"Mencetak" Uang Dari Dapur Rumah

Oleh : Kormen Barus | Rabu, 03 April 2019 - 06:52 WIB

Peran ibu menjadi dominan karena banyak yang melirik sektor kuliner sebagai sumber pemasukan keuangan keluarga.
Peran ibu menjadi dominan karena banyak yang melirik sektor kuliner sebagai sumber pemasukan keuangan keluarga.

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Bertempat di restoran Jepang Momiji lt 1, Hotel Aston Priority Simatupang Jakarta menyelenggarakan Talk Show dan Cooking Challenge, "Peluang Emas Bisnis Kuliner Street Food Nusantara." Isu ini menjadi salah satu topik bahasan menarik karena sektor kuliner paling banyak dilirik oleh mereka yang belum berkesempatan bekerja,  dan  ingin mendapatkan penghasilan secara mudah,  dengan modal terbatas. Tahan krisis,  karena orang  membutuhkan makan, dinamis dengan banyaknya varian dan inovasi, serta tidak membutuhkan perijinan yang rumit. Serta bisa dikerjakan secara bergotong royong di dapur rumah.

Salah satu lini kuliner yang senantiasa dicari orang adalah street food atau dikenal pula dengan nama hawker food, alias makanan kakilima. Street food juga  diistilahkan sebagai makanan comfort food, makanan yang membuat perasaan senang,  dan senantiasa di rindukan. Di Indonesia, menunya mengacu kepada menu Nusantara yang diolah secara rumahan.  Tradisi street food merata di berbagai belahan dunia dan menjadi ikon wisata kuliner yang menarik.  Selain mudah diakses, menu khas bercitarasa rumahan nan otentik, harga murah dengan pelayanan ramah. Street food dijadikan referensi untuk mempelajari budaya kuliner suatu bangsa.

Street Food Indonesia diklaim menjadi produk unggulan yang kaya ragam, dan varian penyajian. Bisa dibayangkan, jika dari 1 menu nasi goreng akan muncul ratusan varian nasi goreng otentik dan yang sudah dimodifikasi, lantas berapa banyak lagi menu street dari varian lainnya?

Singapura menjadi salah satu negara pelopor bisnis kuliner street food ternama. Menikmati kuliner di negeri ini senantiasa menghadirkan kenyaman an dalam bersantap yang dikemas dalam pengalaman yang tidak terlupakan.  Mereka membesut usaha street food menjadi atraksi wisata mendunia dalam perhelatan akbar "Singapore  Street Food Festival".

Awalnya, pemerintah Singapura sempat kewalahan dengan banyaknya pelaku usaha street food yang menjamur, menempati sarana publik seperti jalan dan trotoar serta merusak tata kota karena menghadirkan pemandangan yang kurang nyaman dilihat. Standarisasi rasa dan harga makanan pun menjadi  sulit dikontrol. Akhirnya dibuat regulasi usaha street food yang bertujuan untuk menyelamatkan pedagang dan juga pembeli, serta upaya-upaya lain dengan menjadikan street food sebagai salah satu pendapatan negara terbesar di sektor pariwisata. Mereka memiliki konsep street food moderen, pedagang berseragam, kebersihan mutlak, diantaranya transaksi menggunakan kartu,  bukan uang tunai,  keamanan pangan yang tinggi, harga terjangkau dan tempat berjualan yang nyaman dengan pilihan  konsep klasik dan moderen. Konsep Singapura dalam mengelola street food kemudian dijadikan role model oleh negara lain dan terbukti sukses.

Bagaimana dengan perkembangan street food di Indonesia, walau hadir konsep street food moderen, hal ini masih bisa dihitung dengan jari dan hanya dilakukan oleh pelaku bisnis bermodal besar. Pelaku bisnis yang berkantong tipis melipir dan menjalankan usahanya di atas trotoar, pinggir jalan, halteu bus,  taman umum yang tidak terkena biaya sewa lahan. Sebagian lagi  menggunakan gerobak dorong dan door to door memasarkan makanannya. Cenderung seadanya dan mengabaikan aspek keamanan pangan dari asal usul bahan, cara pengolahan, tempat berjualan,  serta kenyamanan bersantap. Konsep ala kadarnya ini, kemudian menimbulkan permasalahan serius terhadap kesehatan, pencemaran lingkungan serta gangguan bagi pengguna jalan.

