INDUSTRY.co.id -

Advertisement

Parepare - Pemuda Pancasila (PP) Parepare mengungkapkan pada jajak pendapat kedua Pertamina, KSOP dan Soechi akan dipanggil hadir di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Parepare. Belum diketahui pasti kapan waktunya itu.

PP juga ungkapkan kekecewaannya kepada perwakilan Pertamina yang terlambat pada jajak pendapat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Parepare. Pertamina diwakili setingkat supervisor.

Advertisement

"Sesalkan supervisor terlambat, pelecehan forum DPRD," katanya di Parepare, Kamis (16/1/2019).

Dalam pertemuan tersebut, terungkap kata dia, Dinas Lingkungan Hidup Parepare menyebutkan standar air baku laut itu 5 miligram per liter. Setelah diuji lab air baku yang terdampak solar dihasilkan bahwa terdapat 30 miligram perliter dengan 100 miligram per liter.

Advertisement

"Itu artinya bahwa akibat tumpahan minyak sangat mencemari air laut karena di atas ambang batas standar air baku laut," katanya.

Selanjutnya, Fadly menjelaskan akan ada jajak pendapat kedua yang akan menghadirkan Pertamina, PT Soechi Lines, KSOP dan elemen masyarakat lainnya.

Advertisement

"Saya sampaikan pada jajak pendapat kedua, nantinya DPRD akan panggil Pertamina, Soechi, nahkoda kapal dan KSOP. Pertemuan kedua kurang tahu. Kami minta DPRD, lakukan kunjungan Ke Kementerian Lingkungan Hidup," katanya.

Sebelumnya, Pertamina Kota Madya Parepare mengakui kapal tangker yang menumpahkan solar di sekitar pantai Jetty Pertamina Parepare, itu milik PT Soechi Lines TBK dengan armadany bernama MT Golden Pearl XIV.

Communication & CSR MOR VII, Pertamina, M. Roby Hervindo menjelaskan, Investigasi kapal Golden dalam proses pemeriksaan pihak Soechi Lines Tbk. Pertamina masih menunggu laporan emiten berkode SOCI ini.

"Masih proses dari Soechi," kata Robi di Parepare, Selasa (15/1/2019).

Atas kejadian solar yang tumpah dari kapal Seochi pada Kamis (10/1/2019), Pertamina telah menstop operasi kapal Soechi. Tumpahan solar menggenangi pantai Cempae. Setelah itu kapal tersebut mengarah ke Bau-Bau atau Sulawesi Tenggara.

"Sementara kapal, kita enggak lanjutkan operasi, sambil diperiksa kasus di kapalnya," jelas dia.