9 Tahun Berunding, Akhirnya Indonesia-Australia Sepakati Perdagangan Bebas

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 05 Maret 2019 - 10:29 WIB

Indonesia melakukan perjanjian perdagangan bebas dengan Australia (IA-CEPA).
Indonesia melakukan perjanjian perdagangan bebas dengan Australia (IA-CEPA).

INDUSTRY.co.id, Jakarta- Akhirnya, Indonesia mampu melakukan perjanjian perdagangan bebas dengan Australia (IA-CEPA). Hal ini didapati setelah, kedua negara menandatangani perjanjian perdagangan .

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, perjanjian perdagangan baru dapat disepakati setelah sembilan tahun dilakukan negosiasi. "Negosiasi menyelesaikan 12 putaran negosiasi, dan sejumlah pertemuan Kepala Negosiator selama proses negosiasi yang berlangsung hampir sembilan tahun, Indonesia dan Australia menyatakan pada tanggal 31 Agustus 2018 bahwa negosiasi telah secara substansial selesai. Akhirnya, perjanjian ditandatangani hari ini," kata Enggar di  Jakarta.

Mendag menjelaskan dengan adanya perjanjian dagang ini, tarif ekspor ke Australia sebesar 100% akan hilang. Selanjutnya, Australia juga tidak dikenakan tarif ekspor ke Indonesia yang sebesar 94%.

Adapun, sektor industri utama di kedua negara yang akan mendapatkan keuntungan dari penghapusan tarif ini antara lain industri otomotif, tekstil, alas kaki, agribisnis, makanan dan minuman serta furnitur.

"Perjanjian ini baik untuk kedua negara bukan hanya perdagangan saja tapi juga investasi. Dapat diprediksi yang memungkinkan aliran investasi langsung asing yang lebih besar terutama di sektor-sektor seperti pertambangan, energi, besi dan baja, keuangan, pendidikan kejuruan dan pariwisata yang lebih tinggi, pariwisata, kesehatan, dan agribisnis," tutur dia.

Mendag menambahkan Indonesia dan Australia juga bersama-sama dapat saling membantu dalam pengembangan sumber daya manusia, memfasilitasi inovasi, mendorong integrasi ke dalam rantai nilai global dan meningkatkan kerja sama di sektor pembangkit tenaga listrik, misalnya dengan cara membangun program pertukaran keterampilan."Jadi ini hari bersejarah bagi Indonesia dengan Australia. Walaupun perdagangan kedua negara masih dianggap kecil tapi sekarang kita bisa tingkatkan," kata dia.

Menurut Statistics Indonesia, total perdagangan bilateral antara Indonesia dan Australia tercatat 8,6 miliar dolar AS pada tahun 2018.Ekspor utama Indonesia ke Australia termasuk minyak bumi, furniture, ban, panel layar, dan alas kaki. Sedangkan impor utama Indonesia dari Australia meliputi gandum, minyak bumi, ternak, batubara dan gula.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Outlet baru Gulu Gulu Star

Rabu, 16 Oktober 2019 - 21:52 WIB

Sour Sally Group Buka Outlet Gulu Gulu Star di Central Park

Sour Sally Group membuka outlet baru dari Gulu Gulu Star dengan konsep yang lebih besar serta menghadirkan menu yang lebih variatif untuk memanjakan pelangganya. Kali ini Gulu Gulu memilih Central…

Sekretaris Jenderal PUPR Anita Firmanti dengan Vice Chairman China International Development Cooperation Agency (CIDCA) Deng Boqing

Rabu, 16 Oktober 2019 - 21:18 WIB

Pemerintah Gandeng Tiongkok Garap Bendungan di Sulawesi dan Kalimantan

Penandatanganan Exchange of Letter ini merupakan tanda dimulainya kegiatan Engineering Services persiapan pembangunan Bendungan Pelosika di Sulawesi Tenggara dengan dana hibah dari Pemerintah…

Amato Rudolph Kembali Cetak Double Winner di ISSOM 2019

Rabu, 16 Oktober 2019 - 20:00 WIB

Amato Rudolph Kembali Cetak Double Winner di ISSOM 2019

Pembalap Amato belia Amato Rudolph mencetak double winner putaran 5 ISSOM 2019 di Sentul International Circuit, Bogor, Jawa Barat Minggu (13/10/2019). Catatan double winner Amato Rudolph, ini…

Kasubdit BUMD Bidang Lembaga Keuangan dan Aneka Usaha Ditjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Bambang Arianto

Rabu, 16 Oktober 2019 - 19:11 WIB

BUMD Dituntut Untuk Siap Dalam Menghadapi Era Industri 4.0

Dalam menghadapi tantangan di era industri 4.0, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dituntut untuk siap dalam menghadapi berbagai perubahan supaya dapat bersaing dalam dunia usaha yang semakin menggeliat…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Rabu, 16 Oktober 2019 - 19:10 WIB

Pacu Investasi dan Ekspor, Kemenperin Bakal Hapus 18 Regulasi

Kementerian Perindustrian akan menghapus 18 regulasi demi mengantisipasi berlanjutnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang diprediksi berdampak pada terjadinya resesi global.…