Beragam isu seputar permasalahan street food kemudian menjadi topik bahasan menarik bagi Budi Hartono, Ketua Pelaksana Event dari Forum Warta Pena, Ibu Ena, Founder SaNiNa Art & Culinary Center, dan Bapak Abi, Sous Chef Hotel Aston Priority Simatupang Jakarta.

Masing-masing memaparkan fakta terkait usaha street food, merangkum dan mencarikan solusi yang kelak bisa dijadikan petunjuk ketika masyarakat hendak berbisnis street food.

Peserta merupakan kaum ibu yang tergabung  dalam komunitas masak ternama di Indonesia diantara NCC, (Natural Cooking Club), RCFC, ( Rudy Choiruddin Fans Club), Bakuliner, dan Kookpader. Sebagian, merupakan pebisnis kuliner berbasis online yang sedang berusaha agar bisnisnya  "naik kelas".

Aan Roswaty, salah satu peserta dari RCFC yang menjalankan bisnis kuliner dengan menyediakan masakan rumahan, tumpeng, aneka snack, dan kue kering beromset puluhan juta dalam sebulan, masih merasa kurang kreatif dalam mengemas produk  kulinernya agar terlihat menarik dan dikenal masyarakat. Di tengah kesibukannya di dapur,  Ibu Aan masih rutin mengikuti kursus berbagai macam olahan kuliner yang sedang populer. Ibu multitasking ini pernah menulis buku resep  "Olahan Kreatif Jengkol Rumahan", yang best seller,  diterbitkan oleh Gramedia. Moment talks show dimanfaatkannya untuk berkonsultasi seputar konsep pengemasan produk yang baik dan benar, juga bertanya seputar ragam ornamen untuk kemasan produknya  agar kian dikenal masyarakat.

Usai talk show, Ibu Ena mendemokan 2 inspirasi menu street food yang diprediksi populer sepanjang tahun 2019, yang ditujukan buat milenial, Jamu Milenial dan Cassava Stick with Bolognaise Sauce.

Jamu mengakomodir gaya milenial untuk hidup sehat tetapi tetap nikmat ketika tengah menikmati jamu.  Menurut Ibu Ena, jamu kunyit asam memiliki beragam khasiat diantaranya antiperadangan, mengurangi produksi gas pada pencernaan.  Minuman herba diolah menggunakan produk  pemurni air merek CUCKOO (baca khu-khu) dari Korea yang 100 persen murni dan bebas kontaminan melalui teknologi sistem penyaringan 6 tahap dengan 4 saringannya. Hasilnya Jamu Milenial tersaji lebih nikmat dan lezat dengan tambahan es krim vanila dan sari kelapa. Utamanya air yang digunakan berasal dari  air yang dimurnikan menggunakan produk pemurni air CUCKOO.

Menu kedua adalah Cassava Stick with Bolognaise Sauce, terinspirasi dari menu street food populer  Amerika. Untuk olahan demo,  kentang diganti dengan singkong yang dipotong tipis memanjang, digoreng dan disiram dengan saus daging istimewa. Singkong pun jadi naik gengsi, bisa dijual dengan harga yang lebih baik, serta digemari kaum milenial.

Cooking Challenge menjadi agenda yang menarik, menciptakan suasana kehebohan antara peserta. Satu tim dengan 2 orang peserta berusaha menampilkan kekompakkan dalam bekerja.  Penilaian utama ada pada  kekompakan saat memasak, menyusul citarasa,  kebersihan, serta penyajian. Esensi dari kekompakkan ini mengandung pembelajaran, bisnis kuliner itu berat, banyak hal yang harus dikerjakan bersama tim oleh tim yang handal.

Bapak Solihin, Ketua Forum Warta Pena, Ibu Ena, dan Chef Abi bertindak sebagai juri, sekaligus saksi atas ketrampilan seluruh peserta dalam memasak dan platting, menata makanan di atas peranti saji dengan unsur estetika yang kuat.

