Jasa Marga Diskon Tarif Trans Jawa Hingga Mudik Lebaran

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 16 April 2019 - 11:12 WIB

 PT Jasa Marga Tbk (JSMR) / http://pasarmodal.inilah.com
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) / http://pasarmodal.inilah.com

INDUSTRY.co.id, Jakarta - PT Jasa Marga (Perseroan) Tbk (JSMR) menyatakan masih membutuhkan waktu untuk memantapkan berapa tarif normal untuk Tol Trans Jawa.

Perusahaan pelat merah ini butuh historical data sebelum menentukan berapa tarif ideal untuk Tol Trans Jawa. Untuk itu, JSMR masih memperpanjang diskon tarif tol ini sampai libur mudi Lebaran.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan, saat ini tarif tol Trans Jawa ini masih didiskon. Menurutnya, diskon ini diperpanjang dari rencana awal yang berakhir pada 21 Maret 2019 alias dua bulan sejak diberlakukan pada 21 Januari 2019 lalu menjadi sampai batas waktu mudik Lebaran.

Desi menturkan, pihaknya masih belum bisa membaca arah masyarakat dalam penggunaan tol Trans Jawa.

"Untuk mengkaji itu harus ada historical data, padahal dioperasikannya baru dua bulan. Historical datanya masih goyah belum stabil, sementara kita masih kasih diskon untuk jarak terjauh dari setiap kluster," katanya di Bursa Efek Indonesia, Senin (15/4/2019).

Apalagi, perekaman data saat ini terlalu dekat dengan mudik. Jadi, anggota indeks Kompas100 ini, masih belum mendapatkan data yang pasti soal perilaku masyarakat terhadap tol Trans Jawa.

"Kita masih lihat nanti karena belum stabil, karena berdasarkan data Litbang Kementerian Perhubungan (Kemhub) saja perilaku masyarakat saat mudik di Tol Trans Jawa akan meningkat. Itu sudah pasti," jelas Desi. 

Maka demikian, ia menyatakan, diskon ini masih akan berjalan hingga mudik Lebaran tahun ini.

Saat ini, pemberlakuan tarif ruas Jalan Tol Trans Jawa masih diskon sebesar 15%. Diskon tarif tol ini diberikan mulai dari Cluster II, Cluster III, dan Cluster IV (barrier to barrier).

Pertama, tarif itu berlaku bagi pengguna yang masuk di Gerbang Tol (GT) Palimanan menuju GT Kali Kangkung, serta sebaliknya pada Cluster II tol ini.

Diskon juga diberikan pada Cluster III yang berlaku bagi pengguna jalan yang masuk di GT Banyumanik menuju GT Warugunung, serta sebaliknya. Terakhir, diskon tarif 15% pada Cluster IV hanya berlaku bagi pengguna jalan yang masuk di GT Kejapanan Utama dan keluar di GT Grati, serta sebaliknya. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Razer-Visa Sepakat Kembangkan Transformasi Pembayaran di Asia Tenggara

Selasa, 25 Juni 2019 - 15:18 WIB

Razer-Visa Sepakat Kembangkan Transformasi Pembayaran di Asia Tenggara

Razer™, brand gaya hidup terkemuka di dunia untuk para gamer, dan Visa, perusahaan pembayaran digital terdepan di dunia, telah mengumumkan kemitraan untuk pertama kalinya dalam rangka mengembangkan…

Jaringan Internet LinkedIn (Foto Ist)

Selasa, 25 Juni 2019 - 14:29 WIB

Study LinkedIn: Adanya 3 Rising Skills di Indonesia yang Mempengaruhi Inovasi dan Transformasi Perusahaan  

LinkedIn, jaringan profesional terbesar di dunia, meluncurkanLaporan Future of Skills 2019, yang mengidentifikasi 10 rising skills (peningkatan keterampilan) yang paling tinggi di antara…

BMKG Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 25 Juni 2019 - 14:18 WIB

Fenomena Suhu Dingin di Wilayah Dieng

Menyikapi kondisi suhu dingin yang menyebabkan terjadinya fenomena embun beku di wilayah dataran tinggi Dieng dalam beberapa waktu belakangan ini, kejadian kondisi suhu dingin tersebut merupakan…

Rizal Ramli (dok RMOL)

Selasa, 25 Juni 2019 - 14:00 WIB

Rizal Ramli Pernah Ingatkan Presiden Jokowi Dampak Kebijakan Austerity Sri Mulyani

Ekonom senior DR. Rizal Ramli telah mengingatkan Presiden Joko Widodo untuk menolak rencana Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam menerapkan kebijakan austerity atau pengetatan anggaran yang berdampak…

Rumah Mewah (Ist)

Selasa, 25 Juni 2019 - 13:10 WIB

Pemerintah Resmi Pangkas PPh Properti Mewah Jadi 1% dan Mobil di Atas Rp2 M jadi 5%

Pemerintah resmi menurunkan Pajak Penghasilan (PPh) atas penjualan rumah dan apartemen dengan harga di atas Rp30 miliar kendaraan bermotor dengan harga di atas Rp2 miliar menjadi 1 persen.