BJ Habibie: Megasuperblok Meisterstadt Batam Jadi Destinasi Investasi dan Wisata Internasional

Oleh : Herry Barus | Minggu, 12 Mei 2019 - 17:00 WIB

BJ Habibie (Foto Dok Industry. ci.id)
BJ Habibie (Foto Dok Industry. ci.id)

INDUSTRY.co.id -Batam- Pengembang kawasan megasuperblok Meisterstadt Batam, PT Pollux Barelang Megasuperblok atau yang biasa dikenal dengan brand Pollux Habibie International, perusahaan kolaborasi antara PT Pollux Properti Indonesia Tbk dan keluarga besar Presiden RI, B.J. Habibie secara resmi memasarkan Erleseen Tower.

Peluncuran bertajuk Global Launching Erleseen Tower dihadiri oleh Presiden ketiga RI, B.J. Habibie, Chairman PT  Pollux Properti Indonesia Tbk, Po Sun Kok, CEO PT Pollux Properti Indonesia Tbk, Nico Po serta jajaran Direksi dan Dewan Komisaris dari PT Pollux Barelang Megasuperblok serta PT Pollux Properti Indonesia Tbk.

Dalam sambutannya, B.J. Habibie mengatakan bahwa, pengembangan megasuperblok Meisterstadt Batam akan terus berlanjut dengan pengembangan fase kedua. Fase kedua ini akan lebih menekankan proyek senilai US$1 miliar ini sebagai tujuan investasi dan wisata bertaraf internasional.

“Batam selalu berada dekat di hati saya, karena sejak awal kami sudah melihat bahwa ke depannya Batam akan menjadi penghubung antara Indonesia dengan dunia,” ujar Habibie, dalam siaran pers yang diterima belum lama ini.

Habibie menjelaskan, ketika menjabat sebagai Kepala Otorita Batam periode 1978 hingga 1998 dan dalam perjalanannya menitikberatkan pada pembangunan industri berbasis manufaktur. Setelah berjalan dengan baik, maka Batam sekarang telah menjadi salah satu pusat utama industri berat di Indonesia.

 “Kita harus terus berinovasi, membangun dan maju. Saya sangat senang dan bangga menjadi bagian dari proyek pembangunan dan pengembangan ini karena Meisterstadt Batam adalah wujud nyata dari hasil pencapaian Batam ketika kita memiliki keberanian dan visi untuk berpikir besar,” ungkapnya.

Meisterstadt Batam  komitmen Pollux Habibie Internasional, dilihat dari skala dan dampak ekonomi yang akan disumbangkan Meisterstadt Batam terhadap perekonomian di Batam. Hal ini seiring perubahan Batam dari industri berat menjadi pusat penyedia jasa dan wisata.

“Berlokasi sekitar 30 menit dengan kapal feri dari Singapura, Batam dipandang oleh para investor sebagai Shenzen di masa depan. Menjadi pusat manufaktur yang ditopang oleh industri jasa. Dan bisa menjadi basis bagi para investor dan pelaku bisnis internasional yang ingin mengakses pasar domestik Indonesia yang luas,” ujar Habibie

Erleseen Tower yang merupakan tower keempat nantinya akan merangkum sebanyak 385 unit luxury apartemen. Dengan fasilitas tersebut, maka diyakini Erleseen Tower dapat meningkatkan reputasi Batam sebagai destinasi investasi dan wisata yang sedang bertumbuh dengan pesat.

Erleseen Tower ditawarkan dalam beberapa tipe, mulai dari Studio sampai dengan tiga kamar. Sementara, harga yang ditawarkan mulai dari Rp1,6 mili sampai dengan Rp2 miliar. Untuk penjualan tahap pertama, Erleseen Tower dipasarkan sebanyak 88 unit. “Berbeda dengan tower sebelumnya, Erleseen Tower  memiliki spesifikasi material yang lebih mewah. Sejak dipasarkan tahap pertama bulan lalu,  kita sudah  mengalami dua kali oversubscribed,” ujar Nico Po, CEO PT  Pollux Properti Indonesia Tbk.

