Dongkrak Laju Bisnis di Tahun 2019, PT Fujitsu Indonesia Bidik Dua Sektor Strategis

Oleh : Ridwan | Kamis, 18 April 2019 - 11:30 WIB

 Director Fujitsu Indonesia, Odi Handoko (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)
Director Fujitsu Indonesia, Odi Handoko (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pendidikan dan kesehatan masih menjadi dua sektor penting yang harus diperhatikan di Indonesia. Kurikulum pendidikan dan sistem pengelolaan rumah sakit yang masih belum terorganisir dengan baik membuat Indonesia jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga lainnya.

Hingga saat ini, pemerintah masih terus berupaya menyempurnakan sistem kurikulum dan pengelolaan rumah sakit di Indonesia, salah satunya dengan menggandeng pihak swasta untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dengan negara lainnya.

Disisi lain, jika dilihat dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 250 juta jiwa, kedua sektor ini memiliki pasar yang sangat luar biasa. Peluang besar inilah yang diambil oleh PT Fujitsu Indonesia dengan memfokuskan kedua sektor tersebut sebagai target market perusahaan di tahun 2019. 

"Kedua sektor tersebut (Pendidikan dan Rumah Sakit) menjadi target kami di tahun 2019. Kami akan membawa teknologi mutakhir dari Jepang untuk menyempurnakan sistem kurikulum dan pengelolaan rumah sakit di Indonesia," kata Odi Handoko selaku Managing Director PT Fujisu Indonesia kepada Industry.co.id di Jakarta (18/4).

Ditambahkan Odi, pendidikan menjadi sektor yang tidak akan ada habisnya di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Menurutnya, pendidikan menjadi kunci utama untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang lebih berdaya saing. "Maka dari itu, kami menciptakan solusi teknologi tertkini untuk diadopsi dalam kurikulum pendidikan di Indonesia," terangnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, nantinya teknologi kurikulum tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan di Indonesia. "Kami punya teknologi dari Jepang yang nantinya akan disesuiakan dengan kebutuhan kurikulum pendidikan di Indonesia," jelas Odi.

Hal serupa pun akan dirancang oleh PT Fujitsu Indonesia untuk sistem pengelolaan rumah sakit di Indonesia. Pasalnya, hingga saat ini masih banyak ditemukan sejumlah rumah sakit yang masih belum menggunakan sistem komputerisasi. 

"Sama halnya seperti sektor pendidikan, kesehatan pun menjadi fokus kami di tahun 2019. Oleh karena itu, kami akan merancang satu solusi yang akan membuat sistem pengelolaan rumah sakit menjadi lebih sempurna," ungkapnya.

Odi menjelaskan, solusi yang dinamakan Healthcare tersebut nantinya akan disesuiakan dengan kebutuhan sistem kesehatan di Indonesia. "Kami sudah ada pembicaraan dengan BPJS, nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan sistem kesehatan di Indonesia," tutur Odi.

Odi berharap solusi Helathcare akan bisa diperkenalkan pada kahir tahun 2019 di Indonesia. "saya berharap akan segera rilis di akhir tahun ini. Pasalnya, selain menjadi fokus kami, kedua sektor tersebut juga memiliki market yang sangat besar di Indonesia. Sehingga nantinya akan mampu mendongkrak pertumbuhan bisnis kami di Indonesia," tutup Odi.

Sekedar informasi, PT Fujitsu merupakan perusahaan asal Jepang yang mengkhususkan diri dalam semikonduktor, komputer, (super komputer, komputer pribadi, server), telekomunikasi, dan jasa, dan bermarkas di Tokyo.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Karna Brata Lesmana (Kedua dari kanan), pengusaha asal Jakarta yang Mengaku Jadi Korban Pembatalan Sertifikat Lahan Miliknya

Selasa, 23 Juli 2019 - 23:03 WIB

Pengusaha Ini Membantah Pernyataan Yusril

Jakarta - Salah satu penyebab terjadinya masalah pertanahan di Indonesia adalah tak adanya kepastian hukum. Kerap terjadi dalam kasus sengketa lahan, klaim atas bukti kepemilikan yang sah. Jika…

200 anak panti asuhan merayakan Hari Anak Nasional dengan melakukan berbagai hal menarik di Haluun by Haluu.(ist)

Selasa, 23 Juli 2019 - 22:03 WIB

Keceriaan 200 Anak Panti Rayakan HAN di Baluun By Haluu World

Berbagai aktivitas seru seperti ber-selfie ria di Baluun Exhibition hingga bermain sambil berkenalan dengan teman baru.

Pariwisata di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (Foto Ist)

Selasa, 23 Juli 2019 - 22:00 WIB

Labuan Bajo NTT Diharapkan Jadi Destinasi Wisata Premium

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya berharap Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa menjadi destinasi ekowisata yang berkelas atau destinasi pariwisata premium.

Rosdiana Setyaningrum MPsi, MHPEd, seorang Psikolog anak dan keluarga.(ist)

Selasa, 23 Juli 2019 - 21:50 WIB

Pentingnya Kembangkan Keterampilan Anak Saat SD

Keterampilan bersosialisasi, IQ, dan kreatifitas anak akan selesai di usia 12 tahun.

Distya Tarworo Endri selaku Senior Brand Manager Pepsodent.(ist)

Selasa, 23 Juli 2019 - 21:42 WIB

Berikan Perlindungan Menyeluruh Si Kecil Sejak Hari Pertama Sekolah

Orangtua harus melindungi anak tidak hanya dalam aspek psikologis, tetapi juga aspek kesehatan gigi dan mulut.