IPW: KPK Perlu Jelaskan Isu Penyidik Novel Baswedan Kader Partai Gerindra

Oleh : Herry Barus | Senin, 01 April 2019 - 10:00 WIB

Novel Baswedan. (Foto: IST)
Novel Baswedan. (Foto: IST)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-KPK perlu menjelaskan dan mengklarifikasi adanya isu bahwa penyidiknya, Novel Baswedan sebagai "orang" Partai Gerindra di lembaga anti rasuha itu. Klarifikasi itu menjadi penting karena menyangkut independensi KPK dalam hal pemberantasan korupsi dan KPK tidak ditunggangi kepentingan politik tertentu dalam pemberantasan korupsi di tahun politik 2019 ini.

“Selain itu Ind Police Watch (IPW) mendesak Polri agar segera mendata anggota maupun penyidiknya di KPK, yang terindikasi berada dalam "barisan" Novel Baswedan sebagai "orang" Partai Gerindra. Jika memang ada, Polri perlu menarik anggotanya itu. Sebab pemihakan pada partai tertentu melanggar TR Kapolri tentang netralitas Polri di Pilpres 2019, “ujar Neta S Pane Ketua Presidium Ind Police Watch,Senin (1/4/2019)

Isu Novel sebagai "orang" Gerindra muncul setelah Jubir BPN Prabowo Sandi, Andre Rosiade memberi bocoran kepada wartawan bahwa jika Prabowo menang di Pilpres 2019, Novel Baswedan atau Bambang Widjojanto akan menjadi Jaksa Agung. Kepada wartawan Fadli Zon juga membenarkan, Novel sudah lama dekat dengan Prabowo. Begitu juga dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Piuyono yang mengatakan Novel adalah "orang kita", orang Partai Gerindra.

Pernyataan ketiga tokoh itu harus disikapi pimpinan KPK agar independensi lembaga itu tetap terjaga. Sehingga KPK tidak ditunggangi dan diperalat kekuatan partai politik tertentu untuk mengkriminalisasi lawan lawan politiknya dengan isu atau kasus kasus korupsi.

Bangsa Indonesia harus mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi, baik yg dilakukan KPK, kejaksaan maupun kepolisian. Namun upaya pemberantasan korupsi tidak boleh tebang pilih, yakni menjadikan satu pihak sebagai sasaran dengan berbagai OTT dan melindungi pihak lain akibat adanya "orang kita" di KPK.

Dalam catatan IPW, dua kasus OTT yang dilakukan KPK terakhir ini terhadap partai pendukung koalisi Jokowi makin mengindikasikan kebenaran adanya "orang kita" di KPK. Untuk itu pimpinan KPK harus menjelaskan adanya indikasi "orang kita" ini, yang membuat KPK tidak netral di Pilpres 2018.

Mengingat Novel adalah mantan penyidik Polri dan mengingat cukup banyaknya penyidik kepolisian di KPK, institusi Polri perlu juga mengusut isu "orang kita" ini hingga diketahui seberapa banyak penyidik kepolisian terlibat dalam isu "orang kita".

Dengan demikian Polri bisa menarik semua anggotanya yang terlibat dalam isu "orang kita" di KPK atau Polri bisa menghentikan sementara semua kegiatan penyidiknya di KPK sepanjang proses Pilpres 2019 ini agar netralitas Polri terjaga dan penyidik Polri di KPK tidak diperalat untuk menghabisi satu kelompok politik tertentu dan melindungi kelompok politik lainnya, “pungkas Neta S Pane

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mobil Mazda dalam pameran Gaikindo. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Senin, 19 Agustus 2019 - 15:48 WIB

Tips Perawatan Rutin Mobil Agar Harga Jual Kembali Tetap Stabil

Jakarta-Perawatan mobil menjadi hal paling utama saat Anda memiliki mobil idaman. Merawat mobil dengan rutin tujuannya adalah untuk menjaga agar mobil tetap nyaman dikendarai dan selalu bisa…

Pertamina (Foto: Ist)

Senin, 19 Agustus 2019 - 15:44 WIB

Pertamina Disarankan Fokus Kegiatan WOWS

Jakarta-Menanggapi pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan yang menyatakan pemerintah sudah mulai mengebut upaya eksplorasi dan eksploitasi untuk mencari cadangan…

Ilustrasi Sawah (Dok. Kementan)

Senin, 19 Agustus 2019 - 15:38 WIB

Kementan Minta Kepala Daerah Alokasikan APBD Untuk Cadangan Pangan

Bali - Beberapa wilayah di Indonesia rentan bencana alam seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir dan tsunami. Musim hujan atau kemarau ekstrim (fenomena El Nino dan La Nina) juga berpotensi…

PT Telkom Indonesia. (Foto: IST)

Senin, 19 Agustus 2019 - 15:33 WIB

Telkom Optimis Raih Kinerja yang Semakin Baik

Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) optimis mampu meningkatkan kinerja hingga akhir tahun 2019. Peningkatan pendapatan dan kontribusi dari bisnis digital serta Investasi pembangunan…

Bank BTN akan menjaga laju bisnis perseroan tetap on track hingga akhir 2019

Senin, 19 Agustus 2019 - 14:56 WIB

Aset BTN Tumbuh Tertinggi di Antara 15 Bank Besar

akarta-Bisnis PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. yang terus melaju positif sukses mengantarkan perseroan mencatatkan diri sebagai bank dengan pertumbuhan aset tertinggi di antara 15 entitas…