Pacu Pemulihan Sektor Pariwisata Pasca Tsunami, Kemenpar Sosialisasikan Mitigasi Bencana kepada Pelaku Industri Pariwisata Banten

Oleh : Ridwan | Sabtu, 09 Februari 2019 - 16:05 WIB

Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional II Kemenpar Reza Fahlevi saat berfoto bersama peserta FGD Pengembangan Kawasan Pariwisata Berbasis Mitigasi Bencana (Foto: Ridwan/Industry.co.id)
Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional II Kemenpar Reza Fahlevi saat berfoto bersama peserta FGD Pengembangan Kawasan Pariwisata Berbasis Mitigasi Bencana (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Banten, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memacu pemulihan sektor pariwisata di sekitar kawasan pesisir pantai Pandeglang, Banten pasca tsunami yang menggulung kawasan tersebut pertengahan Desember kemarin. Salah satunya dengan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Pengembangan Kawasan Pariwisata Berbasis Mitigasi Bencana".

Acara yang berlangsung di Hotel Aston Anyer, Banten pada 6 Februari 2019, dibuka secara langsung oleh Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional II Kementerian Pariwisata, Reza Fahlevi serta turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian ATR/BPN, Kementerian PUPR, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daeran (BPBD) Banten, serta Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Kadisparpora) Kabupaten Serang.

Dalam sambutannya, Reza menekankan bahwa Indonesia merupakan negara yang berada di wilayah rawan bencana. "Bencana belum dapat diprediksi kapan terjadinya, yang terpenting bagaimana kita meminimalisir risiko," ungkap Reza.

Menurut Reza, dampak bencana tsunami selat sunda banyak menyebabkan kerugian cukup besar khususnya di Provinsi Banten. Dampak bencana tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian di wilayah terdampak saja melainkan juga daerah yang tidak terdamnpak, dengan turun drastisnya kunjungan wisata dan pariwisata.

"Oleh karena itu, Kemenpar terus melalukan berbagai upaya dalam memulihkan kondisis tersebut, melalui program strategis pemulihan sektor pariwisata Selat Sunda Bangkit," kata Reza.

Ditambahkan Reza, mitigasi bencana dapat dilakukan melalui berbagai macam cara diantaranya dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan kearifan lokal. "Teknologi yang mumpuni akan deteksi bencana amat sangat diperlukan, begitu pun dengan kearifan lokal," terangnya.

Kadispapora Kabupaten Serang Tahyuddin mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan FGD ini guna memacu pemulihan sektor pariwisata di Kab. Serang. 

Dijelaskan Tahyuddin, banyak pihak terdampak akibat tsunami antara lain sektor perhotelan, penginapan hingga pedagang sapi. Namun, saat ini kondisi perekonomian di wilayah terdampak sudah mulai kembali normal khususnya sekotr pariwisata. "Banyak sektor yang terdampak, namun saat ini sudah berangsur-angsur normal," ungkap Tahyuddin.

Melalui Focus Group Discussion (FGD) ini, Tahyuddin berharap ada solusi terkait mitigasi bencana, bagaimana mengantisipasinya, serta bagaimana dampak yang diakibatkan dari bencana tersebut.

Sementara, David selaku perwakilan dari Direktorat Jenderla Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam paparannya menjelaskan bahwa 90 persen tsunami yang terjadi di Indonesia diawali dengan gempa bumi. Namun, pada kejadian tsunami Selat Sunda tidak diawali dengan gempa bumi.

Pasca tsunami Selat Sunda, terang David, KKP telah melaklukan survei ketinggian tsunami Banten mencapai 13,5 meter, dan reyapan tsunami di daratan landau mencapai 300 meter. "Karena hal itulah, KKP membuat garis sempadan pantai di pesisir Banten," kata David.

Disisi lain, Mirwansyah Prawiranegara selaku perwakilan dari Kementerian ATR/BPN mengatakan, kerawanan bencana terdapat di seluruh wilayah Indonesia. Menurut Mirwansyah, dalam tahan pra bencana, aspek tata ruang mencakup tiga tahap yaitu, penyusunan Rencana Tata Ruang berkualitas, Penegakan hukum tata ruang, pengendalian pemanfaatan ruang, dan mitigasi bencana mempertimbangkan analisis resiko bencana. 

"Dalam rencana Tata Ruang, yang dilakukan adalah mengintegrasikan mitigasi structural dan non structural yang membutuhkan pelibatan semua sektor terkait." katanya.

