Laba Bersih 2018 Trada Alam Minera Melonjak Lebih dari 4,5 Kali Lipat

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 01 April 2019 - 18:01 WIB

Seorang pekerja sedang mengawasi conveyer batu bara PT Gunung Bara Utama, anak usaha PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM). (Foto istimewa TRAM)
Seorang pekerja sedang mengawasi conveyer batu bara PT Gunung Bara Utama, anak usaha PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM). (Foto istimewa TRAM)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) membukukan laba bersih sebesar Rp255 miliar pada 2018, atau mengalami lonjakan sekitar 456 persen dibandingkan realisasi laba bersih pada 2017 sebesar Rp45,86 miliar.

Lonjakan laba bersih perseroan pada tahun lalu itu ditopang oleh kenaikan signifikan pendapatan usaha sekitar 573 persen menjadi Rp3,48 triliun dibandingkan pada 2017 sebesar Rp517 miliar.

Peningkatan pendapatan perseroan sepanjang 2018 tersebut ditopang oleh kinerja pendapatan PT Gunung Bara Utama (GBU), anak usaha perseroan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara. GBU pada 2018 mengkontribusikan 68,47% dari pendapatan konsolidasi perseroan.

Adapun sekitar 24,42% dari pendapatan konsolidasi perseroan disumbangkan oleh jasa pertambangan PT Ricobana Abadi (RBA). Seperti diketahui, GBU dan RBA adalah anak usaha PT SMR Utama Tbk (SMRU). Sekitar 50,1 persen saham SMRU dimiliki TRAM.

Dalam siaran pers di Jakarta, Senin (01/04/2019), Direktur Utama TRAM, Soebianto Hidayat, mengemukakan, peningkatan kinerja GBU berasal dari peningkatan signifikan batu bara yang dihasilkan, yakni dari sebanyak 265.000 ton pada 2017 menjadi sebanyak 2,6 juta ton pada 2018.

“Sementara itu, rata-rata volume produksi batu bara GBU pada 2019 ini sudah mencapai 300.000 ton per bulan. GBU akan terus meningkatkan volume tersebut ke depan,” tukas Soebianto.

Soebianto menuturkan, manajemen perseroan cukup puas dengan hasil kinerja perseroan pada 2018 yang sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan bisnis TRAM ke sektor pertambangan batu bara dan jasa penunjang pertambangan batu bara merupakan langkah yang tepat dan terbaik.

“Itu ditandai oleh peningkatan laba yang signifikan. Karena itu, manajemen perseroan optimistis, prospek bisnis pertambangan batu bara ini akan semakin cerah di masa depan,” pungkas Soebianto. (Abraham Sihombing)

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mentan bersama Menkop

Senin, 27 Januari 2020 - 22:50 WIB

Kementan - Kemenkop UKM Kembangkan Bisnis Dengan Korporatisasi Pertanian

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Kementerian Koperasi dan UKM (kemkop UKM) bekerja sama untuk segera mengembangkan bisnis dalam pengelolaan tani dengan mengkorporatisasikan bidang pertanian.…

Peluncuran Xiaomi Redmi Note 8 dan Redmi Note 8 Pro

Senin, 27 Januari 2020 - 20:49 WIB

Apresiasi Konsumen, ​Xiaomi selenggarakan Payday Party Super Sale

Sebagai bentuk apresiasi, Xiaomi berikan potongan harga Redmi 8A, Redmi 8 dan Redmi Note 8 mulai dari Rp 150,000

Samsung Galaxy A71

Senin, 27 Januari 2020 - 20:25 WIB

Lengkapi Jajaran A Series, Samsung Galaxy A71 Jadi Smartphone Resmi Piala Presiden Esports 2020

Samsung Galaxy A71 melengkapi jajaran Galaxy A Series dan memberikan pengalaman Live Gaming bagi para gamers dengan performa awesome melalui layar Infiniti-O Super AMOLED Plus, baterai 4.500…

Otoritas Jasa Keuangan/OJK (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 27 Januari 2020 - 20:15 WIB

OJK Cabut Izin Usaha BPR Tebas Lokarizki Sambas Kalbar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner (KADK) Nomor KEP-19/D.03/2020 tanggal 27 Januari 2020 mencabut izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Tebas Lokarizki, yang…

CEO Crown Group, Iwan Sunito (Foto Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 27 Januari 2020 - 19:01 WIB

Pertengahan Tahun 2020, Crown Group Bakal Luncurkan Proyek Pertamanya di Melbourne

Pengembang terkemuka Australia, Crown Group sedang bersiap untuk meluncurkan pengembangan hunian pertamanya di Melbourne pada pertengahan tahun 2020.