Hamparan Perbukitan Jagung di Dompu Sebagai Bukti Keberhasilan Program Jagung Kementan

Oleh : Wiyanto | Senin, 11 Maret 2019 - 17:02 WIB

Menteri Pertanian Amran Sulaiman panen jagung (Foto Dok Industry.co.id)
Menteri Pertanian Amran Sulaiman panen jagung (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id

NTB - Luasnya hamparan panen jagung terbukti masih tetap ada sampai hari ini. Salah satunya yang sedang panen raya adalah di Kabupaten Dompu, Provinsi NTB. Perbukitan tanaman jagung menghampar di mana-mana. Ini sebagai bukti keberhasilan program jagung oleh Kementerian Pertanian. Masyarakat dengan antusias menanam jagung di beberapa perbukitan.

Puncaknya, Senin (11/3) dilaksanakan panen raya di hamparan jagung seluas 3.000 ha di desa Saneo, Kec. Woja Kab Dompu. Selain dilaksanakan panen oleh masyarakat setempat, Bupati Dompu dan Dirjen Tanaman Pangan Kementan juga hadir di Dompu untuk melihat langsung perbukitan jagung di kawasan tersebut.

Di kabupaten Dompu potensi tanam tahun 2018 seluas 125.000 ha, dan 112.251 ha merupakan bantuan program Kementan. Bulan Maret-April ini areal panen diperkirakan seluas 78.692 ha dan produksi 980.000 ton. Harga pipilan kering masih cukup bagus sekitar Rp 3.500 - Rp. 4.850/kg. Untuk di kecamatan Wajo sendiri potensi tanam seluas 17.600 ha dengan realisasi sampai bulan Februari seluas 9.500 ha. Ini yang harus kita dorong untuk percepatan tanam selanjutnya.

Pada era kepemimpinan Bupati Bambang M Yasin, telah ada terobosan kebijakan fokus pengembangan komoditas jagung dan tebu dalam bentuk kawasan. Hasil kebijakan ini mampu berdampak signifikan meningkatkan pendapatan petani dan meingkatkan daya beli masyarakat petani.

Dirjen Tanaman Pangan, Gatot Irianto dalam kunjungannya juga diajak meninjau Bendungan Mila di Desa Rababaka & Matua, Kecamatan Woja. Dam yang diresmikan tahun 2018 lalu bermanfaat untuk irigasi seluas 1.689 ha. Dengan adanya dam ini Indeks Pertanaman yang semula 186% menjadi bisa 300%. Selain manfaat utama irigasi dam ini juga sebagai penyediaan air baku, reduksi banjir, pariwisata, perikanan darat dan konservasi.

Dirjen Tanaman Pangan Gatot Irianto mengungkapkan bahwa panen merupakan sarana mempromosikan keberhasilan pertanaman selama ini. Kami sepakat dengan Bupati dan Sekda untuk menggerakkan jagung agar memiliki nilai tmbah. Kita dihadapkan pada bagaimana menjual produk primer yang rentan resiko dan nilai tambah terbatas. Salah satunya dengan pabrik pakan ternak mini. Keuntungannya kita mampu menyediakan pakan ternak sendiri dan membuka lapangan kerja baru. Tentunya dengan adanya strategi ini dapat meminimalisir kerugian petani saat panen raya.

Kementan juga telah berkomitmen memberikan bantuan untuk program jagung di Kabupaten Dompu baik penyediaan sarana produksi berupa benih maupun alat pascapanen seperti corn combine dan corn sheller. Dengan adanya alsintan ini kegiatan bisa lebih efisien dan bernilai tambah, ungkap Gatot.

Bupati Dompu menambahkan tahun 2019 ini pada MH sudah tertanam 84.000 ha dari target 150.000ha tahun ini. Kami sangat antusias dengan jagung ini, saya minta lahan-lahan di Dompu yang masih kosong dapat segera ditanam jagung lagi, pungkas Yasin.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Film 'Naga Bonar Reborn' Siap Tayang Bulan Oktober 2019

Kamis, 22 Agustus 2019 - 14:00 WIB

Film 'Naga Bonar Reborn' Siap Tayang Bulan Oktober 2019

Setelah 32 tahun berlalu, kisah Jenderal Naga Bonar kembali hadir ke tengah penonton Indonesia dengan cerita yang lebih lucu, segar dan para pemain terbaru. Kali ini di bawah judul Naga Bonar…

ICSECC 2019: Panggilan Akademisi untuk Menyelamatkan Bumi

Kamis, 22 Agustus 2019 - 13:46 WIB

ICSECC 2019: Panggilan Akademisi untuk Menyelamatkan Bumi

Para akademisi setuju untuk mengimplemetasikan penemuan baru untuk mempertahankan lingkungan yang sehat, menyelamatkan bumi dan menggunakan sumber daya alam dengan bijak. Masalah ini diangkat…

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia

Kamis, 22 Agustus 2019 - 13:45 WIB

Lindungi Industri Tekstil Nasional, API Segera Ajukan Safeguard

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat akan mengajukan tarif safeguard untuk produk tekstil impor sebesar 2,5%-18%. Pengajuan ini untuk melindungi produk tekstil dalam negeri…

Para finalis Miss Grand Indonesia dari 34 wilayah di Indonesia mengikuti pembekalan materi oleh Bupati Kabupaten Bogor di RM Bumi Aki Cibinong, Rabu (21/8).(Ist)

Kamis, 22 Agustus 2019 - 13:27 WIB

Miss Grand Indonesia 2019 Dukung Program Pariwisata Kabupaten Bogor

Selain pembekalan materi seputar wanita dan karier dari Bupati Bogor, para finalis juga dibekali materi kepribadian yang di sampaikan oleh Ahmad Zulfikar Priyatna. S.E.

Agus Mulyana, Direktur Kepatuhan Bank bjb saat menerima penghargaan

Kamis, 22 Agustus 2019 - 13:14 WIB

Bank bjb Raih Penghargaan TOP GRC 2019

Jakarta – Pengelolaan risiko yang baik menjadi salah satu kiat kunci yang harus dipraktikkan dalam setiap usaha bisnis. Peran manajemen risiko yang lebih banyak berada di balik layar ini tak…