Menurut Bapak Solihin, memasak sudah menjadi lifestyle masyarakat sekarang, lintas usia dan gender,  mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Kaum lelaki terutama jelang week end sudah tidak malu menenteng  belanjaan berisi bahan masakan. Hal ini dimungkinkan banyaknya produk yang memberi kenyamanan dalam memasak seperti bumbu siap pakai dan peralatan masak berbasis teknologi yang mudah digunakan. Salah satunya peralatan masak dari Sharp. Sebagai produsen yang memproduksi produk bermutu,  diantaranya peralatan masak, Sharp sudah teramat lekat di hati masyarakat Indonesia,  khususnya kaum milenial. Mereka merasa nyaman ketika beraktifitas di dapur karena jaminan dari peralatan memasak berbasis teknologi yang mudah digunakan, kata Solihin.

Chef Abi yang memiliki reputasi sebagai chef Internasional terkagum-kagum melihat hasil platting seluruh peserta. Menggunakan piring berdisain cantik Vicenza, penampilan singkong jadi terkesan sebagai sajian mewah. Sebagai pelopor terdepan peranti saji di Indonesia, Vicenza sangat inovatif dan kreatif mengemas setiap jenis produknya. Tema peranti saji tematis yang mengemas konsep budaya Nusantara menjadi salah satu product best seller dan menjadi peranti saji collectable item untuk keluarga Indonesia.

Usai penjurian, Chef Abi langsung bergegas berkunjung ke stand Vicenza yang pagi itu menjual aneka peranti saji eksklusif yang jarang dijumpai, dengan harga spesial.

Cooking Challenge yang memperebutkan hadiah berupa voucher menginap dan makan di Hotel Aston Priority Simatupang, peralatan memasak eksklusif Vicenza, dan CUCKOO senilai jutaan rupiah.

Pemenang untuk kelompok Ibu dari komunitas RCFC dan untuk  peserta media, dimenangkan oleh  Evy, dari  Indonesiatripnews.com dan Ai Turwina dari Kartini online.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ulang Tahun Slank Band ke 36 di Waingapu NTT

Jumat, 13 Desember 2019 - 12:00 WIB

Ulang Tahun Slank Band ke 36 di Waingapu NTT

Bimbim Slank jatuh cinta dengan keperawanan dan keseksian Pulau Nusa Tenggara Timur (NTT) padahal sebelumnya Bim-Bim buta tentang NTT. Tapi lantaran keinginannya untuk membahagiakan keluarga…

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

Jumat, 13 Desember 2019 - 11:33 WIB

Perlakuan Benih Cegah Serangan Hama dan Penyakit

Karawang Pengendalian hama atau Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tidak harus selalu dilakukan pada saat pertanaman sudah tumbuh. Akan tetapi bisa dilakukan juga pada benih padi sebelum ditanam.

Pengurus Asosiasi Bela Hak Cipta yang dipimpin oleh Erwanda Lukas alias Papa T Bob ( berdiri, paling kiri) beraudiensi dengan Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) James F Sundah, Rien Uthami Dewi, Yessi Kurniawan dan Rapin Mudiarjo Kawaradji (Duduk).

Jumat, 13 Desember 2019 - 11:06 WIB

Di Hadapan Musisi Senior, LMKN Tegaskan Pembagian Royalti 2 X Setahun

Lembaga Manajemen Kolektif Nasional atau LMKN yang merupakan Lembaga resmi yang berwenang memungut royalti dan menyalurkannya ke pemilik karya dan hak cipta, menegaskan bahwa mereka menyalurkan…

Bank Permata (Foto Industry News)

Jumat, 13 Desember 2019 - 10:37 WIB

PermataBank Akan Dibeli Bankok Bank

Jakarta – Sehubungan dengan pelaksanaan Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat yang diumumkan oleh pemegang saham mayoritas, Standard Chartered Bank (Standard Chartered) dan PT Astra International…

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk

Jumat, 13 Desember 2019 - 10:00 WIB

Tugu Insurance Raih Top 20 Financial Institution & The Best CFO dari The Finance

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) kembali mendapatkan penghargaan Top 20 Financial Institution dari The Finance. Berdasarkan riset yang dilakukan The Finance Institute,…