Ini Strategi Bisnis Pengembang South City di Tahun Politik

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 15 Januari 2019 - 21:59 WIB

The Parc Apartement tawarkan konsep coliving bagi kaum milenial, Foto : INDUSTRY.co.id
The Parc Apartement tawarkan konsep coliving bagi kaum milenial, Foto : INDUSTRY.co.id

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Mengawali tahun 2019 dan dalam momentum tahun politik PT Setiawan Dwi Tunggal terus optimis dalam mengembangkan bisnis korporasinya, yaitu melalui proyek apartemen di South City Cinere. Lantas apakah yang memotivasi perusahaan terus mengenjot bisnisnya di tahun ini ketika segelintir developer memilih untuk menahan diri dalam melakukan ekspansi usahanya.

Simak ulasannya yang akan dikupas oleh redaksi INDUSTRY.co.id bersama Direktur South City, Peony Tang dan Associate Director South City, Stevie Faverius , Selasa (15/1/2019)

T: Bagi PT Setiawan Dwi Tunggal sebagai pengembang SouthCity, apakah ini pengembangan Apartment yang pertama?

Peony: The Parc memang proyek apartmen pertama di SouthCity tetapi bukan proyek pertamanya. Kita sudah memulai dengan Fortunia Residence dan SouthCity Square. Sebelumnya, kita telah terlibat dalam beberapa proyek prestisius di beberapa daerah termasuk: Pacific Place Jakarta, Equity Tower, SCBD Suites di SCBD, Kingland Avenue di Serpong, Visenda Residence di Serang Timur, Arcadia Square di Teluk Naga dan masih banyak Iainnya.

T: Dalam situasi politik sekarang ini, bagaimana prediksi manajemen terhadap industri properti ke depan?

Peony: Manajemen optimis industri properti akan terus berkembang sejalannya perkembangan infrastruktur di Indonesia. Alasan terbesar dikarenakan kebutuhan akan hunian akan berbanding lurus dengan pertumbuhan penduduk. Dengan jumlah lahan yang ada, akan sangat sulit bagi masyarakat untuk mendapatkan hunian landed, yang berimbas pada harga yang sangat tinggi dan terus meningkat setiap tahunnya, sehingga hunian vertical menjadi pilihan terbaik. Selain itu, dari sisi investasi, sektor properti akan memberikan keuntungan yang Iebih dan juga relative Iebih aman dibandingkan dengan investasi Iainnya.

T: Bagaimana rencana pengembangan atau masterplan SouthCity? 

Peony: Di Selatan Jakarta, kami adalah satu-satunya superblok dengan SSha lahan yang masih belum dikembangkan. Kedepannya nanti akan ada beberapa hunian tingkat tinggi (apartemen), SouthCity Mall, Perkantoran, Hotel dan beberapa bangunan komersial Iainnya. Kami dapat menyediakan penduduk di sekitar area kami dengan oase hidup bersih dan hijau yang sepenuhnya terintegrasi dengan pekerjaan, hidup, dan bermain dengan semua perkembangan masa depan dalam rencana masterplan kami.

T: Apakah konsep yang digunakan The Parc dan siapa target market nya?

Peony: Apartemen The Parc mengusung konsep Coliving dengan memiliki lima keunggulan seperti Excellent Super-Blok dengan konsep mix used nya. ExceI/ent Facilities dengan 75% area hijaunya yang banyak diantaranya berupa Fasilitas. Excellent Transportation dengan kemudahan aksesnya ke beberapa jalur transportasi umum dan di sediakannya shuttle bus ke Ul Depok dan kawasan perkantoran di TB. Simatupang. Exce/Ient Location dengan dikelilingi banyaknya fasilitas umum dan fasilitas sosial yang berada di sekitar nya. Dan Excellent Technology penggunaan CCTV di wilayah, akses card untuk masuk ke hunian dan tersedianya free speed WiFi di beberapa daerah clubhouse dan coworking space. Kami menargetkan kaum milenial yang baru ingin memiliki hunian, walaupun kamil tidak menutup kemungkinan adanya i'nvestor yang hendak berinvestasi di sini.

T: Apa lagi yang akan digarap oleh pengembang SouthCity setelah The Parc?

Peony: Mengingat pembangunan dan pemasarannya yang akan memakan waktu cukup lama sampai dengan 3 tahun kedepan kita akan focus dangan projek The Pan: ini dulu, walaupun tidak tertutup memulai SouthCity Mall apabila sudah ditemukan rekanan yang cocok.

