Soechi Lines Akan Dihadirkan di DPRD Parepare

Oleh : Wiyanto | Kamis, 17 Januari 2019 - 08:02 WIB

Kapal Tangker milik Soechi Lines
Kapal Tangker milik Soechi Lines

INDUSTRY.co.id -

Parepare - Pemuda Pancasila (PP) Parepare mengungkapkan pada jajak pendapat kedua Pertamina, KSOP dan Soechi akan dipanggil hadir di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Parepare. Belum diketahui pasti kapan waktunya itu.

PP juga ungkapkan kekecewaannya kepada perwakilan Pertamina yang terlambat pada jajak pendapat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Parepare. Pertamina diwakili setingkat supervisor.

"Sesalkan supervisor terlambat, pelecehan forum DPRD," katanya di Parepare, Kamis (16/1/2019).

Dalam pertemuan tersebut, terungkap kata dia, Dinas Lingkungan Hidup Parepare menyebutkan standar air baku laut itu 5 miligram per liter. Setelah diuji lab air baku yang terdampak solar dihasilkan bahwa terdapat 30 miligram perliter dengan 100 miligram per liter.

"Itu artinya bahwa akibat tumpahan minyak sangat mencemari air laut karena di atas ambang batas standar air baku laut," katanya.

Selanjutnya, Fadly menjelaskan akan ada jajak pendapat kedua yang akan menghadirkan Pertamina, PT Soechi Lines, KSOP dan elemen masyarakat lainnya.

"Saya sampaikan pada jajak pendapat kedua, nantinya DPRD akan panggil Pertamina, Soechi, nahkoda kapal dan KSOP. Pertemuan kedua kurang tahu. Kami minta DPRD, lakukan kunjungan Ke Kementerian Lingkungan Hidup," katanya.

Sebelumnya, Pertamina Kota Madya Parepare mengakui kapal tangker yang menumpahkan solar di sekitar pantai Jetty Pertamina Parepare, itu milik PT Soechi Lines TBK dengan armadany bernama MT Golden Pearl XIV.

Communication & CSR MOR VII, Pertamina, M. Roby Hervindo menjelaskan, Investigasi kapal Golden dalam proses pemeriksaan pihak Soechi Lines Tbk. Pertamina masih menunggu laporan emiten berkode SOCI ini.

"Masih proses dari Soechi," kata Robi di Parepare, Selasa (15/1/2019).

Atas kejadian solar yang tumpah dari kapal Seochi pada Kamis (10/1/2019), Pertamina telah menstop operasi kapal Soechi. Tumpahan solar menggenangi pantai Cempae. Setelah itu kapal tersebut mengarah ke Bau-Bau atau Sulawesi Tenggara.

"Sementara kapal, kita enggak lanjutkan operasi, sambil diperiksa kasus di kapalnya," jelas dia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Rizal Ramli (dok RMOL)

Kamis, 25 April 2019 - 23:23 WIB

Rizal Ramli: Target Ekonomi Tahun 2020 Mediocre, Ngapain Jadi Presiden Lagi?

Target pertumbuhan ekonomi yang dipatok pemerintah Jokowi sebesar 5,3-5,6% untuk tahun 2020 sangat mengecewakan. Karena, angka itu nyaris sama dengan kinerjanya selama 4,5 tahun terakhir yang…

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita Kordinasi perunggasan

Kamis, 25 April 2019 - 23:08 WIB

Kementan Lakukan Koordinasi Bahas Strategi dan Kebijakan Perunggasan Nasional

Depok, Kementan terus lakukan koordinasi bahas Strategi kebijakan mendukung usaha perunggasan nasional, sejak diberlakukannya Permentan Nomor 32 tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran, dan…

 Lokasi pameran rangkaian sepeda motor Harley-Davidson dalam ajang IIMS 2019

Kamis, 25 April 2019 - 21:42 WIB

Ini Dia Deretan Motor Unggulan Harley Davidson di IIMS 2019

Harley-Davidson Motor Company kembali berpartisipasi dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019. Ini merupakan keikutsertaannya yang kedua dalam dua tahun berturut-turut.

Ilustrasi transaksi bawang putih di pasar. (Foto: Halo Malang)

Kamis, 25 April 2019 - 21:24 WIB

Kemendag Izinkan Delapan Perusahaan Impor Bawang Putih

Kementerian Perdagangan mengeluarkan surat persetujuan impor bawang putih untuk delapan perusahaan seiring melonjaknya harga bawang putih dalam beberapa pekan terakhir ini.

Kapal yang terbakar

Kamis, 25 April 2019 - 19:14 WIB

Kapal MOS Meledak, Kemnaker Tuntut Bayar Hak Korban

Jakarta - Pengawas Ketenagakerjaan masih Selidiki Kecelakaan Kerja di Karimun Kepri, akibat terbakarnya kapal yang terjadi di PT Multi Ocean Shipyard (MOS), Karimun, Kepulauan Riau.