INDUSTRY.co.id, Jakarta - Bank Bukopin bekerjasama dengan KIBAR membangun BNVLabs guna mengembangkan para usahawan perintis (startup) dan membangun ekosistem di bidang financial technology (fintech), inovasi pembiayaan keuangan dengan memanfaatkan teknologi, yang kini mulai marak di Indonesia.
Menurut Direktur Utama Bank Bukopin Glen Geneardi di Kementerian Kominfo Jakarta, Kamis, saat peluncuran BNVLabs, kerja sama tersebut merupakan upaya untuk menyongsong perubahan teknologi yang begitu cepat.
Kemunculan fintech yang lebih fleksibel dan sesuai jamannya telah menjadi pesaing dari perbankan. Untuk itu pihaknyapun harus turut serta berkolaborasi dengan cara pikir dalam finansial yang tengah tumbuh tersebut.
"Kita harus masuk dalam ekosistem dalam era digital ini. Saya yakin bank tinggal nama yang muncul fintech (bila tidak berubah)," katanya.
Glen juga menyatakan upaya tersebut guna mendukung program Gerakan Nasional 1.000 startup digital yang didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Chief Executive KIBAR Yansen Kamto mengatakan, perubahan teknologi adalah hal yang pasti. Untuk itu menyongsong adalah hal terbaik dibandingkan terlindas oleh perubahan zaman.
Ia mengatakan kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk membantu startup digital khususnya di bidang fintech agar dapat tumbuh subur.
Direktur Pengembangan Bisnis dan Teknologi Informatika Bank Bukopin Adhi Bramantya mengatakan pihaknya menargetkan dapat memperoleh 100 startup dalam setahun ini. "Seratus itu prototypenya, mungkin 2-3 pengembangan," katanya.
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengapresiasi langkah tersebut. Ia menyakini, tanpa perubahan cara pandang seiring munculnya teknologi baru yang terus berkembang, bank akan menjadi usang.
Ia menambahkan, Indonesia memiliki potensi yang besar bagi berkembangnya usaha rintisan di bidang fintech. Hal ini tercermin dari besarnya populasi penduduk Indonesia yang belum terakses oleh perbankan.
Jumlah penduduk Indonesia yanhg mencapai lebih dari 260 juta menyumbang 40 persen populasi di kawasan Asia Tenggara.
Sementara jumlah pemilik telpon seluler mencapai 170 juta jiwa, pengguna internet di Indonesia diperkirakan sekitar 130 juta orang dan berdasarkan data Bank Indonesia hanya 36 persen penduduk Indonesia (sekitar 93 juta) penduduk yang memiliki akses ke layanan perbankan.
"Potensinya masih sangat besar," katanya.