Selain Dongkrak Hubungan Dagang, Jerman Diharapkan Tingkatkan Investasi di Indonesia

Oleh : Ridwan | Rabu, 13 Februari 2019 - 13:45 WIB

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo saat menerima Duta Besar Jerman untuk Indonesia, H.E. Mr. Peter Schoof
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo saat menerima Duta Besar Jerman untuk Indonesia, H.E. Mr. Peter Schoof

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Jerman sebagai salah satu negara dengan ekonomi terkuat di Eropa diharapkan dapat terus meningkatkan investasinya di Indonesia, utamanya pada sektor manufaktur.

Pada tahun 2017, nilai investasi Jerman di Indonesia untuk sektor manufaktur mencapai USD 79,3 juta dengan total 108 proyek. Proyek investasi Jerman tersebut didominasi oleh sektor industri baja dan mesin, kimia dan farmasi serta otomotif.

"Kami senantiasa mendukung berbagai kesepakatan yang telah dicapai oleh kedua negara untuk memperkuat kerja sama bilateral, terutama di bidang ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pendidikan," ujar Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo saat menerima Duta Besar Jerman untuk Indonesia, H.E. Mr. Peter Schoof, di ruang kerja Ketua DPR RI, Jakarta (12/2).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Kepala Bidang Politik Kedutaan Jerman Mr. Martin Eberts, Wakil Kepala Bidang Politik Kedutaan Jerman Jans Hoch. Sementara, Ketua DPR RI ditemani Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto dan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Asril Hamzah Tanjung.

Bambang Soesatyo yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Antar Lembaga ini menilai peningkatan investasi Jerman di Indonesia sangat penting guna mengimbangi defisit perdagangan dalam hubungan dagang Indonesia-Jerman.

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia mencatat, tahun 2016 defisit sebesar USD 520,8 juta, tahun 2017 defisit USD 869,8 juta dan tahun 2018 defisit lebih dari USD 1 milyar.

"Di tahun 2019 ini, kami berharap defisit tersebut bisa diperkecil. Jerman harus bisa memberikan kemudahan atas masuknya berbagai barang ekspor unggulan Indonesia. Seperti minyak kelapa sawit, alas kaki, peralatan elektronik, pakaian dan asesoris pakaian, karet dan produk dari karet, mesin-mesin mekanik, kopi, teh dan rempah-rempah, alat fotografi, kayu dan mebel. Kerjasama berkeadilan harus menjadi semangat dalam membangun hubungan dagang Indonesia-Jerman," papar dia yang akrab disapa Bamsoet.

Dia juga menyambut positif kerja sama antara German Research Center for Geosciences dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam bidang pengembangan Ilmu pengatahuan dan Teknologi dan Pengembangan energi panas bumi.

Pada bulan Januari 2019, pihak Jerman telah melakukan serah terima asset Pilot Plant PLTP Binary Cycle 500 kilo Watt kepada Pemerintah Indonesia di Tomohon, Sulawesi Utara.

"Sebagai wilayah yang berada di 'ring of fire', menjadikan Indonesia memiliki potensi geotermal yang sangat besar sekali, mencapai 29.215 GWe. Pemanfaatannya bisa mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak dan fosil, serta membantu pencapaian target emisi dan kelestarian lingkungan. Kita mengundang Jerman untuk lebih ambil bagian lagi terhadap pemanfaatan geotermal tersebut dengan mengedepankan prinsi keadilan dan saling menguntungkan," urai Bamsoet.

Pihaknya menyadari tidak selamanya negara-negara di dunia bergantung kepada bahan bakar dari fosil yang jumlahnya semakin menipis. Karena itu, Indonesia kini mulai fokus mengembangkan mobil dan motor listrik.

Rencananya Maret 2019 nanti PT Gesits Technologies Indo (GTI) dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya akan meluncurkan motor listrik generasi pertama karya anak bangsa, yang diberi nama Gesit.

"Untuk pembuatan mobil listrik, Indonesia masih perlu banyak tahapan yang harus dilalui. Sebagai negara yang juga fokus pada renewable energy, Jerman bisa berkolaborasi dengan Indonesia dalam pembuatan mobil listrik. Kita bisa saling alih teknologi dan melengkapi satu sama lain. Indonesia tidak hanya ingin menjadi pasar, kita juga ingin menciptakan peluang," pungkas Bamsoet.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BNI Syariah. (Foto: IST)

Kamis, 16 Juli 2020 - 21:46 WIB

Populasi Penduduk Indonesia Jadi Potensi Pasar Perbankan Syariah

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo menyampaikan lima faktor yang harus disiapkan agar bisa sukses meniti karir di dunia perbankan.

Kemenkop dan UKM

Kamis, 16 Juli 2020 - 21:25 WIB

Hingga Kini Realisasi Penyaluran Dana PEN Capai Rp10,24Triliun, KemenkopUKM Pastikan Program Ini Tepat Sasaran

Realisasi penyaluran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk koperasi dan Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) sampai tanggal 16 Juli 2020 mencapai Rp10,24 triliun dari total pagu anggaran…

Hanwha Techwin Gandeng BIGI.ID (PTI Group) Pasarkan Lini Produk Security System

Kamis, 16 Juli 2020 - 21:17 WIB

Keren! Industri Terkemuka Korsel Gandeng BIGI.ID Sediakan Teknologi Handal dalam Bidang Keamanan Indonesia

Jakarta-Salah satu perusahaan terkemuka di bidang surveillance asal Korea Selatan (Korsel), Hanwha Techwin menggandeng PT BIGI Multi Internasional (BIGI.ID) – under PTI Group, untuk menjadi…

Rest Area KM 36A Jalan Tol Balikpapan-Samarinda

Kamis, 16 Juli 2020 - 21:15 WIB

PT Jasamarga Related Business Pastikan Rest Area KM 36A Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Penuhi SPM

Sebagai rest area jalan tol pertama di Kalimantan Timur, PT Jasamarga Related Business (JMRB) memastikan Rest Area KM 36A Jalan Tol Balikpapan-Samarinda arah Balikpapan dioperasikan secara fungsional…

Founder & CEO Iconomics Bram S Putro

Kamis, 16 Juli 2020 - 20:45 WIB

Wuih...Diprediksi Jasa Keuangan Bertahan Hingga Pendemi Usai

Mantan Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution menilai Lembaga Jasa Keuangan seperti perbankan, pembiayaan dan pegadaian masih aman, meskipun beberapa bulan belakangan dihantam pandemi covid-19.…