Pascastunami, Industri Pariwisata di Banten Mulai Bergerak

Oleh : Herry Barus | Senin, 15 April 2019 - 03:58 WIB

Tanjung Lesung (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)
Tanjung Lesung (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Serang- Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan sektor wisata di Provinsi Banten, khususnya wisata pantai, mulai menggeliat pascastunami, yang tercermin dari Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di sejumlah hotel berbintang, yang mulai dipenuhi wisatawan domestik.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, Bambang Widjonarko di Serang, Minggu (14/4) menyebutkan pada Januari 2019 TPK hotel berbintang mencapai 49,92 persen, atau turun 2,03 poin dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 51,92 persen, namun Februari mencapai 53,31 persen, atau naik 3,39 poin dibanding bulan Januari.

"Pada bulan Januari mengalami penurunan yang diduga masih disebabkan dari adanya dampak tsunami di wilayah Pandeglang dan Kabupaten Serang sehingga tidak ada yang mau mengadakan kegiatan ataupun menginap di sekitar wilayah tersebut," katanya.

"Namun pada bulan Februari 2019, hotel-hotel di sekitar wilayah tersebut sudah kembali didatangi wisatawan, terutama wisatawan domestik, yang terlihat pada libur hari raya Imlek," tambahnya.

Hal inilah, kata dia,  yang menyebabkan TPK pada bulan Februari 2019 kembali meningkat dan juga karena adanya kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) sejak awal tahun.

Mengingat adanya hari libur keagamaan di bulan Maret 2019, yakni hari raya Nyepi, maka TPK satu bulan ke depan diperkirakan akan mengalami peningkatan, namun hari libur tersebut diprediksi tidak akan mampu mendongkrak kenaikan TPK secara signifikan.

Dalam catatatan Antara, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) gabungan (asing dan Indonesia) pada hotel berbintang di Banten selama Januari 2019 tercatat sebesar 1,29 hari atau turun 0,02 poin dibanding bulan sebelumnya yaitu 1,31 hari.

Dilihat dari asal tamu hotel, penurunan ini utamanya disebabkan oleh RLMT Indonesia yang turun 0,27 poin.

Dirinci lebih lanjut menurut klasifikasi hotel, turunnya RLMT gabungan pada hotel berbintang di bulan Januari 2019 disebabkan oleh penurunan RLMT gabungan pada hotel bintang empat dan hotel bintang lima masing-masing sebesar 0,10 poin dan 0,36 poin, katanya.

Pada bulan Februari 2019, RLMT gabungan (asing dan domestik) pada hotel bintang di Banten tercatat sebesar 1,40 hari atau naik 0,11 poin dibanding bulan Januari 2019.

Dilihat dari asal tamu hotel, kenaikan ini utamanya disebabkan oleh meningkatnya RLMT Indonesia dan RLMT Asing masing-masing sebesar 0,39 poin dan 0,03 poin.

Peningkatan RLMT gabungan pada hotel berbintang di bulan Februari 2019 disebabkan oleh naiknya RLMT gabungan pada hampir seluruh kelas hotel di Banten kecuali hotel bintang dua yang justru mengalami penurunan 0,02 poin.

Dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, RLMT gabungan turun 0,12 poin, dari sebelumnya mencapai 1,52 hari. Penurunan RLMT gabungan ini utamanya berasal dari turunnya RLMT pada hampir semua kelas hotel bintang kecuali hotel bintang satu dan hotel bintang tiga yang justru naik masing-masing sebesar 0,55 poin dan 0,08 poin.

Perkembangan RLMT gabungan hotel berbintang selama setahun terakhir memperlihatkan kondisi yang masih fluktuatif, mengalami penurunan di bulan Januari 2019 dan kembali meningkat di bulan Februari 2019.

Sejalan dengan TPK yang diprediksi mengalami kenaikan, RLMT satu bulan ke depan diperkirakan juga mengalami peningkatan dengan alasan yang sama atas prediksi kenaikan TPK Maret 2019, demikian Bambang Widjonarko.

Seperti diinformasikan sebelumnya, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung kian menjadi primadona bagi wisatawan lokal baik itu keluarga maupun korporasi. Hal tersebut diperkuat dengan adanya kunjungan wisata dari PT Ina Publikatama, Yayasan FIZAR, PT Lintas Sertifindo Unggul yang tergabung dalam Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (ARKI).

“Tanjung Lesung adalah beach resort dan recreation park yang memiliki fasilitas tingkat dunia, fun games dan fun aerobik yang atraktif atau inspiratif,” kata Taufik A. Wumu, selaku Ketua Umum ARKI (Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia) dikutip dari presidentpost, Selasa (12/3/2019).

Taufik menambahkan, tersedianya makanan yang segar atau fresh kitchen seperti ikan, udang dan cumi fresh langsung dari Selat Sunda juga menjadi nilai tambah daya tarik Kawasan Ekonomi Khusus yang juga masuk dalam program 10 Bali tersebut.

 

.

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Neta S Pane, IPW (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:56 WIB

Lima Alasan IPW Desak Polri Segera Menahan Komjen Purn Sofyan Jacob

Ind Police Watch (IPW) mendesak Polri segera menahan Sofyan Jacob. Jika Sofyan tidak hadir, Polri harus melakukan upaya jemput paksa dan segera menjebloskannya ke tahanan.

Harry Hikmat Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:45 WIB

Korban Bencana Alam Yang Jatuh Miskin Berpeluang Dapat PKH

Korban bencana alam yang jatuh miskin berpeluang menjadi penerima program keluarga harapan (PKH) baru . Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat menjelaskan korban bencana…

Shabrina Evaswantry Binti Novizar Swantry ( Nana) (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:36 WIB

Surat-Surat Wasiat Mendiang Nana ( Obituari Penderita Kanker)

“ For Everyone. PS : Sayang, tolong dibacakan setelah kuburku ditutup. Bacakan dengan ikhlas dan penuh syukur. Dont be sad,” itu tulisan pengantar dari surat “wasiat” almarhumah Shabrina…

Festival cabai

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:19 WIB

Menduniakan Cabai Melalui Festival Cabai

Tangerang - Pada perayaan acara Pehcun atau lomba perahu naga di Tangerang 15-16 Juni ini Kementerian Pertanian yang bekerja sama dengan Museum Tanah dan Pertanian Bogor dan Museum Benteng Heritage…

Dok/Humas PP

Minggu, 16 Juni 2019 - 10:19 WIB

Groundbreaking Proyek Smelter, Kontrak Baru PTPP Sampai Dengan April 2019 Catat Rp10,57 Triliun

PT PP (Persero) Tbk (“Perseroan”), salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia telah melakukan pendandatanganan kontrak Pembangunan Pabrik Peleburan (Smelter) berteknologi…