8 Pedangdut Muda Berkolaborasi Untuk Kompiladut

Oleh : Amazon Dalimunthe | Rabu, 20 Maret 2019 - 13:34 WIB

Para Penyanyi, Produser dan Perwakilan JMSI, memamerkan album Kompiladut yang baru diluncurkan
Para Penyanyi, Produser dan Perwakilan JMSI, memamerkan album Kompiladut yang baru diluncurkan

INDUSTRY.co.id - JAKARTA—Ajang pencarian penyanyi dangdut yang diselenggarakan oleh stasiun televisi Indosiar banyak melahirkan penyanyi  penyanyi dangdut yang memiliki ciri khas masing-masing. Sesudah kontestasi selesai banyak yang bertanya kemana mereka selanjutnya. Hal inilah yang di tangap oleh perusahaan rekaman Trinity Optima Production.

Sebanyak 8 pedangdut muda berprestasi, jebolan ajang pencarian bakat penyanyi Dangdut Academy dan Bintang Pantura, kini bernaung di bawah bendera Trinity dan 3D management. Mereka adalah  Lesti, Fildan, Weni, Lilis Darawangi, Putri, Dila Erista, Sarah Brillian dan Si Kembar Rizki & Ridho. Mereka baru saja meluncurkan album kompilasi perdana mereka yang bertajuk Kompiladut yang merupakan kepanjangan dari Kompilasi Lagu Dangdut.

Album yang berisi 10 buah lagu seperti Egois (Lesti), Aku Pergi (Fildan), Sayang 2 (Sarah Brillian), Engkaulah Takdirku (Weni), Terlanjur Sakit (RizkiRidho), Jaran Goyang (Lilis Darawangi), Ada Cerita (Lesti), Bintangku (Putri), Lebih Dari Selamanya (Lesti & Fildan), Buku Nikah (Dila Erista). 

Penyanyi yang dipilih dalam album ini dipilih melalui seleksi yang ketat.Simhala Avadana selaku A&R Trinity Production, memastikan kalau tiap lagu dan penyanyi yang ada di dalam album ini memiliki ciri khas yang bereda satu dengan yang lainnya. “Lagu lagu yang pernah mereka bawakan sudah sangat populer dan dikenal masyarakat luas, dan alasan utama kami memilih mereka, karena merasa tiap penyanyi memiliki genre dan gaya yang berbeda sehingga album ini bisa disebut lengkap bagi para pecinta musik dangdut”, ujar Mhala.

Ditambahkan oleh Mhala, mereka memang sengaja tidak menyajikan lagu dangdut yang asli yang kental irama dangdutnya. “Kita ikuti perkembangan jaman di mana Dangdut juga semakin terasa ringan. Dangdutnya terasa di cara pembawaan penyanyi nya. Sementara musiknya memang cenderung ke pop,” terang Mhala.

Sementara itu Lesti mengakui sangat senang bisa terlibat di dalam album Kompiladut ini. “Saya nggak menyangka bisa bertemu dengan rekan rekan pedangdut lainnya dalam album kompilasi perdana ini, rasanya asyik sekali, makanya begitu mendapat tawaran langsung saya terima, meskipun kental alunan musik popnya tapi tak menghilangkan ciri khas dangdutnya”, kata Lesti, saat dijumpai di acara peluncuran Album Kompiladut, Selasa (19/3/2019) di Jakarta.

Berbeda dari singel lagu sebelumnya, lagu, yang diciptakan oleh David Sam dan Irwan Sutanto, yang dinyanyikan oleh Lesti dalam album kompiladut ini terasa alunan musik popnya, namun meskipun begitu, lagu yang menceritakan tentang kisah cinta yang tak bisa menyatu ini, video liriknya berhasil menempati posisi trending no 4 kategori musik di YouTube di hari ke 5 dan ditonton lebih dari 500 Ribu viewers kurang dari satu hari.

Lain halnya Fildan. Ia mengakui bahwa tantangan menyanyi dalam album kompiladut ini adalah karena harus membawakan lagu yang sudah pernah dikenal namun harus dinyanyikan dengan penghayatan sendiri. “Mudah mudahan hasilnya di kompiladut ini tidak mengecewakan. Apalagi ini warna dangdutnya tidak terlalu kental. Bahkan cenderung ke pop,” papar Fildan. (AMZ)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Rayakan HUT Perusahaan dan Hari Kartini, Millennials Askrindo Bersama YALISA Gelar OBSC

Minggu, 21 April 2019 - 20:39 WIB

Rayakan HUT Perusahaan dan Hari Kartini, Millennials Askrindo Bersihkan Ciliwung

Jakarta – Millenials Askrindo laksanakan Operasi Bersih Sungai Ciliwung (OBSC) bersama Komunitas Pencinta Ciliwung YALISA dari bentangan Kalibata sampai dengan MT Haryono dalam rangka merayakan…

Ilustrasi Gunung Agung Bali (Foto Ist)

Minggu, 21 April 2019 - 12:00 WIB

Gunung Agung Bali Kembali Erupsi

Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, kembali mengalami erupsi pada Minggu (21/4/2019) pukul 03.21 Wita dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak atau 5.142 meter…

Mentan Amran Sulaiman di peternakan ayam

Minggu, 21 April 2019 - 09:20 WIB

Sepuluh Alasan Jangan Remehkan Pertanian

Jakarta - Sektor pertanian di era digitalisasi semakin menarik dan digeluti banyak generasi muda. Era ini makin membuktikan bahwa pertanian tak lagi bisa diremehkan. Apalagi, digitalisasi dan…

Dirjen Hortikultura Suwandi. Sesama petani sayuran organik

Minggu, 21 April 2019 - 08:39 WIB

Kementan Genjot Pengembangan Sentra Sayuran Organik di Karanganyar

Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggenjot berbagai daerah agar menjadi sentra produksi sayuran organik, salah satunya sentra sayuran organik di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Hal…

TOTAL Synthetic Leather kembali menggelar kembali ajang kreativitas di bidang pemasangan jok mobil sekaligus mengumumkan kehadirannya di ajang pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019

Sabtu, 20 April 2019 - 21:31 WIB

TOTAL Kembali Gelar Lomba Pasang Jok Paten di IIMS 2019

TOTAL Synthetic Leather kembali menggelar kembali ajang kreativitas di bidang pemasangan jok mobil sekaligus mengumumkan kehadirannya di ajang pameran Indonesia International Motor Show (IIMS)…