Ada Peneliti Asing dalam Penolakan PLTA, Ini Respons Peneliti IPB

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 06 April 2019 - 06:00 WIB

Ada Peneliti Asing dalam Penolakan PLTA, Ini Respons Peneliti IPB (Foto Dok Industry.co.id)
Ada Peneliti Asing dalam Penolakan PLTA, Ini Respons Peneliti IPB (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta—  Kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru dinilai tidak menganggu habitat orangutan Tapanuli. Sementara penolakan PLTA melalui isu orangutan diakui oleh peneliti Indonesia telah melibatkan pihak asing.

“Memang berdasarkan penelitian di bidang genetik, bukan hanya saya tapi juga tim besar dari beberapa negara. Kita bergabung dari Indonesia, mencoba untuk memetakan awalnya bagaimana sihgenetika si orangutan Sumatera itu,” kata Puji Rianti, peneliti genetika dari Institut Pertanian Bogor (IPB), dalam sebuah acara diskusi yang digelar di Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Terhadap keterlibatan peneliti asing, Puji memang tidak menjelaskannya secara detail. Namun, hasil penelusuran wartawan diketahui bahwa spesies orangutan Tapanuli dari hutan Batang Toru ini diteliti oleh peneliti asal Amsterdam, Belanda, Gabriella Fredriksson. Wanita yang akrab disapa Gaby itu menjadi koordinator Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP) yang berasal dari organisasi PanEco dan Yayasan Ekosistem Lestari (YEL).

Dalam sesi tanya jawab, salah satu panelis sempat menyinggung sosok Gaby dalam penelitian orangutan Tapanuli. Saulian, mantan pegawai Bappeda Tapanuli Selatan, mengaku sejak 2007 sudah melakukan diskusi intensif dengan Gaby dari YEL. 

“Hasil akhir yang (jadi) puncaknya, barangkali pada 2012. Saat itu kami (sempat) usulkanlah kawasan ini (Batang Toru) (berubah) dari hutan produksi menjadi hutan lindung,” ujarnya.

Terlepas dari polemik keterlibatan peneliti asing dalam penolakan PLTA ini, Puji mengatakan bahwa orangutan dari Batang Toru ini merupakan hewan yang hanya ada di Indonesia saja. “Ini berbeda dengan yang ada di Kalimantan karena di sana masih share dengan Malaysia,” ujarnya.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Wiratno, menegaskan bahwa keberadaan orangutan di Batang Toru ini tetap aman dari aktivitas pembangunan PLTA yang ada di wilayah Tapanuli Selatan tersebut. “Mereka (orangutan) berinteraksi dengan masyarakat di Tapanuli Selatan. Mereka semua berhubungan dengan orangutan secara baik,” jelasnya.

Penegasan Wiratno ini sekaligus juga menampik tudingan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang dimotori oleh Walhi bahwa pembangunan PLTA itu telah mengancam kehidupan orangutan akibat fragmentasi hutan. “Data-data lapangan memang belum kita ekspos tapi itu sudah lengkap. Kita masih terus melakukan monitoringnya sampai sekarang,” katanya. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

MenKopUKM Teten Masduki saat mengunjungi pengrajin batik binaan KSPPS BMT Bina Ummat Sejahtera, Rembang.

Minggu, 05 Juli 2020 - 14:30 WIB

MenkopUKM Dorong KSPPS BMT BUS Rembang Garap Sektor Pertanian dan Kelautan

MenKopUKM berharap BMT BUS mengembangkan UMKM di sektor pertanian dan kelautan. Menurutnya, pertanian dan kelautan masih dikuasai 96 persen UMKM, sehingga memiliki potensi besar untuk digarap…

Senam Senjata Cara Prajurit Satgas Puter XXIII Wiltim Jaga Kebugaran Tubuh

Minggu, 05 Juli 2020 - 14:30 WIB

Senam Senjata Cara Prajurit Satgas Puter XXIII Wiltim Jaga Kebugaran Tubuh

Dalam rangka memelihara kebugaran dan meningkatkan kekuatan fisik, prajurit Pasmar 2 Korps Marinir yang tergabung Satgas Puter XXIII Wiltim melaksanakan senam senjata di Pos Pulau Batek, Kupang,…

Kartu Prakerja

Minggu, 05 Juli 2020 - 14:17 WIB

Waduh Pemerintah Akhirnya Menghentikan Pelatihan Kartu Prakerja, Kenapa Ya?

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis dan Pembangunan (LKSP) Astriana B Sinaga menyebut penghentian pelatihan kartu prakerja ini sesuai dengan persepsi masyarakat yang terpotret dalam…

UBSI Siapkan Bea Siswa Bagi Selegram, Influencer Hingga Vlogger

Minggu, 05 Juli 2020 - 14:00 WIB

UBSI Siapkan Bea Siswa Bagi Selegram, Influencer Hingga Vlogger

Era digital mendorong remaja Indonesia lebih kreatif dan produktif. Antara lain, menjadi selegram, influencer dan vlogger

Dokter Cut Putrie Arnie dan Dokter Eka Ginanjar

Minggu, 05 Juli 2020 - 13:15 WIB

Hati-hati...Daya Tahan Tubuh Lemah Rawan Terinfeksi COVID-19

Tingginya kasus positif COVID-19 pada penderita Penyakit Tidak Menular (PTM), disebabkan oleh faktor lemahnya daya tahan tubuh penderitanya. Seperti diketahui, daya tahan tubuh yang lemah dapat…