INDUSTRY.co.id - 

Jakarta - Bank Bukopin pada 2018, berhasil merealisasikan agenda penting yaitu pelaksanaan Rights Issue. Melalui aksi korporasi tersebut permodalan Bank Bukopin menjadi semakin kuat.

Di sisi lain, komposisi pemegang saham Perseroan kini juga menjadi semakin lengkap dengan keberadaan PT Bosowa Corporindo mewakili unsur Swasta, Kopelindo mewakili unsur koperasi, Negara RI, serta KB Kookmin Bank mewakili unsur Global. KB Kookmin Bank merupakan perusahaan jasa keuangan global dan terbesar di Korea.

“Kami yakin dengan dukungan pemegang saham yang solid Bank Bukopin akan dapat melaju lebih pesat lagi untuk mewujudkan tujuan dan visi bank.” ujar Direktur Keuangan dan Perencanaan Bank Bukopin M. Rachmat Kaimuddin di Jakarta, Senin (1/4/2019).

Di sisi internal, lanjut dia, pada 2018 Bank Bukopin juga telah melakukan revitalisasi segmentasi bisnis, penyempurnaan struktur organisasi dan bisnis proses untuk menjaga daya saing Perseroan.Rachmat menjelaskan sepanjang 2018, sebagian besar kredit Bank Bukopin disalurkan ke sektor ritel, yaitu UMKM Rp29,28 triliun dan konsumer Rp15,26 triliun, sementara kredit ke sektor komersial sebesar Rp21,90 triliun.

Dari sisi rasio kecukupan modal, posisi CAR Perseroan hingga akhir tahun 2018 mencapai 13,41%, meningkat 2,89% dibandingkan dengan posisi CAR pada 31 Desember 2017 yaitu sebesar 10,52%. Di sisi lain, pada periode yang sama ROA dan ROE Perseroan tercatat sebesar 0,22% dan 2,95%.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga Bank Bukopin ditempatkan dalam bentuk Giro sebesar Rp10,04 triliun, tabungan Rp19,92 triliun dan sisanya sebesar Rp46,19 triliun merupakan Deposito. Per 31 Desember 2018, rasio LDR Perseroan tercatat 86,18%.