ANTAM Targetkan Pertumbuhan Kinerja Operasional Signifikan di 2019

Oleh : Herry Barus | Rabu, 27 Februari 2019 - 16:00 WIB

Gedung Antam
Gedung Antam

INDUSTRY.co.id -  Jakarta- PT Aneka Tambang Tbk menginformasikan bahwa Perusahaan menargetkan pertumbuhan produksi dan penjualan komoditas utama Perusahaan yakni feronikel, emas, bijih nikel dan bijih bauksit yang signifikan di tahun 2019.

Untuk feronikel, ANTAM menargetkan volume produksi di tahun 2019 sebesar 30.280 ton nikel dalam feronikel (TNi), meningkat 21% dibandingkan dengan realisasi produksi unaudited tahun 2018 sebesar 24.868 TNi. Peningkatan target ini sejalan dengan strategi ANTAM untuk meningkatkan utilisasi operasi pabrik Feronikel Pomalaa, serta akan mulai beroperasinya pabrik Feronikel di Halmahera Timur pada semester kedua tahun 2019.

ANTAM juga menargetkan penjualan feronikel sebesar 30.280 TNi atau  meningkat 25% dibandingkan realisasi penjualan unaudited tahun 2018 sebesar 24.135 TNi.

Untuk komoditas emas, ANTAM menargetkan produksi di tahun 2019 sebesar 2.036 kg (65.458 troy oz (t.oz)) dari tambang emas Pongkor dan Cibaliung dengan tingkat penjualan emas mencapai 32.036 kg (1.029.981 t.oz), tumbuh sebesar 14% dibandingkan realisasi penjualan emas unaudited tahun 2018 sebesar 27.894 kg (896.812 t.oz). Peningkatan penjualan ini seiring dengan ekspektasi peningkatan jangkauan pemasaran produk Logam Mulia ANTAM baik di pasar domestik maupun ekspor.

Direktur Utama ANTAM, Arie Prabowo Ariotedjo mengatakan, “Pada tahun 2019, kami menargetkan pertumbuhan kinerja operasional melalui peningkatan kinerja produksi dan penjualan komoditas utama ANTAM yang berbasis pada nikel, emas dan bauksit.

Selain itu, kami berfokus untuk menjaga level biaya tunai produksi tetap rendah, sejalan dengan komitmen ANTAM untuk memberikan nilai yang positif bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan. Kami optimis kinerja Perusahaan akan terus tumbuh di masa yang akan datang.”

Untuk mendukung peningkatan target produksi feronikel, pada tahun 2019 ANTAM menargetkan total produksi bijih nikel sebesar 10,50 juta wet metric ton (wmt), meningkat 12% dibandingkan capaian produksi bijih nikel unaudited tahun 2018 sebesar 9,32 juta wmt.

Peningkatan produksi bijih nikel tersebut akan digunakan sebagai bahan baku produksi feronikel ANTAM serta untuk mendukung penjualan bijih nikel.  Sedangkan total penjualan bijih nikel ANTAM tahun 2019 ditargetkan sebesar 8 juta wmt yang ditujukan   untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan ekspor, tumbuh 26% dibandingkan realisasi penjualan unaudited tahun 2018 sebesar 6,33 juta wmt.

Untuk bijih bauksit, ANTAM menargetkan produksi di tahun 2019 sebesar 3,17 juta wmt, tumbuh 188% dibandingkan realisasi produksi unaudited tahun 2018 sebesar 1,10 juta wmt.

Sedangkan untuk penjualan bijih bauksit tahun 2019 ditargetkan sebesar 3,22 juta wmt, naik sebesar 250% dibandingkan realisasi penjualan unaudited tahun 2018 sebesar 920 ribu wmt. Peningkatan produksi dan penjualan bijih bauksit seiring untuk pemenuhan permintaan pasar domestik maupun ekspor. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Dana Haji

Sabtu, 06 Juni 2020 - 12:16 WIB

Soal Dana Haji Rp 8,5 Triliun Ini Penjelasan Wakil Menteri Agama

Jakarta-Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Saadi juga membantah isu dana haji digunakan untuk memperkuat rupiah. Menurut Zainut, tuduhan yang ditujukan kepada pemerintah tersebut adalah…

Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan (Foto Poskota)

Sabtu, 06 Juni 2020 - 12:01 WIB

Alhamdulillah! Laju Penyebaran COVID-19 Menurun Dalam 7 Hari Terakhir

Jakarta- Angka penyebaran COVID-19 di Indonesia dalam 7 hari terakhir telah menurun. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya tes Corona di masyarakat.

Permintaan Kopi Dunia Turun, Harga Kopi Masih Stabil

Sabtu, 06 Juni 2020 - 12:00 WIB

Permintaan Kopi Dunia Turun, Harga Kopi Masih Stabil

Dengan konsumsi yang terkena imbas COVID-19, menurut laporan Coffee Outlook terbaru (https://research.rabobank.com/far/en/sectors/beverages/coffee-outlook-q2-2020.htm) dari spesialis agribisnis…

Penyemprotan disinfektan

Sabtu, 06 Juni 2020 - 11:53 WIB

Hotel Indonesia Group Gandeng PHRI Siapkan Standar Operational Hotel di Era New Normal

Hotel Indonesia Group yang merupakan hotel operator milik negara mengambil peran penting dalam mempersiapkan standard operasional yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada.

Dolar AS (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 06 Juni 2020 - 11:49 WIB

Dana Asing Masuk, Rupiah Bangkit Lawan Dolar AS

Jakarta-Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam diskusi online via Zoom, Jumat (6/5/2020), merespons penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.