KPK Benarkan Amankan Direktur Krakatau Steel

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 23 Maret 2019 - 04:50 WIB

Tersangka Korupsi (Foto Dok Industry.co.id)
Tersangka Korupsi (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengamankan sebanyak empat orang terkait dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang diduga berhubungan dengan salah satu Direktur Krakatau Steel.

"Sampai saat ini sekitar empat orang yang diamankan sudah berada di Gedung KPK," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat malam.

Menurut Basaria Panjaitan, keempat orang tersebut telah berada di Gedung KPK untuk diklarifikasi lebih lanjut oleh petugas komisi antirasuah tersebut.

Selain itu, ujar dia, informasi lebih lengkap akan disampaikan pada Sabtu (23/3/2019) sore melalui konferensi pers yang akan digelar di Gedung KPK.

"KPK memiliki waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak-pihak yang diamankan tersebut," paparnya.

Sebagaimana diwartakan, tim KPK pada sore tadi sekitar pukul 18.30 WIB menemukan adanya dugaan transaksi pemberian uang kepada salah satu direktur BUMN dari pihak swasta.

KPK sebelumnya sudah mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai adanya rencana pemberian uang dari pihak swasta yang pernah atau berkepentingan dengan proyek di salah satu BUMN.

Diduga sebagian uang telah diberikan secara tunai dan yang lainnya menggunakan sarana perbankan. Sedangkan didalami pula bahwa transaksi menggunakan baik mata uang rupiah maupun dolar.

Sementara itu Jubir KPK Febri Diansyah mengatakan,  "Lokasi penangkapannya di BSD City, di rumah direktur tersebut," kata Jurbicara KPK Febri Diansyah.


Febri memastikan tidak ada kepala daerah yang ditangkap dalam operasi kali ini. Empat orang yang diamankan KPK adalah direktur Krakatau Steel, seorang pegawai BUMN dan dua swasta.


KPK menduga direktur itu menerima uang dari kontraktor-kontraktor Krakatau Steel. Tim KPK juga menyita sejumlah uang dalam OTT itu.

 
"Kami menduga sudah terjadi transaksi pada salah satu direktur BUMN, diduga menerima uang dari pihak swasta, dalam hal ini kontraktor. Dalam hal ini kontraktor yang kami indikasikan sebelumnya pernah punya kerja sama atau pengerjaan proyek dengan BUMN tersebut," tukas Febri.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pelatih Persib Robert Alberts(Foto Ist)

Minggu, 12 Juli 2020 - 16:00 WIB

Pelatih Persib Robert Alberts Gowes Sepeda Berkeliling Bandung

Akhir-akhir ini, pelatih PERSIB Robert Alberts selalu meluangkan waktunya untuk bersepeda di sekitaran Kota Bandung. Hobi 'gowes' pelatih berkebangsaan Belanda ini ternyata tidak muncul secara…

Kusuma Ida Anjani, Mustika Ratu Business Development, Innovation & SPA Director

Minggu, 12 Juli 2020 - 15:07 WIB

Taman Sari Royal Heritage Spa siap beroperasi di New Normal

Jakarta - Dunia usaha kini memasuki era new normal, dimana beberapa aktivitas bisnis diizinkan beroperasi kembali. Pemerintah telah menyiapkan kebijakan era new normal menggantikan kebijakan…

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Dokter Reisa Broto Asmoro

Minggu, 12 Juli 2020 - 15:00 WIB

Sejumlah Tips Dokter Reisa Berolah Raga di Ruang Publik

Anjuran pemerintah dalam hal menjaga kesehatan tubuh di tengah pandemi COVID-19 belakangan ini sudah dilaksanakan oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari sudah banyaknya masyarakat yang memanfaatkan…

Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah (Foto: @borobudurpark/Industry.co.id)

Minggu, 12 Juli 2020 - 13:00 WIB

Destinasi Wisata Jawa Tengah Kembali Menggeliat

Sebanyak 103 dari 690 tempat wisata di wilayah Jawa Tengah telah beroperasi secara bertahap dengan menerapkan protokol kesehatan setelah berlaku tatanan normal baru.

Hendry Oktavianus, CEO Cicilsewa

Minggu, 12 Juli 2020 - 12:30 WIB

Cicilsewa Dipercaya oleh Yummy Corp sebagai Rekan Usaha untuk Pengembangan Bisnis

Berlangsung akad sewa perdana antara Cicilsewa dan Yummy Corp. Perjanjian sewa ini berlaku untuk unit properti yang berlokasikan di Fatmawati, Jakarta Selatan. Akad sewa dihadiri oleh Eno Susanto,…