Mengkhawatirkan, 16 Juta Pekerja Sawit Terancam Dampak Kebijakan Diskriminasi Eropa

Oleh : Herry Barus | Rabu, 24 April 2019 - 07:01 WIB

Mengkhawatirkan, 16 Juta Pekerja Sawit Terancam Dampak Kebijakan Diskriminasi Eropa
Mengkhawatirkan, 16 Juta Pekerja Sawit Terancam Dampak Kebijakan Diskriminasi Eropa

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kalangan pekerja dan petani sawit terancam kebijakan Uni Eropa yang akan melarang penggunaan sawit sebagai bahan baku biofuel. Oleh karena itu, Uni Eropa harus mempertimbangkan keputusannya karena berpotensi menimbulkan gejolak sosial dan ekonomi di Indonesia.

Hal ini diungkapkan tiga pembicara yaitu Sumarjono Saragih (Ketua Bidang Ketenagakerjaan GAPKI), Nursanna Marpaung (Sekretaris Eksekutif Jejaring Serikat Pekerja/Serikat Buruh Sawit Indonesia), dan Irham Ali Saifuddin (Country Office ILO Indonesia dan Timor Leste), dalam Diskusi Forum Jurnalis Sawit yang bertemakan " Membedah Peranan dan Kepatuhan Industri Sawit di Sektor Tenaga Kerja", Jakarta, Selasa (23/42019)

"Kami mengutuk tindakan EU (red- Europe Union/Uni Eropa) yang berencana  menghentikan pembelian sawit dari Indonesia. Seharusnya Eropa tidak hanya melihat deforestasi. Tetapi pikirkan juga manusianya," kata Nursanna Marpaung, Sekretaris Eksekutif Sekretaris Eksekutif Jejaring Serikat Pekerja/Serikat Buruh Sawit Indonesia (JAPBUSI).

Nursanna mengatakan kebijakan Eropa akan berdampak kepada keberlangsungan industri sawit  terkait perlindungan sawit secara menyeluruh. Industri sawit di Indonesia berkontribusi bagi penyerapan tenaga kerja sebagai gambaran jumlah pekerja di perkebunan rakyat, swasta dan negara sebanyak 3,78 juta orang dan terdapat 2,2 juta petani. Total jumlah pekerja yang terlibat dalam rantai pasok sawit mencapai 16,2 juta jiwa.

"Oleh karena itu, kami mendukung upaya pemerintah dalam rangka melawan diskriminasi sawit di Eropa. Pemerintah harus bersikap tegas karena ini menyangkut nasib para pekerja yang menggantungkan hidupnya dari sawit. Anggota kami di JAPBUSI hingga 2 juta orang yang bekerja di sawit," kata Nursanna.

Sumarjono Saragih, Ketua Bidang Ketenagakerjaan GAPKI, menjelaskan ancaman nyata yang dihadapi industri sawit lantaran tingginya tuntutan dan standar di pasar global. Ada enam tuduhan yang kerap dialamatkan yaitu status ketenagakerjaan, dialog sosial antara perusahaan dengan pekerja, keselamatan dan kesehatan kerja, mempekerjakan anak, upah yang minim dan lemahnya pengawasan pemerintah.

"Dengan isu lingkungan sudah kewalahan. Ditambah lagi isu anak dan pekerja. Kalau terus digaungkan maka akan berdampak besar bagi industri," katanya.

 

Isu negatit ketenagakerjaan jika  tidak bisa diselesaikan akan membuat iklim investasi ikut meredup. Sumarjono menyimpulkan industri sawit berada dalam ancaman. Di satu sisi biaya operasional termasuk upah pekerja terus naik, tapi harga sawit fluktuatif dan produktivitas kebun cenderung stagnan.

Irham Ali Saifudin, Country Office ILO Indonesia dan Timor Leste, mengakui dalam jangka pendek serta jangka panjang akan berdampak kepada pekerja yang mencapai 16 juta pekerja. ini berpengaruh krn eropa termssuk pembeli utama.

Oleh karena itu dia menyarankan  perlu dibuat formulasi strategi yang baik untuk memperkuat aspek positif informasi sawit. Selain perlu juga industri menunjukkan itikad baik dalam rangka memperbaiki tata kelola perkebunan

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jumat, 05 Juni 2020 - 17:30 WIB

Anies Baswedan Sebut DKI Jakarta Telah Lewati Puncak Kasus Covid-19

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan kasus positif corona (Covid-19) di DKI Jakarta sudah mulai melandai. Ia menyebut jika puncak kasus Covid-19 di DKI Jakarta terjadi pada pertengahan…

Es Krim Joyday Membantu Ribuan UMKM Terdampak Pandemi COVID-19

Jumat, 05 Juni 2020 - 17:26 WIB

Cerita Joyday Melehkan Ribuan UMKM Terdampak Pandemi COVID-19

Jakarta– Pemberlakuan peraturan pembatasan fisik sejak awal bulan April 2020 yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 membuat Indonesia mengalami penurunan ekonomi yang cukup dalam pada kuartal…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Jumat, 05 Juni 2020 - 17:15 WIB

Babak Belur Dihajar Covid-19, Kemenperin Kembali Bangkitkan Industri Perhiasan Jadi Andalan Ekspor

Kementerian Perindustrian terus mendorong para pelaku industri kecil menengah (IKM) agar tetap bergairah menjalankan usahanya di tengah tekanan berat dari dampak pandemi Covid-19.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Noni Purnomo memberikan apresiasi terhadap pengemudi taksi yang menyelamatkan seorang gadis yang diculik dari Jambi

Jumat, 05 Juni 2020 - 17:13 WIB

Kisah Pengemudi Bluebird Selamatkan Gadis Jambi yang Diculik

Jakarta-“Saya hanya terbayang, bagaimana kalau yang diculik itu anak atau keponakan saya....” Selasa pagi itu, seperti yang biasa ia lakukan setelah mengantar penumpang, Dadang menyempatkan…

Cabor Mix Martial Art Berharap Jadi Anggota KONI (Foto Bolasport)

Jumat, 05 Juni 2020 - 17:00 WIB

Cabor Mix Martial Art Berharap Jadi Anggota KONI

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyambut baik keinginan Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI) amatir menjadi anggota KONI.