Quo Vadis Pemilu 2019, Ini Harapan Tokoh Akademisi

Oleh : Ahmad Fadli | Jumat, 05 April 2019 - 23:14 WIB

President University bekerja sama dengan Universitas Indonesia mengadakan diskusi publik dengan tema “Quo Vadis Pemilu 2019”, yang berlangsung di President Lounge, Menara Batavia, Jumat (5/4/2019).
President University bekerja sama dengan Universitas Indonesia mengadakan diskusi publik dengan tema “Quo Vadis Pemilu 2019”, yang berlangsung di President Lounge, Menara Batavia, Jumat (5/4/2019).

INDUSTRY.co.id, Jakarta - President University bekerja sama dengan Universitas Indonesia mengadakan diskusi publik dengan tema “Quo Vadis Pemilu 2019”, yang berlangsung di President Lounge, Menara Batavia, Jumat (5/4/2019).

Dalam forum itu turut hadir Dr. S.D. Darmono (Pendiri President University), Prof. Ari Kuncoro S.E., M.A., Ph. D, Prof. Dr. Satya Arinanto, SH, MH, Drs. Muhammad A.S. Hikam, M.A., Ph.D, lr. Erman Suparno M.B.A, M.Si, Prof. Dr. Azyumardi Azra M.A, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, Rikard Bagun, serta akademisi Universitas Indonesia dan Universitas Presiden.

Founder President University Setyo Djuandi Darmono dalam konteks ekonomi sosial mengatakan bahwa calon pemimpin terpilih nantinya diharapkan lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat.

Presiden terpilih nantinya bisa bergerak cepat, terukur, dan terstruktur. Gagasan yang diharapkan bisa menjadi solusi kesenjagangan sosial untuk kesejahteraan masyarakat adalah membangun kota modern di sejumlah titik di Indonesia.

"Bangun kota modern sehingga rakyat punya tempat kerja keras yang dihargai. Di dalam kota itu ada aturan ketat, namun tetap aman dan nyaman. Nantinya kota-kota itu dalam beberapa tahun ke depan mekar dan dapat mempengaruhi masyarakat di sekitarnya, sehingga semua provinsi maju," kata Darmono yang merupakan Chairman Jababeka Group.

Kedua menurutnya dengan memberi kesempatan pada generasi muda, untuk melatih skill-nya di perusahaan dalam konteks magang. "Jadi lulus dari SMA atau SMK mereka sudah terdidik sesuai kebutuhan perusahaan,”pintanya

Selain soal kesenjangan sosial, diskusi ini juga membahas tentang praktik transaksional atau politik uang. Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) 2011-2016, Budi Susilo Soepandji mengatakan bahwa Indonesia harus lebih baik jika pemilu yang menjadi perwakilan idealisme, berjalan tanpa politik uang.

"Jika hal itu dilanggar akan berbuntut panjang secara hukum dan politik, mulai dari gugatan hukum hingga potensi gejolak di kalangan masyarakat," kata Budi.

Padahal menurutnya, money politic atau politik menjadi hal penting karena menunjukkan kualitas sumber daya manusia di era demokrasi yang berkaitan erat dengan moral, kejujuran, dan karakter.

Tentang politik uang juga dibahas oleh Guru Besar UIN Jakarta lainnya, Komarudin Hidayat. Menurutnya budaya korupsi kian menjamur bahkan sampai ke generasi muda yang terjun ke dunia politik. Kondisi itu disebabkan karena adanya kesenjangan kesejahteraan.

Masih dalam bahasan pemilu 2019, menurut Komarudin korupsi dan politik yang menjadi lorong gelap lantaran mahalnya biaya politik. Alhasil kaum muda yang terjun ke dunia politik, ikut mengambil jalan pintas (politik uang) dalam berdemokrasi.

Meski demikian, para akademisi ini punya gagasan yang menurut mereka layak dipertimbangkan. Salah satunya manajemen sistem demokrasi yang harus diperbaiki. "Ukurannya adalah rakyat. Apapun caranya yang menang haruslah rakyat, di mana suara rakyat diwakilkan oleh DPR/DPRD."

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bersama Anindya Bakrie saat berfoto bersama Menteri Investasi Inggris Lord Grimstone

Kamis, 26 Mei 2022 - 15:30 WIB

Bertemu Menteri Investasi Inggris, Bahlil Pastikan Kerja Sama RI-Inggris Bakal Diteken pada KTT G20 di Bali

Di sela kunjungan kerjanya ke Davos, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu dengan Menteri Investasi Inggris Lord Grimstone kemarin siang (25/5)…

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Mardani H. Maming

Kamis, 26 Mei 2022 - 15:00 WIB

Ini Kontribusi 50 Tahun HIPMI untuk Indonesia Menuju Era Keemasan

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sedang menuju era keemasan yang tahun ini akan menginjak usia 50 tahun. Anggota HIPMI di seluruh Indonesia akan tetap berjuang untuk membangun ekonomi…

Mentan SYL menyaksikan Porang yang akan diolah

Kamis, 26 Mei 2022 - 14:52 WIB

Kementan Dukung Investor Bangun Pabrik Olahan Porang Skala Besar di Lombok Barat

Pabrik pengolahan porang menjadi tepung glukomanan berkadar 90 persen mulai dibangun di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

PT Alkindo Naratama Tbk (“ALDO”

Kamis, 26 Mei 2022 - 14:07 WIB

Laba Bersih ALDO Melesat 70,8% pada Kuartal I-2022

PT Alkindo Naratama Tbk (“ALDO”), emiten yang bergerak pada bisnis kertas dan bahan kimia yang terintegrasi, terus meraih kinerja yang positif pada awal tahun 2022 dengan bukukan kenaikan…

Willy Bintoro Chandra, Pembina DPD Aspadin Jawa Tengah

Kamis, 26 Mei 2022 - 12:00 WIB

Pelabelan BPA Pada AMDK Galon Guna Ulang Dinilai Diskriminatif

Willy Bintoro Chandra, Pembina DPD Aspadin Jawa Tengah, mengatakan dampak kebijakan BPOM yang mewajibkan pelabelan “berpotensi mengandung BPA” khusus pada AMDK galon guna ulang sangat diskriminatif…