Kemenperin Suplai 157 SDM Kompeten Industri TPT

Oleh : Ridwan | Minggu, 25 November 2018 - 17:10 WIB

Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar saat meninjau peserta didik di unit pendidikan milik Kemenperin, AK Solo (Foto: Kemenperin)
Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar saat meninjau peserta didik di unit pendidikan milik Kemenperin, AK Solo (Foto: Kemenperin)

INDUSTRY.co.id - Solo, Kementerian Perindustrian melalui salah satu unit pendidikan vokasinya, Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil (AK Tekstil) Surakarta mencetak lulusan sebanyak 157 orang pada tahun 2018.

Mereka yang memiliki kompetensi di bidangnya, sebagian besar telah terserap kerja di industri tekstil dan produk tekstil (TPT) sebelum wisuda.

"Seluruh lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan di AK Tekstil Solo tahun ini sudah diterima bekerja di 10 perusahan tekstil. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama antara AK Tekstil Solo dengan para industri tekstil," kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar pada acara Wisuda AK Tekstil Solo Tahun 2018, Sabtu (24/11).

AK Tekstil Solo telah meluluskan angkatan pertamanya pada tahun 2015 sebanyak 102 orang, serta untuk angkatan kedua (2016) dan ketiga (2017), jumlah lulusan mencapai 400 orang.

Pendidikan di AK Tekstil Solo merupakan Program Diploma II, terdiri dari tiga program studi, yaitu Teknik Pembuatan Benang, Teknik Pembuatan Kain Tenun, dan Teknik Pembuatan Garmen," tutur Haris. 

Metode pembelajaran yang dijalankan di AK Tekstil Solo mengadopsi konsep dual system dari Jerman, yang setiap semester selama kurun 2,5 bulan menerapkan pembelajaran teori dan praktik di kampus, serta dilanjutkan 2,5 bulan untuk praktik kerja di perusahaan.

“AK Tekstil Solo ini merupakan pilot project pengembangan pendidikan vokasi yang mengadopsi konsep dual system dari Jerman, yaitu mengintegrasikan pendidikan di kampus dan di industri sehingga lulusan yang dihasilkan benar-benar siap kerja," paparnya.

Bahkan, dalam rangka menyiapkan penyediaan sumber daya manusia (SDM) industri TPT yang terampil di era digital, AK Tekstil Solo juga melakukan redesign kurikulum terkait dengan implementasi industri 4.0.

"Pengembangan program studi yang dilakukan, antara lain penelitian terapan yang terkait dengan fuctional textile dan pengembangan on line learning," imbuhnya.

Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri tekstil dan pakaian ditetapkan sebagai satu dari lima sektor manufaktur yang akan menjadi pionir dalam memasuki era revolusi industri 4.0 di Tanah Air. Sebab, industri TPT selama ini berperan penting dalam memberikan kontribusi signifikan bagi ekonomi nasional. Maka itu dipilih dan diprioritaskan pengembangannya agar lebih berdaya saing global.

"Industri TPT memiliki peranan strategis, karena produk yang dihasilkan mulai dari bahan baku (seperti serat) sampai dengan barang konsumsi (pakaian jadi dan barang jadi), mempunyai keterkaitan baik antar industri maupun sektor ekonomi lainnya," jelas Haris. 

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan III tahun 2018, industri tekstil dan pakaian tumbuh sebesar 10,17 persen. Kinerja gemilang ini tertinggi di kelompok sektor manufaktur dan mampu melampaui pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,15 persen di periode yang sama.

Hingga saat ini, industri TPT di dalam negeri telah menyerap tenaga kerja sebanyak 3,58 juta orang atau 21,2 persen dari total tenaga kerja di sektor industri manufaktur. Selanjutnya, sektor padat karya berorientasi ekspor ini temasuk penghasil devisa negara yang cukup besar melalui nilai ekspor mencapai USD6,48 miliar pada triwulan II-2018.

Selain melalui lulusan AK Tekstil Solo, Kemenperin juga mencetak SDM industri TPT yang kompeten melalui Politeknik STTT Bandung. Tahun ini, Politeknik STTT Bandung telah mewisuda lulusannya sebanyak 369 orang. 

Mereka terdiri dari 286 orang lulusan Program Diploma IV atau Sarjana Terapan serta 83 orang lulusan Program Diploma I hasil kerja sama dengan Asosiasi dan perusahaan industri tekstil. Sebanyak 70 persen lulusan sudah terserap kerja di industri, sebelum waktu tiga bulan wisuda.

"Kami berharap, dalam waktu 3-6 bulan ke depan, seluruh lulusannya sudah bekerja atau melanjutkan program pendidikan tingkat yang tinggi," ungkap Haris.

Sedangkan, untuk memenuhi tenaga kerja industri TPT tingkat operator, Kemenperin menyelenggarakan diklat sistem 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi kompetensi dan penempatan kerja). Pada tahun 2017, program tersebut diikuti 7.764 peserta dan untuk tahun ini sudah menembus hingga 11.200 orang.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Rumah Gadang Minang Sumatera Barat (Foto Ist)

Rabu, 08 Juli 2020 - 07:31 WIB

Sawah Lunto-Pariaman dan 102 Koabupaten Kota Masuk Daftar Zona Hijau

Gugus Tugas Nasional melakukan pemutakhiran data zonasi risiko daerah, kali ini terdapat 104 kabupaten dan kota yang terdaftar dalam zona hijau atau wilayah tanpa kasus COVID-19. Hal itu diungkapkan…

Penataan Goa Batu Cermin

Rabu, 08 Juli 2020 - 07:29 WIB

Kementerian PUPR Lakukan Penataan Goa Batu Cermin di KSPN Labuan Bajo

Goa Batu Cermin merupakan destinasi wisata "perut bumi" dengan pesona batu karang yang berkilau seperti cermin karena terkena sinar matahari.

Kementerian Perdagangan Terbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 62 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 63 Tahun 2020

Rabu, 08 Juli 2020 - 07:15 WIB

Terkait AHKFTA dan IA-CEPA, Mendag Agus Terbitkan Permendag Nomor 62 dan 63 Tahun 2020

Kementerian Perdagangan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 62 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 63 Tahun 2020. Diterbitkannya dua Permendag tersebut bertujuan untuk…

Ilustrasi Sapi (Foto Ist)

Rabu, 08 Juli 2020 - 07:08 WIB

Berbobot Satu Ton Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Di hari raya Idul Adha 1441 Hijriah, Presiden Joko Widodo akan berkurban di Provinsi Jambi dengan bobot sapi kurban mencapai satu ton lebih.

Korps Marinir dan BNPT Tingkatkan Kerja Sama Penanggulangan Terorisme

Rabu, 08 Juli 2020 - 06:15 WIB

Korps Marinir dan BNPT Tingkatkan Kerja Sama Penanggulangan Terorisme

Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono, M.Tr (Han)., menghadiri undangan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (Ka BNPT) Komjen. Pol. Dr. Drs. Boy Rafli…