PLN Laba Rp9,6 Triliun Triwulan III 2018

Oleh : Herry Barus | Rabu, 16 Januari 2019 - 09:30 WIB

PLN (Foto/Rizki Meirino)
PLN (Foto/Rizki Meirino)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Perusahaan Listrik Negara (PLN) menegaskan bahwa secara operasional perusahaan mengalami laba sebelum selisih kurs pada triwulan III tahun 2018 sebesar Rp9,6 triliun, meningkat 13,3 persen dibandingkan tahun lalu yaitu sebesar Rp8,5 triliun. 

“Keadaan PLN jelas sehat secara cash flow. Sebab yang terpenting itu adalah bagaimana menjaga kesehatan cash flow-nya, dan PLN dalam kondisi yang sehat, ” kata Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto, kepada awak media di Jakarta, Selasa (15/1/2019)

Kenaikan laba tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan dan efisiensi yang dilakukan oleh perusahaan serta adanya kebijakan pemerintah Domestic Market Obligation (DMO) harga batubara.

Saat yang sama, nilai penjualan tenaga listrik mengalami kenaikan sebesar Rp12,6 triliun atau 6,93 persen sehingga menjadi Rp194,4 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp181,8 triliun. 

Volume penjualan sampai dengan September 2018 sebesar 173 Terra Watt hour (TWh) atau tumbuh 4,87 persen dibanding dengan tahun lalu sebesar 165,1 TWh. Perusahaan terus mempertahankan tarif listrik tidak naik, dalam rangka menjaga daya beli masyarakat dan agar bisnis serta industri semakin kompetitif guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Jumlah pelanggan pada triwulan III 2018 telah mencapai 70,6 juta atau bertambah 2,5 juta pelanggan dari akhir tahun 2017, sehingga mendorong kenaikan rasio elektrifikasi nasional dari 95,07 persen pada 31 Desember 2017 menjadi 98,05 persen pada 30 September 2018. Capaian rasio elektrifikasi ini telah melebihi target tahun 2018 yang dipatok sebesar 96,7 persen.

Dalam catatan Antara, sejalan dengan kemajuan program 35 GW, maka sejak Januari 2015 sd September 2018 PLN telah menanamkan dana untuk Investasi sebesar Rp248 triliun, di mana pada periode yang sama peningkatan jumlah pinjaman hanya sebesar Rp148 triliun atau 60 persen dari total Investasi. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan dana internal PLN masih sangat memadai yaitu sekitar 40 persen atau Rp100 triliun dari seluruh kebutuhan Investasi tersebut.

Sementara itu, meskipun sebagian besar pinjaman PLN masih akan jatuh tempo pada 10-30 tahun mendatang, namun berdasarkan standar akuntansi yang berlaku dan hanya untuk keperluan pelaporan keuangan maka pinjaman Valas tersebut harus diterjemahkan (kurs) kedalam mata uang Rupiah sehingga memunculkan adanya pembukuan rugi selisih kurs yang belum jatuh tempo (unrealized loss) sebesar Rp17 triliun.

Dijelaskan Sudarto, "unrealized forex loss" atau kerugian secara pembukuan akibat kenaikan kurs mata uang asing, namun tidak berdampak kepada arus kas atau cash flow. Unrealize forex loss yang tercatat pada laporan keuangan PLN akibat terjadinya pelemahan Rupiah, sementara Perseroan memiliki kewajiban atau utang dalam bentuk dolar, bahkan seringkali kontrak PLN dengan IPP (Independent Power Producer) pun dalam bentuk dolar. 

"Sehingga kalau kewajiban jangka panjangnya dihitung berdasarkan kurs sekarang ini, maka akan terjadi yang disebut "unrealize forex loss". Kewajiban jangka panjang tersebut masih jauh masa jatuh temponya, namun hutang tersebut harus dibukukan (tercatat) dengan kurs saat ini. Itulah kenapa disebut unrealize,"ujarnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sekretaris Kemenkop dan UKM Prof Rully Indrawan

Jumat, 29 Mei 2020 - 20:35 WIB

Satgas Waspada Investasi dan Kemenkop UKM Berhasil Normalisasi 35 Koperasi yang Menyimpang

"Berdasarkan hasil koordinasi kami dengan 35 koperasi yang diduga melakukan penyimpangan sebagaimana rilis Satgas Waspada Investasi pada 22 Mei 2020, telah menghasilkan beberapa kesepakatan,"

PT Krakatau Semen Indonesia di Cilegon (Foto Anto)

Jumat, 29 Mei 2020 - 19:56 WIB

IHSG Berakhir Perkasa, Saham PT Krakatau Steel Tbk Naik 10,34 Persen

Sambut akhir pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir menguat pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2020).

Pabrik Nissan Indonesia (ist)

Jumat, 29 Mei 2020 - 19:13 WIB

Kabar Duka Industri Otomotif, Nissan Indonesia Resmi Tutup Pabrik

Nissan Motor Indonesia secara resmi membenarkan rencana Nissan Motor Co yang akan menutup pabriknya di Indonesia. Perusahaan asal Jepang itu berencana mengurangi produksi global sebanyak 20%.

PT Indika Energy Tbk (INDY) (Foto Tambang)

Jumat, 29 Mei 2020 - 19:04 WIB

PT Indika Energy Tbk Raub Pendapatan Sebesar USD641,50 juta hingga Akhir Maret 2020

Emiten PT Indika Energy Tbk (INDY) catat pendapatan sebesar USD641,50 juta hingga periode 31 Maret 2020 turun dibandingkan pendapatan USD700,73 juta di periode sama tahun sebelumnya.

Tumbasin

Jumat, 29 Mei 2020 - 18:55 WIB

Aplikasi Belanja Tumbasin Siap Penuhi Kebutuhan Masyarakat Ditengah Masa Pandemi COVID-19

Melalui aplikasi Tumbasin, interaksi masyarakat dalam beraktivitas tentunya akan lebih diminimalisir sehingga risiko kontak terhadap penyebaran COVID-19 juga lebih minim, tanpa mengurangi pemenuhan…