INDUSTRY.co.id - 

Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) punya strategi khusus untuk mengembangkan BPR, untuk dapat bersaing di industri keuangan yang memasuki era digitalisasi. BPR dibranding sedemikian rupa dengan tujuan tidak ada gap antar industri keuangan.

"Dengan adanya perkembangan IT mengubah perilaku industry. Masyarakat update dgn TI mereka nuntut layanan dengan cepat. Belanja polanya e Commerce. Maka BPR hadapi tantangan it.Ini yang harus dilakukan BPR antisipasi layanan cepat, harus ada inovasi juga sadar IT," kata Direktur Penelitian dan Pengaturan BPR OJK, Ayahandayani di Bandung, Jumat (3/5/2019).

Strateginya, kata dia, tetap mengacu pada master plane prinsipnya BPR dapat berkontribusi, stabil dan inklusif sehingga terdapat pemerataan seluruh wilayah.

"Menguatkan kelembagaan seperti konsolidasi, permodalan, menjalankan managemen risiko, menguatkan infrastruktur, adanya koor data sistem. Diharapkan BPR bisa bersaing. Juga branding BPR," katanya.

Secara kinerja Industri BPR seperti CAR 24,9 persen,Bopo 83,12 persen, ROA 2,44 persen, NPL 6,82 persen dan LDR . 75,98 persen.