INDUSTRY.co.id - Jakarta - Manajemen PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), atau Bank BTN, optimistis sektor properti akan semakin dinamis pasca pemilihan presiden (pilpres) 2019. Itu karena pertumbuhan kredit properti tahun ini diperkirakan bakal didorong oleh relaksasi kebijakan Loan to Value (LTV) dan program perumahan dari pemerintah.
“Kebijakan Bank Indonesia (BI) melakukan relaksasi uang muka untuk KPR dan kebijakan Kementerian PUPR terkait kenaikan batas gaji yang berhak menerima program subsidi bunga KPR akan memberikan dampak positif bagi sektor properti,” ujar Maryono, Direktur Utama Bank BTN, di Jakarta, Selasa (05/03/2019).
Maryono mengungkapkan, kendati relaksasi di sektor perumahan telah diterapkan BI sejak Juni 2015, tetapi kebijakan itu masih terfokus pada sisi permintaan (demand).
Karena itu, demikian Maryono, pertumbuhan sektor real estate baru terasa pada triwulan ketiga 2018. Itu terjadi setelah BI melakukan relaksasi lanjutan pada Juni 2018 dan OJK pada Agustus 2018 yang turut menyentuh sisi penawaran (offering).
PDB sektor Real Estat tumbuh 4,24% pada triwulan keempat 2018 dibandingkan periode yang sama pada 2017. Sementara rancangan kebijakan Kementerian PUPR yang membuat kelonggaran batas gaji masyarakat yang berhak mendapat subsidi bunga KPR diprediksi bakal memperluas penerima subsidi.
Maryono menegaskan, Bank BTN siap mendukung kebijakan pemerintah baik di sisi kemudahan, permintaan maupun sisi pasokan misalnya lewat kerjasama dengan badan usaha lain. Seluruh rangkaian kebijakan pemerintah diharapkan dapat memangkas backlog perumahan yang angkanya masih berkisar 11,4 juta unit.
“Siapapun Presidennya nanti, pasti akan mengambil kebijakan terkait perumahan yang pro-rakyat karena itu adalah tugas pemerintah untuk memberikan kehidupan yang layak bagi masyarakat. Karena itu, perbankan siap mendukung program kebijakan pemerintah. Apalagi kebijakan itu juga secara matang disusun dengan mempertimbangkan faktor moneter, kemampuan APBN dan daya beli masyarakat,” papar Maryono.
Menurut data Bank BTN, dalam dua kali pemilihan presiden (pilpres), pertumbuhan kredit properti yang menjadi bisnis utama Bank BTN selalu melaju. Pada 2008-2013, penyaluran kredit perumahan Bank BTN rata-rata tumbuh 13,9%, dan pada 2014-2018 pertumbuhan rata-rata tersebut sebesar 22,6%.
Selama dua kali pergantian Presiden, Bank BTN tetap fokus pada bisnis utamanya dengan sejumlah inovasi yang senantiasa beradaptasi dengan kemampuan dan segmen pasar yang dibidik.
Tahun lalu, Bank BTN membidik milenial dengan meluncurkan KPR Gaess, sementara tren digitalisasi di dunia perbankan diadaptasi Bank BTN dengan memperbarui fitur-fitur aplikasi KPR online di situs www.btnproperti.co.id dan www.rumahmurahbtn.co.id.
Sementara di segmen Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Bank BTN secara aktif menggandeng pekerja sektor non-formal yang berada di bawah payung koperasi, organisasi atau perusahaan, diantaranya mitra ojek online, pencukur rambut, pengemudi taksi dan sebagainya.
Memang, mendekati Pilpres 2019 ini, geliat ekonomi belum menunjukkan percepatan yang berarti. Itu terlihat dari pertumbuhan kredit yang cenderung flat. Menurut data BI, kredit tumbuh 11,9% pada Januari 2019, atau sedikit lebih tinggi dibanding Desember 2018 sebesar 11,7%. Salah satu penyebabnya adalah belum bergairahnya KPR/KPA serta kredit real estate yang mengalami perlambatan. (Abraham Sihombing)