Hari Ini IHSG Akan Terkoreksi

Oleh : Wiyanto | Rabu, 30 Januari 2019 - 08:21 WIB

Bank BTN. (Foto: Istimewa)
Bank BTN. (Foto: Istimewa)

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Secara teknikal IHSG bergerak mengkonfirmasi pola engulfing dengan pelemahan. Indikator Stochastic bergerak bearish dari area jenuh beli dengan momentum bearish indikator RSI. IHSG berpotensi melemah menguji lower bollinger bands dan MA20 sebagai support selanjutnya yang akan di Uji.

"Sehingga diperkirakan IHSG masih akan bergerak terkoreksi dengan support resistance 6371-6459," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya HMSP, BMRI, TLKM, INCO, BBTN.

Bursa Asia ditutup moderate. Indeks Nikkei (+0.08%), TOPIX (+0.10%) dan CSI (+0.32%) menguat sedangkan Indeks HangSeng (-0.16%) melemah. Investor masih barhati-hati akan dampak perang perdagangan AS-China terhadap kinerja perusahaan. Di Asia, saham teknologi berkinerja buruk setelah jaksa Amerika mengajukan tuntutan pidana terhadap Huawei Technologies Co., pembuat ponsel pintar terbesar di China.

IHSG (-0.34%) ditutup melemah 22.23 poin kelevel 6436.48 dengan sektor Keuangan (-0.48%) dan Trading (-1.25%) menjadi pemimpin kontributor pelemahan. Saham BBRI (-2.38%) dan CPIN (-4.82%) menjadi saham pemimpin kontributor. BBRI mengalami penurunan pertumbuhan pendapatan dengan estimasi pendapatan CAGR 3 tahun lebih rendah dari rata-rata 4 tahun terakhir sebesar 10.3% berbanding 15.2%. Begitu juga pendapatan dari CPIN yang secara estimasi lebih rendah dari 4 tahun terakhir sebesar 8.2% berbanding 18.2%. Investor asing tercatat net buy 607.01 Miliar rupiah dengan pergerakan rupiah yang tertekan 0.16% kelevel Rp14.094 per USD.

Bursa saham Eropa dibuka menguat. Indeks Eurostoxx (+0.23%), FTSE (+1.14%) dan DAX (-0.04%) dibuka mayoritas pada zona positif. Perusahaan utilitas dan telekomunikasi adalah gainers terbesar di Stoxx Europe 600 Index, sementara produsen mobil memimpin penurunan. Minyak mentah WTI tetap stabil bahkan ketika AS menerapkan larangan defacto pada minyak dari Venezuela. Sentimen selanjutnya investor akan terfokus pada Pembantu ekonomi utama Presiden Tiongkok Xi, Wakil Perdana Menteri Liu He, akan bertemu dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada hari Rabu dan Kamis. Emas naik 0,3 persen menjadi $ 1,307.85 per ounce, tertinggi dalam lebih dari delapan bulan memberikan signal kecenderung investor yang mulai berotasi pada aset haven.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Perizinan SIKM

Minggu, 31 Mei 2020 - 20:15 WIB

Cek Fakta SIKM Pemprov DKI Jakarta

Perizinan SIKM telah dibuka sejak Jumat, 15 Mei 2020. Pemohon disarankan untuk mengajukan perizinan SIKM secara bijak sebelum melakukan perjalanan dengan hindari dilakukan pada waktu yang mendesak…

Konsep Micro Farming

Minggu, 31 Mei 2020 - 18:45 WIB

Micro Farming Solusi Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19

Micro farming adalah pertanian keluarga dengan memanfaatkan lahan terbatas di pekarangan atau sekitar rumah dengan budidaya pertanian produktif

Pemakaman Pasien Covid-19

Minggu, 31 Mei 2020 - 18:15 WIB

Gawat! Kasus Kematian Covid-19 di Jatim Makin Mendekati DKI Jakarta

Kasus kematian akibat pandemi virus corona (COVID-19) di Jawa Timur kembali melonjak pada hari ini.

Olah Raga Memanah Tingkatkan Kemampuan Prajurit Marinir

Minggu, 31 Mei 2020 - 18:00 WIB

Olah Raga Memanah Tingkatkan Kemampuan Prajurit Marinir

Komandan beserta Perwira Staf Mako Brigif 2 Marinir melaksanakan latihan memanah dalam rangka meningkatkan kemampuan dan keterampilan memanah bagi Perwira Brigif 2 Marinir di Bhumi Marinir Gedangan,…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

Minggu, 31 Mei 2020 - 17:30 WIB

Anies Ingatkan ASN: Didepan Seragam Kita Ada Simbol Negara, Tugas Kita Menomorsatukan Rakyat Daripada Diri sendiri

"Saya ingatkan kepada kita semua, di sisi depan baju seragam kita ada simbol abdi negara. Itu bukan sekedar ornamen seragam, itu adalah wujud sikap kita. Kita adalah penyelenggara negara,"