Apakah ada rencana untuk mengembangkan proyek di kota lain? Jika ada, dimana dan apa jenis proyeknya? Sekarang ini kita masih fokus dengan SouthCity ini dulu mengingat luasnya juga cukup besar dan baru sebagian kecil yang sudah di garap. The Parc ini saja hanya memanfaatkan 1.5 Ha lahan dari total 55 Ha

T: Mengapa memilih Metaphor untuk konsultan desain interior The Parc?

Peony: Kami memiliki visi untuk selalu memberikan yang terbaik bagi konsumen kami, dan kami rasa Metaphor cocok dengan kriteria tersebut. Dengan portfolio projek projek yang pernah di tangani, kami tidak ragu untuk memilih Metaphor sebagai desainer interior kami.

T: Terkait The Parc berapa luas lahan, berapa unit, berapa lantai?

Stevie: Luas area yang di garap untuk the Parc ini adalah 1.5 Ha, sementara total luas pembangunannya adalah 50.700 m2. The Parc memiliki total 1592 unit untuk ketiga towernya dan akan terdiri dari 16 lantai marketing. Untuk tahap pertama ini kita akan memulai dengan tower Summer sebagai tower pertama dulu, dengan total 392 unit. Untuk lebih lengkapnya dapat di lihat difact sheet yang ada di media kit anda.

T: Berapa nilai investasi keseluruhan The Parc?

 Stevie: Total keseluruhan investasinya adalah di angka 900 milyar untuk 3 towernya.

T:Sejak kapan The Parc dipasarkan dan sudah berapa banyak yang terjual?

Stevie: Kita memulai aktifitas penjualan kita sejak Juni 2018 dan sekarang ini kita masih memasuki periode PP (pra penjualan) dan total kita telah mengumpulkan i 200 PP. Rencananya kita akan melakukan Grand Launching di bulan Maret 2019 nanti.

T: Ada berapa tipe unit dan berapa harga yang di tawarkan? Dari tipe unit yang tersedia, tipe apa yang paling banyak diminati oleh customer dan kenapa?

The Parc memiliki tiga pilihan tipe unit yang disesuaikan dengan kebutuhan market, seperti tipe Studio ukuran 22,55m2 dengan harga mulai dari Rp 325 juta (harga promo), tipe 1Bedroom ukuran 30,06m2 dengan harga mulai dari Rp 472 juta, dan 2-Bedroom ukuran 45,10m2 dengan harga mulai dari Rp 707 jutaan. Dari keseluruhan tipe, mengingat kebanyakan pembeli kita adalah end user dan baru di peruntukan untuk hunian pertamanya, ternyata memang unit Studio adalah tipe yang paling di minati oleh para customer mungkin di karenakan memang dari sisi luasan ini adalah yang terkecil dan sisi harga ini adalah yang termurah.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Rizal Ramli (dok RMOL)

Kamis, 25 April 2019 - 23:23 WIB

Rizal Ramli: Target Ekonomi Tahun 2020 Mediocre, Ngapain Jadi Presiden Lagi?

Target pertumbuhan ekonomi yang dipatok pemerintah Jokowi sebesar 5,3-5,6% untuk tahun 2020 sangat mengecewakan. Karena, angka itu nyaris sama dengan kinerjanya selama 4,5 tahun terakhir yang…

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita Kordinasi perunggasan

Kamis, 25 April 2019 - 23:08 WIB

Kementan Lakukan Koordinasi Bahas Strategi dan Kebijakan Perunggasan Nasional

Depok, Kementan terus lakukan koordinasi bahas Strategi kebijakan mendukung usaha perunggasan nasional, sejak diberlakukannya Permentan Nomor 32 tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran, dan…

 Lokasi pameran rangkaian sepeda motor Harley-Davidson dalam ajang IIMS 2019

Kamis, 25 April 2019 - 21:42 WIB

Ini Dia Deretan Motor Unggulan Harley Davidson di IIMS 2019

Harley-Davidson Motor Company kembali berpartisipasi dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019. Ini merupakan keikutsertaannya yang kedua dalam dua tahun berturut-turut.

Ilustrasi transaksi bawang putih di pasar. (Foto: Halo Malang)

Kamis, 25 April 2019 - 21:24 WIB

Kemendag Izinkan Delapan Perusahaan Impor Bawang Putih

Kementerian Perdagangan mengeluarkan surat persetujuan impor bawang putih untuk delapan perusahaan seiring melonjaknya harga bawang putih dalam beberapa pekan terakhir ini.

Kapal yang terbakar

Kamis, 25 April 2019 - 19:14 WIB

Kapal MOS Meledak, Kemnaker Tuntut Bayar Hak Korban

Jakarta - Pengawas Ketenagakerjaan masih Selidiki Kecelakaan Kerja di Karimun Kepri, akibat terbakarnya kapal yang terjadi di PT Multi Ocean Shipyard (MOS), Karimun, Kepulauan Riau.