Punya Potensi Besar, Menpar Akan Optimalkan Wisata MICE di Indonesia

Oleh : Ridwan | Selasa, 12 Februari 2019 - 10:45 WIB

 Menteri Pariwisata, Arief Yahya (Dok: Industry.co.id)
Menteri Pariwisata, Arief Yahya (Dok: Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyatakan akan mengoptimalkan dan menumbuhkan wisata meetings, incentives, conferencing, exhibitions (MICE) Indonesia yang potensinya sangat besar dan belum tergarap maksimal.

Menurut Menpar, pihaknya akan menerapkan konsep Indonesia Incorporated dalam menggarap potensi wisata MICE di Tanah Air.

Untuk itu, Menpar berharap semangat Indonesia Incorporated dapat diimplementasikan untuk merebut pasar MICE.

“Kita sering kalah dalam bidding. Hal itu karena biddingnya sendiri-sendiri dan tidak terorganisasi. Kita dorong INACEB kalau mau maju harus menerapkan Indonesia Incorporated. Kemenpar sendiri mendukung anggaran promosi khusus MICE sebesar Rp10 miliar. Kalau sendiri-sendiri relatif akan susah dan anggarannya tentu lebih besar,” ujar Menpar Arief Yahya di Jakarta (11/2).

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro juga mengatakan potensi wisata MICE Indonesia masih sangat besar.

“Persentase wisatawan mancanegara MICE baru 3 persen dari total jumlah wisman yang datang ke Indonesia. Padahal pangsa pasarnya cukup besar, jadi 5 tahun ke depan harus digarap secara maksimal,” ujar Bambang Brodjonegoro.

Mantan Menteri Keuangan itu juga menyebut potensi MICE Indonesia sangat besar, mengingat Indonesia memiliki atraksi yang lengkap, baik alam, budaya dan buatan. 

“MICE ini perlu kita dorong sebagai 'Quick Win', karena spending wisatawan MICE minimal 3 kali lipat dari wisman biasa. Kemudian orang-orang yang datang sebagai wisatawan MICE biasanya adalah 'influencer' sehingga bisa jadi promosi gratis bagi pariwisata Indonesia ke depan,” ujarnya.

Bambang juga memproyeksi untuk lima tahun ke depan, MICE sangat potensial menjadi salah satu faktor penghasil nilai tambah terbesar bagi sektor pariwisata Indonesia.

“Karena lima tahun ke depan target kita bukan hanya sekadar jumlah wisatawan. Tapi bagaimana pariwisata itu bisa lebih inklusif sehingga devisa yang dihasilkan lebih besar. Dan yang menikmati devisanya itu adalah masyarakat yang terkait pariwisata,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Bambang, untuk promosi MICE ke depan, Indonesia harus punya strategi, semisal MICE jenis apa yang ingin didatangkan ke Indonesia. 

Paling tidak dalam waktu lima tahun sudah terukur baik dari sisi bidding hingga persiapan yang bisa dilakukan lebih awal.

“Saat ini industiri di MICE terkesan jalan sendiri-sendiri, misal seperti penyelengaraan IMF World Bank. Event MICE internasional itu ada karena ide dari Kemenkeu dan BI. Seharusnya level MICE seperti IMF, sudah harus masuk strategi nasional. Strategi itu yang harusnya kita terapkan di lima tahun ke depan,” katanya.

Ia mengatakan, untuk mendukung MICE, Indonesia memerlukan venue lebih banyak. "Oleh karena itu pengembangan 10 bali baru yang sudah digagas Kemenpar harus didukung semua pihak. Paling tidak sebagian destinasi itu sudah punya fasilitas MICE bertaraf internasional,” katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyaksikan traktor

Sabtu, 25 Januari 2020 - 14:57 WIB

Mentan Syahrul Ingin Tingkatkan Usaha Tani Menjadi Skala Bisnis

Pengalaman selama ini menunjukkan sektor pertanian mampu bertahan dalam kondisi pelambatan perekonomian Indonesia maupun dunia. bahkan sektor pertanian mampu menciptakan pertumbuhan positif…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Sabtu, 25 Januari 2020 - 13:30 WIB

Di WEF 2020, Menperin Usung Kolaborasi Bangun Daya Saing Manufaktur

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengajak para pemangku kepentingan global yang hadir dalam World Economic Forum (WEF) 2020 di Davos, Swiss untuk berkolaborasi membangun daya…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Sabtu, 25 Januari 2020 - 12:00 WIB

Presiden Jokowi: Berharap Agar Nasyarakat Indonesia Semakin Sejahtera

Warga Tionghoa hari ini Sabtu 25 Januari 2020 merayakan Tahun Baru Imlek 2571. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek bagi masyarakat Indonesia yang merayakan.

Kebun Jagung (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 25 Januari 2020 - 10:44 WIB

Stock dan Pasokan Jagung Jatim Cukup Aman

Ketersediaan jagung di Provinsi Jawa Timur diinformasikan masih aman. Perkembangan informasi ketersediaan jagung di Jawa Timur untuk musim tanam tahun 2020 mencapai 18.683 ha. Angka ini berdasarkan…

Implementasikan ISO 37001:2016, Wujudkan Krakatau Steel Bersih

Sabtu, 25 Januari 2020 - 09:00 WIB

Implementasikan ISO 37001:2016, Wujudkan Krakatau Steel Bersih

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melakukan pembenahan dalam aspek Good Corporate Governance dan mendorong implementasinya Krakatau Steel memulai langkahnya untuk menerapkan standar internasional…