Ekspor Industri Pertahanan Mencapai 284 Juta Dolar AS

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 24 November 2018 - 04:20 WIB

Panser Anoa PT Pindad (Foto Dok Industry.co.id)
Panser Anoa PT Pindad (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Surabaya- Kementerian Pertahanan RI menyampaikan rekapitulasi penjualan produk industri pertahanan atau ekspor ke sejumlah negara mencapai 284,1 juta dolar AS selama tahun 2015 hingga 2018.

"Untuk penjualan dalam negeri di kurun waktu yang sama mencapai Rp4,5 triliun," ujar Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laskda Agus Setyadi di sela menjadi pembicara diskusi yang digelar Forum Merdeka Barat 9 di Kantor Gubernur Jawa Timur Jalan Pahlawan Surabaya, Kamis (22/11/2018)

Ia merinci, untuk ekspor angka penjualan sebesar 161 juta dolar AS dilakukan PT Dirgantara Indonesia dengan produk CN-235 sebanyak dua unit ke Senegal, tiga unit NC-212 ke Vietnam, dua unit NC-212 ke Thailand. Kemudian, melalui PT PAL sebesar 86,9 juta dolar AS ke Filipina dengan produk berupa dua unit kapal "Strategic Sealift Vessel" (SSV).

Selain itu, ekspor PT Pindad dengan produk panser Anoa, kendaraan tempur, senjata dan amunisi untuk memenuhi kebutuhan sejumlah negara di Asia Tenggara, Afrika, UAE, Korea Selatan, Nigeria serta Timor Leste.

 "Ekspor yang dilakukan PT Pindad angkanya mencapai 32,6 juta dolar AS," ucapnya.

Tak itu saja, PT Lundin juga melakukan ekspor ke Rusia dan Swedia dengan produk berupa kapal "Sea Rider" senilai 3,6 juta dolar AS.

Sedangkan, kata dia, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, industri pertahanan menjual ke TNI AU senilai Rp1,83 triliun, TNI AL Rp1,29 triliun, TNI AD sebesar Rp1,19 triliun, serta Markas Besar TNI yang mencapai Rp180,4 miliar.

Menurut dia, penjualan produk industri pertahanan Indonesia merupakan satu hal membanggakan karena sudah layak dianggap sebagai pesaing sejumlah negara lain di dunia.

"Melihat penjualan tersebut, saat ini industri pertahanan Indonesia sudah menjadi pesaing bagi industri pertahanan negara lain," katanya. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Elnusa mulai gunakan Nodal

Rabu, 24 April 2019 - 12:44 WIB

Elnusa Mulai Gunakan Teknologi Nodal Untuk Eksplorasi Migas

Saat ini, Elnusa mulai mengembangkan akuisisi data seismik dengan menggunakan teknologi Ocean Bottom Nodes (Nodal).

ICAEW Indonesia Business Challenge 2018

Rabu, 24 April 2019 - 12:30 WIB

Tim Indonesia Siap Bersaing di ICAEW China dan South-East Asia Business Challenge 2019

Dua tim pemenang dari enam tim gabungan, Universitas Indonesia dan tim Airlangga Consulting Group, Universitas Airlangga siap berkompetisi dengan universitas lain di Asia Tenggara.

Pintaria

Rabu, 24 April 2019 - 12:02 WIB

Kuliah Online dengan Metode Blended Learning Menjadi Solusi Bagi Karyawan

Metode kuliah blended learning semakin digemari karena melibatkan komponen kuliah online yang fleksibel bagi mahasiswa berstatus karyawan.

Wisata Kapal Layar (Foto ist)

Rabu, 24 April 2019 - 12:00 WIB

Sabang Marine Festival Dimeriahkan Kehadiran 23 Kapal Layar

Sebanyak 23 kapal layar atau yacht dari berbagai negara di Asia, Eropa hingga Afrika akan hadir memeriahkan kegiatan Sabang Marine Festival (SMF) pada 26-30 April 2019 di Sabang, Provinsi Aceh.

Bendungan Raknamo

Rabu, 24 April 2019 - 11:44 WIB

Pembangunan Bendungan Napun Gete di NTT Capai 63 Persen

Setelah menyelesaikan pembangunan dua bendungan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Raknamo dan Rotiklot, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah menyelesaikan…