Hadir di Konfrensi Teknologi Digital Rise 2019 di Hongkong

Sebuah konferensi besar di dunia yang didatangi para pelaku bisnis digital dan para startup, RISE 2019 diadakan selama tiga hari di Hong Kong Convention Centre pada tanggal 8 Juli 2019 hingga…

Rosdiana Setyaningrum MPsi, MHPEd, seorang Psikolog anak dan keluarga.(ist)

Selasa, 23 Juli 2019 - 21:50 WIB

Pentingnya Kembangkan Keterampilan Anak Saat SD

Keterampilan bersosialisasi, IQ, dan kreatifitas anak akan selesai di usia 12 tahun.

Distya Tarworo Endri selaku Senior Brand Manager Pepsodent.(ist)

Selasa, 23 Juli 2019 - 21:42 WIB

Berikan Perlindungan Menyeluruh Si Kecil Sejak Hari Pertama Sekolah

Orangtua harus melindungi anak tidak hanya dalam aspek psikologis, tetapi juga aspek kesehatan gigi dan mulut.