Rogydesa selaku perwakilan dari Kementerian PUPR mengatakan, kebijakan tata bangunan sangat terkait dengan kebijakan tata ruang. Kebijakan Tata Bangunan baru diimplementasikan setalah ada rencana Tata Ruang, sehingga perlu sinkronisasi regulasi terkait Tata Ruang dan Tata Bangunan.

"Selain itu, diperlukan sosialisasi kepada masyarakat di daerah rawan bencana mengenai masalah mitigasi bencana," terangnya.

E. Kusmayadi selaku Kepala BPBD Kab. Serang mengatakan, mitigasi merupakan upaya dalam mengurangi bencana. "Tsunami tidak bisa diprediksi, makanya mitigasi bencana menjadi sangat diperlukan," ungkapnya.

Ia menjelaskan, pihaknya (BPBD Kab. Serang) telah mengedukasi masyarakat, dan telah memetakan bencana dengan koordinasi dengan pemerintah, pengusaha dan masyarakat bahwa bangunan disini banyak melewati bibir pantai, dan untuk bangunan baru harus megacu pada peraturan dan selektif pada penerbita perizinannya.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian ATR/BPN dan KKP telah berkomitmen untuk memfasilitasi sesuai dengan fungsinya, serta akan memberikan asistensi dan pendampingan terkait penyempurnaan revisi RTRW dan penetapan garis batas sempadan pantai.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam "Rapat Koordinasi Strategi Pemulihan Sektor Pariwisata Pasca Tsunami Selat Sunda" beberapa waktu lalu mengatakan, ada empat poin penting dalam pemulihan pariwisata pasca tsunami Selat Sunda yaitu, performansi sektor pariwisata, mitigasi bencana, kerugian ekonomi, dan dukungan Kementerian/Lembaga industri terkait.

"Ada tiga tahap dalam mitigasi bencana yaitu, tahap darurat, tahap rehabilitasi, dan tahap normalisasi," terang Menpar. 

Menurut Menpar, Kementerian Pariwisata berkomitmen penuh untuk kembali membangkitkan pariwisata Banten. "Pariwisata kita sama-sama bisa kembali bangkit dan membuktikan bahwa sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten kota sangatlah penting," tutup Menpar.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Rizal Ramli (dok RMOL)

Kamis, 25 April 2019 - 23:23 WIB

Rizal Ramli: Target Ekonomi Tahun 2020 Mediocre, Ngapain Jadi Presiden Lagi?

Target pertumbuhan ekonomi yang dipatok pemerintah Jokowi sebesar 5,3-5,6% untuk tahun 2020 sangat mengecewakan. Karena, angka itu nyaris sama dengan kinerjanya selama 4,5 tahun terakhir yang…

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita Kordinasi perunggasan

Kamis, 25 April 2019 - 23:08 WIB

Kementan Lakukan Koordinasi Bahas Strategi dan Kebijakan Perunggasan Nasional

Depok, Kementan terus lakukan koordinasi bahas Strategi kebijakan mendukung usaha perunggasan nasional, sejak diberlakukannya Permentan Nomor 32 tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran, dan…

 Lokasi pameran rangkaian sepeda motor Harley-Davidson dalam ajang IIMS 2019

Kamis, 25 April 2019 - 21:42 WIB

Ini Dia Deretan Motor Unggulan Harley Davidson di IIMS 2019

Harley-Davidson Motor Company kembali berpartisipasi dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019. Ini merupakan keikutsertaannya yang kedua dalam dua tahun berturut-turut.

Ilustrasi transaksi bawang putih di pasar. (Foto: Halo Malang)

Kamis, 25 April 2019 - 21:24 WIB

Kemendag Izinkan Delapan Perusahaan Impor Bawang Putih

Kementerian Perdagangan mengeluarkan surat persetujuan impor bawang putih untuk delapan perusahaan seiring melonjaknya harga bawang putih dalam beberapa pekan terakhir ini.

Kapal yang terbakar

Kamis, 25 April 2019 - 19:14 WIB

Kapal MOS Meledak, Kemnaker Tuntut Bayar Hak Korban

Jakarta - Pengawas Ketenagakerjaan masih Selidiki Kecelakaan Kerja di Karimun Kepri, akibat terbakarnya kapal yang terjadi di PT Multi Ocean Shipyard (MOS), Karimun, Kepulauan Riau.