INDUSTRY.co.id - Jakarta — PT Adhi Karya (Persero) mencatat perolehan kontrak baru hingga 23 November 2018 sebesar Rp12,6 triliun.
Dikutip dari materi presentasi pada Selasa (27/11/2018), raihan kontrak baru tersebut salah satunya disokong oleh proyek bendungan Deli Serdang dengan nilai sebesar Rp127,7 miliar.
Berdasarkan segmentasi sumber daya, realisasi kontrak baru terdiri dari pemerintah sekitar 26%, perusahaan BUMN 28%, dan swasta sebanyak 46%. Adapun, tipe pekerjaannya diperoleh dari bangunan 62%, jalan 17%, dan lain-lain 21%.
Sementara, kontribusi per lini bisnis masih dikuasai oleh konstruksi dan energi sekitar 90%, properti 8%, dan lain-lain 2%.
Dalam catatan Imq, pada tahun ini, ADHI mencanangkan perolehan pendapatan sebanyak Rp18,505 triliun. Pendapatan tersebut masih akan diterima dari proyek kontruksi & EPC sekitar 75,5%, manufaktur precast 3,3%, dan properti sekitar 21,2%.
Untuk laba bersih konsolidasi ditargetkan mencapai Rp929 miliar. Entitas usaha yang bergerak di bidang properti masih memberikan kontribusi tertinggi sekitar 21,6%, disusul gedung 18,2%, dan beton 1,6%.
Hingga periode yang berakhir September 2018, pendapatan perseroan sebanyak Rp9,432 triliun, dengan laba bersih sekitar Rp335 miliar.