Meisterstadt Batam dikembangkan di atas lahan seluas 9 hektar. Proyek multifungsi ini nantinya akan merangkum 11 gedung pencakar langit yang terdiri atas 8 menara apartemen sebanyak 6500 unit, 1 hotel bintang lima, 1 rumah sakit bertaraf internasional, mall raksasa, serta 1 perkantoran dengan rencana ketinggian 100 lantai.

Tak kurang, sebesar Rp15 triliun dana investasi yang dipersiapkan perseroan untuk mengembangkan proyek terbesar di Batam tersebut, dimana keseluruhan areanya didesain mengikuti standar kota di Jerman yang mengintegrasikan apartemen dengan perkantoran, shopping mall dan rumah sakit.  

Seperti diberitakan sebelumnya dalam sebuah kesempatan, BJ Habibie mengatakan, sebagai kota industri Kota Batam diminta mempertahankan 60 persen lahannya untuk penghijauan dan hanya 40 persen saja digunakan untuk kawasan industri. 

BJ Habibie, mengatakan hal penting lain yang harus dipersiapkan adalah Sumber Daya Manusia yang memiliki daya saing tinggi dalam menghasilkan produk-produk yang bernilai tinggi.
 
“Untuk mencapai itu, dibutuhkan kesadaran untuk mencapai nilai tambah pribadi, yaitu melalui proses pembudayaan dan pendidikan, ujarnya. 

BJ Habibie menceritakan bahwa saat ia berkunjung ke Nongsa Digital Park, dan di sana melihat anak-anak muda yang kreatif dalam membuat animasi.

"Mereka itu lima atau 10 tahun ke depan kemampuannya akan lebih baik dan bisa bersaing dengan (animator) di luar," paparnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

 PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (Foto Herlambang)

Senin, 17 Juni 2019 - 17:00 WIB

Bali United Resmi Menjadi Klub Sepakbola yang Go Public

PT Bali Bintang Sejahtera Tbk, perusahaan yang memiliki dan mengelola klub sepakbola profesional Liga 1 Indonesia “Bali United” resmi menjadi perusahaan publik ke-632 yang mencatatkan sahamnya…

Paul Frank

Senin, 17 Juni 2019 - 16:38 WIB

Lewat Layanan Do it Yourself, Paul Frank Ajak Pelanggan Berkreasi

Kehadiran layanan ‘Do It Yourself’ bisa menjadi jawaban bagi pelanggan yang ingin mengekspresikan kreativitas mereka.

Jababeka

Senin, 17 Juni 2019 - 15:45 WIB

Usai Pemilu, Kota Industri Jababeka Ketiban Untung

Pengembang kawasan industri PT Kota Industri Jababeka (KIJA) mengaku diuntungkan dengan membaiknya iklim sosial-politik pasca gelaran pemilihan umum 2019 lalu.

BRI Hadir di Tengah Bencana Banjir Sultra dan Kaltim (Foto Rino)

Senin, 17 Juni 2019 - 15:22 WIB

BRI Hadir di Tengah Bencana Banjir Sultra dan Kaltim

Bencana banjir menerpa beberapa kota di Indonesia pada awal bulan Juni ini. Hal ini menimbulkan dampak kerugian material hingga korban jiwa. Melihat kondisi tersebut, Bank BRI melalui program…

PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) (Foto Dok Herlambang)

Senin, 17 Juni 2019 - 15:00 WIB

HOKI Bagi Dividen 29% dari Laba Bersih 2018

PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) Emiten produsen beras merek “TOPI KOKI” dan “HOKI” memutuskan untuk membagikan dividen sebesar total Rp26,16 miliar atau sekitar 29 persen dari laba…