INDUSTRY.co.id -Sekolah Marie Joseph, Kelapa Gading, tak hanya menyelamatkan lingkungan dari sampah kertas dan plastik. Tetapi barang-barang bekas di sekitar lingkungan sekolah, mampu mereka olah menjadi karya kreasi yang bernilai jual tinggi.
Ajang karya penyelamatan lingkungan ini, dipersembahkan oleh siswa siswi Sekolah Marie Joseph, dalam rangka memperingati hari jadi Sekolah Marie Joseph ke 15 dengan tema: Marie Joseph Art, Science and Technology Festival.
Berliana Laurita, salah satu guru SMA, saat pembukaan acara pada Jumat, (14/12/2018), mengatakan, Marie Joseph Art, Science and Technology Festival, merupakan pameran integrasi karya seni, sains dan teknologi yang dikemas secara menarik dengan konsep tema “Glow In The Dark”.
“Acara ini terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi oleh seluruh masyarakat luas secara GRATIS, mulai tanggal 14 Desember 2018 - 12 Januari 2019, setiap hari dari pukul 10.00 - 20.00,”ujar Berliana Laurita.
Pada saat pembukaan, Marie Joseph Art, Science and Technology Festival dihadiri juga oleh pewakilan staff Kementerian Pendidikan & Kebudayaan, Kepala pengembangan perfilman , Drs. DR. Maman Wijaja, perwakilan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, perwakilan dari Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara.
Berliana Laurita memaparkan, bahwa festival tersebut diatas akan memberikan beberapa pengalaman menarik bagi pengunjung yaitu berupa:
- Pengajaran daur ulang dimana banyak instalasi seni yang merupakan kreasi siswa siswi Marie Joseph yang dibuat dari botol plastik, kardus dan kantong plastic bekas. Seluruh materi daur ulang merupakan dukungan yang diberikan oleh Badan Misi Pelestarian Lingkungan Yayasan Budha Tzu Chi dalam usaha mendukung pelestarian lingkungan
- Tema daur ulang juga dilakukan dalam kreasi instalasi seni yang dilakukan oleh seniman kayu ternama Erwinn Firmansyah, dimana beliau menggunakan kayu sisa dari pengerjaan industri furniture dan mengubahnya menjadi suatu karya seni yang sangat menarik dan memberikan inspirasi, dimana sampah dapat berubah menjadi emas
- Pembelajaran teknologi melalui aplikasi robotik yang akan dibentuk dalam Workshop dan demonstrasi Robotic oleh Lego Education dan Apple Education – Story
- Apresiasi musik melalui Silent Disco yang didukung oleh PioneerDJ yang diharapkan akan memberikan nuansa baru dalam apresiasi terhadap music kreatif
- Menelaah cara pengajaran baru dimana “active and fun learning” melalui teknologi diharapkan dapat memperlihatkan potensi cara pengajaran yang lebih berinteraksi. Kelas masa depan ini dipersembahkan oleh Datascript Bersama Wacom dan BenQ
- Adaptasi “cashless school” dimana semua akses dan transaksi selama festival berlangsung akan menggunakan electronic money yang didukung oleh Flazz dan Sakuku BCA
“Seluruh rangkaian acara tersebut diatas juga akan menjadi wadah penggalangan donasi bagi saudara saudara kita yang kurang mampu, dimana setiap hari Sekolah Marie Joseph akan mengundang anak anak yatim piatu dari yayasan-yayasan di Jakarta. Diharapkan bahwa acara ini dapat membuka wawasan dan juga harapan bagi anak anak tersebut dikemudian hari,”ujar Berliana Laurita.
Sr. Maria Sylvia Olivia, KFS selaku direktur Sekolah Marie Joseph menambahkan,”Tujuan dari acara ini adalah untuk memberikan inspirasi kepada masyarakat khususnya kaum muda, para pelajar betapa pesatnya perkembangan Seni, Sains dan Teknologi masa kini, serta menjadi tempat untuk menyalurkan Bakat dan Kreativitas siswa-siswi Marie Joseph. Adapun tujuan dari acara ini adalah tidak hanya meningkatkan adopsi teknologi namun juga meningkatkan apresiasi terhadap seni dan sains di lingkungan sekolah pada khususnya dan masyarakat pada umumnya”.
“Sebagian besar karya kami ini disiapkan, dikerjakan sepenuh hati oleh siswa-siswi, dibantu dan dibimbing para guru, dengan menggunakan material - material barang daur ulang,”ujarnya.
Maria Sylvia Olivia menambahkan, acara ini, juga bersama semangat natal, semangat penuh kasih dan kebaikan, Juga mengajarkan kepada anak didik bahwa Marie Joseph dan para orang tua peserta didik mendukung pentingnya kasih berbagi kepada sesama yang membutuhkan.
“Untuk itu kami juga menggalang kepedulian hati bapak, ibu para orang tua siswa sekalian akan lingkungan sekitar kita, dengan mengajak anak-anak kita sambil menikmati festival, juga turut berpartisipasi mendonasikan botol-botol plastik bekas kemasan air mineral yang masih dalam kondisi baik dan bersih dari rumah, diserahkan di depan meja registrasi selama festival berlangsung untuk ditukarkan dengan voucher yang menarik,”ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Amal Kurban Jakarta, Carestha Widjaja, menjelaskan, Sekolah Marie Joseph berdiri pada tanggal 10 Januari 2004. Nama sekolah diambil dari nama pendiri Biarawati Kongregasi Fransiskanes Sambas (KFS), Muder Marie Joseph Raymakers, Ethen Leur, Belanda.
“Dengan Visi untuk menjadi sekolah terbaik, unggul, diakui dan dikenal melalui para lulusan terbaiknya, kami mengamalkan Misi Gereja dan Kongregasi dalam pelayanan pendidikan dengan menyediakan sarana pendidikan yang baik dan bermutu untuk turut mencerdaskan bangsa, guna menghasilkan insan didik yang Cerdas, Kreatif, Mandiri, Beriman dan Berbudi Luhur.