Pascabencana, Kunjungan Wisatawan ke Sulteng Kembali Normal

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 13 April 2019 - 13:00 WIB

Wisata Kapal Layar (Foto ist)
Wisata Kapal Layar (Foto ist)

INDUSTRY.co.id - Palu - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah optimistis kunjungan wisatawan mancanegara maupun nusantara pada 2019 akan lebih baik dari trahun-tahun sebelumnya, seiring dengan semakin banyaknya destinasi wisata di seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini.

"Tahun ini tampaknya akan lebih banyak wisatawan datang ke Sulteng untuk menikmati berbagai objek wisata menarik yang banyak tersebar di seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sulteng, I Nyoman Sariadijaya, didi Palu, Jumat, (12/4/2019)

Ia mengatakan data kunjungan wisatawan mancanegara selama 2018 menunjukkan peningkatan cukup mengembirakan, meski terjadi bencana alam gempabumi, tsunami dan likuefaksi di sejumlah wilayah.

Selama 2018, kata dia, wisman yang berkunjung ke Sulteng sebanyak 25.741 kunjungan yang berarti naik dibandingkan pada tahun sebelumnya yang hanya sekitar 19.000 orang.

Justru sebaliknya, kata Nyoman, tingkat kunjungan wisatawan nusantara tidak memenuhi target yang ditetapkan." Kita targetkan 3.450.000 kunjungan, tetapi terealisasi hanya 3.432.178 kunjungan," katanya.

Dia mengaku dampak dari bencana alam yang melanda sejumlah daerah di Sulteng, ada sekitar 30 persen objek wisata mengalami kerusakan sehingga perlu dibenahi kembali.

Namun demikian, tidak menyurutkan para wisatawan, terutama mancanegara tetap tertarik datang ke Sulteng untuk menikmati keindahan dan keunikan objek wisata yang ada di Sulteng.

Menurut dia, pembangunan kepariwisataan tidak lain ditujukan pada upaya pelestarian alam dan lingkungan, peningkatan ekonomi agar masyarakat dapat sejahtera, termasuk mengatasi pengangguran.

Sulteng memiliki banyak objek wisata yang tidak kalah menarik dengan daerah lain, mulai dari wisata alam, bahari hingga berbagai jenis kuliner tradisional dan tumbuhan obat-obatan.

Bahkan, daerah ini memiliki sejumlah destinasi wisata unggulan, seperti Kepulauan Togean yang didominasi objek wisata bahari, Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) yang di dalamnya terdapat objek wisata Danau Tambing, serta kawasan megalitikum di Lembah Bada, Napu dan Besoa di Kabupaten Poso.

I Nyoman juga mengatakan industri pariwisata, katanya, telah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulteng selama 2018 sebesar 6.65 persen dibanding 2017 hanya 4,41 persen.

"Majunya industri pariwisata bukan hanya didukung ketersediaan infrastruktur penunjang, tetapi kualitas sumber daya manusia menjadi penentu," ujar dia.

Pada tahun ini, pihaknya lebih memprioritaskan program pengembangan industri pariwisata berbasis usaha kecil menengah dengan mendorong dan meningkatkan standarisasi serta sertifikasi usaha pariwisata.

Disamping itu, mengembangkan skema fasilitasi guna mendukung usaha pariwisata skala kecil dan menengah.

Sementara Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), Jusman membenarkan Danau Tambing yang terletak di Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso selama ini banyak dikunjungi wisatawan lokal sampai mancanegara.

Danau Tambing merupakan salah satu destinasi unggulan di Sulteng yang diharapkan kje depan lebih banyak menyedot wisatawan mancanegara.

Rata-rata wisatawan mancanegara yang datang ke Danau Tambing adalah para penggemar dan peneliti burung.


Kawasan wisata yang berada pada jalur jalan Palu-Napu-Poso tersebut merupakan "surga" burung. Ada sekitar 200 jenis burung dan 30 persen diantaranya satwa endemik hidup dan berkembangbiak di kawasan hutan disekitarnya.

"Jika ingin mengamati dan meneliti burung datang saja ke Danau Tambing.Disana pengunjung akan dimanjakan oleh suara nyaring berbagai jenis burung," kata Jusman.(Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Seorang pekerja sedang mengawasi conveyer batu bara PT Gunung Bara Utama, anak usaha PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM). (Foto istimewa TRAM)

Rabu, 16 Oktober 2019 - 09:42 WIB

Trada Alam Minera Dirikan Khatulistiwa Sinar Investama

Jakarta - Manajemen PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) bersama PT Semeru Infra Energi mendirikan PT Khatulistiwa Sinar Investama. Pendirian anak usaha yang bergerak di bidang investasi tersebut…

Bantuan Rumah Layak Huni Korban Gempa Ambon

Rabu, 16 Oktober 2019 - 09:00 WIB

AQL Peduli Berangkatkan TIM Persiapan Kapal Darurat Pangan

Ternate - Tim Arrahman Quranic Learning (AQL) Peduli akan melepas kapal bantuan kemanusiaan untuk pengungsi gempa di desa Gane Luar, Kab Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Signify Menyinari Qutub Minar dengan Pencahayaan LED Warm White

Rabu, 16 Oktober 2019 - 09:00 WIB

Signify Menyinari Qutub Minar dengan Pencahayaan LED Warm White

Signify (Euronext: LIGHT), pemimpin dunia di bidang pencahayaan, mengumumkan bahwa perusahaan telah menyinari Qutub Minar yang ikonis di New Delhi, India menggunakan sistem pencahayaan Color…

Farida Mokodompit yang semula sebagai Direktur Operasional sekaligus Plt Direkur Utama menjadi definitif Direktur Utama Perum Perindo

Rabu, 16 Oktober 2019 - 08:00 WIB

Penyerahan SK Direksi BUMN

Bertempat di Kantor Kementerian BUMN, telah dilaksanakan pelantikan dan penyerahan Salinan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Selaku Wakil Pemerintah Sebagai Pemilik Modal Perusahaan…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 16 Oktober 2019 - 07:57 WIB

IHSG Lanjutkan Penguatan Support Resistance 6130-6220

Jakarta - Secara teknikal IHSG berhasil tutup diatas Moving Average 20 hari dan FR61.8% sehingga potensi IHSG akan melanjutkan penguatan cukup berpeluang besar dengan target selanjutnya pada…