Tren Digital, Ribuan Kantor Cabang Tutup

Oleh : Ahmad Fadli | Kamis, 25 April 2019 - 10:46 WIB

Ilustrasi Era Digitalisasi
Ilustrasi Era Digitalisasi

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Era digitalisasi mengubah segalanya. Orang yang biasanya berbelanja harus datang ke toko, kini bisa membeli via online.

Orang yang biasanya makan harus pergi ke restoran atau warung, kini tinggal pesan di aplikasi dan makanan sudah datang.

Begitu juga dengan sektor perbankan. Segala transaksi keuangan yang dulunya harus dilakukan di kantor bank, dan rela antri lma, kini bisa dilakukan dengan mudah dan cepat melalui smartphone.

Ya, semakin berkembangnya teknologi industri, tantangan industri perbankan semakin berat. Dampaknya pun sudah mulai terasa bagi perbankan.

Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institute, Sukarela Batunanggar mengatakan, dengan semakin berkembangnya teknologi, gaya hidup masyarakat berubah termasuk dalam hal akses dunia keuangan.

Masyarakat mulai menginginkan kemudahan dalam bertransaksi. Terbukti dari pola transaksi yang belakangan ini lebih banyak melalui teknologi. 

"Selera konsumen berubah yang tadinya orang ke cabang, face to face, sekarang transaksi banyak digital," ujar Sukarela dalam acara Decision Maker di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta baru-baru ini.

Menurut Sukarela, layanan tatap muka perbankan mulai ditinggalnya sejak 3 tahun terakhir. Imbasnya jumlah cabang perbankan berkurang drastis.

"Dalam 3 tahun terakhir ada 1.000-an kantor cabang bank tutup. Jumlah kantor cabang bank ada penurunan 3%," terang Sukarela.

Dia pun menganggap wajar perusahaan perbankan yang banyak memangkas jumlah tenaga kerjanya lantaran telah memanfaatkan layanan digital. "Jadi mau tidak mau ya seiring dengan perkembangan digital banking dan fintech, perbankan harus lakukan efisiensi karena nasabah yang datang ke kantor cabang itu makin sedikit," ungkap dia.

Menurut catatannya, 90 persen lebih transaksi perbankan sudah dilakukan secara digital. Sementara nasabah yang menabung lewat customer service pun kini tinggal 3 persen saja, sehingga dia menganggap normal banyak bank yang melakukan down sizing.

"Dari situ maka ada pengurangan tenaga kerja jadi efisien. Ini tidak perlu dikhawatirkan sebenarnya, karena lapangan kerja itu luas di sektor keuangan," imbuh dia.

Di sisi lain, Sukarela pun menilai, efisiensi tenaga kerja dengan memanfaatkan layanan digital sebenarnya memang upaya yang lebih baik bagi pihak perbankan. "Jadi ya dengan hadirnya digital banking ini ya memang harus mengubah diri. Harus lebih efisien dan memahami kebutuhan konsumen serta menjangkau segmen yg belum pasar yang belum dilayani," urainya.

"Lalu dia bersaing dengan fintech company, jadi itu sebenarnya kultur baru, sehat, dinamis, dan kuat berkelanjutan untuk perbankan," imbuhnya.

Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo mengakui hadirnya fintech cukup menjadi tantangan bagi perbankan agar bisa juga menghadirkan pelayanan yang diinginkan nasabah.

"Sebenarnya di sisi lain bank juga melakukan simplifikasi bisnisnya. Misalnya proses pembukaan rekening. Kalau fintech bisa maka bank ditantang melakukan itu juga," tambahnya.

Tanda-tanda perbankan mulai mengikuti jejak fintech juga terlihat dari investasi yang dilakukan perbankan. Mereka kini juga mulai marak mengembangkan teknologi pembayaran berbasis QR code.

"Rasanya bank mau tidak mau ikuti tren itu," tutur Anggoro

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kapolri Jenderal Polisi, Idham Azis (Foto Ist)

Minggu, 07 Juni 2020 - 13:00 WIB

Enam Ton Lebih Narkotika Berhasil Disita Korps Bhayangkara

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menegaskan bahwa Korps Bhayangkara berkomitmen untuk memberantas narkoba sekaligus memeranginya.

Arya Sinulingga Stafsus Menteri BUMN (idntimes.com)

Minggu, 07 Juni 2020 - 12:45 WIB

Garuda PHK Ratusan Pilot, Anak Buah Erick Thohir: Kita Maklum, Kondisi Lagi Berat

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mempercepat masa kontrak kerja 135 pilotnya sebagai akibat beratnya dampak pandemi Covid-19 terhadap maskapai plat merah tersebut. Terkait kebijakan Garuda…

Paranormal Ki Gendeng Pamungkas (Foto:indowarta.com)

Minggu, 07 Juni 2020 - 12:28 WIB

Paranormal Terkenal Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia

Jakarta-Kabar duka dari Ki Gendeng Pamungkas. Paranormal bernama asli Isan Massardi, itu,meninggal dunia pada Sabtu (6/6/2020) sekitar pukul 15.00 di Rumah Sakit Mulia Pajajaran, Kota Bogor

President University Menerapkan Kampus Merdeka

Minggu, 07 Juni 2020 - 12:14 WIB

Rektor Jony Haryanto Jelaskan Bagaimana President University Menerapkan Kampus Merdeka

Jony mengungkapkan bahwa konsep Kampus Merdeka telah diterapkan President University sejak lama. Target lulusan President University yang berkarya dengan pengembangan karakter, keterampilan,…

Nur Isny Kepala Kampung perbatasan Indonesia Papua Nugini

Minggu, 07 Juni 2020 - 12:14 WIB

Luar Biasa, Nur Isny Willa Istri Prajurit TNI Menjadi Kepala Kampung di Perbatasan RI-Papua Nugini

Isny Willa salah satu anggota Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana Cabang XVIII dari Kodim 1707/Merauke perlu di contoh dan menjadi inspiratif bagi anggota Persit maupun wanita…