Indonesia Promosikan Industri Sawit Berkelanjutan kepada Eropa

Oleh : Herry Barus | Selasa, 20 November 2018 - 20:20 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Indonesia mempromosikan industri kelapa sawit berkelanjutan lewat program Regular Oil Palm Course 2018 yang diikuti 15 peserta dari 10 negara.

Program yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri RI bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) itu berlangsung di tiga kota yakni Jakarta, Bogor, dan Jambi pada 19-26 November 2018.

"Ini adalah wujud komitmen kami terhadap industri kelapa sawit berkelanjutan yang berdampak pada kehidupan banyak sekali orang, dan dijalankan sesuai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)," kata Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir dalam pembukaan program tersebut di Jakarta, Senin (19/11/2018)

Indonesia merupakan salah satu produsen utama kelapa sawit dengan produksi mencapai 53 persen dari total produksi dunia.

Sebagai industri padat karya yang memberikan kontribusi nilai ekspor sebesar Rp240 triliun per tahun, sektor kelapa sawit memengaruhi mata pencaharian sekitar 20 juta penduduk Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung.

Karena itu, Indonesia merasa perlu berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang pengolahan sawit kepada para peserta dari negara lain, untuk menunjukkan bahwa industri sawit Tanah Air telah mengimplementasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.

"Jadi para peserta ini kami undang untuk melihat langsung komitmen dan praktik industri sawit di lapangan. Di lain pihak, kami ingin mendengar rekomendasi dan masukan tentang bagaimana kami bisa mengembangkan industri ini," tutur Fachir.

Perwakilan peserta dari Slovakia, Paul C. Meager, menyampaikan antusiasmenya untuk mengamati langsung proses industri kelapa sawit di Indonesia, yang disebutnya telah berkontribusi juga pada pengurangan kemiskinan.

Selain Slovakia, para akademisi dan perwakilan lembaga swadaya masyarakat peserta program Regular Oil Palm Course 2018 berasal dari Belanda, Ceko, Hungaria, Inggris, Italia, Prancis, Polandia, Rusia, dan Australia.(Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Vaksin Septivet ini digunakan untuk mengatasi penyakit ngorok (Doc: Kementan)

Kamis, 09 Juli 2020 - 14:46 WIB

Obat Penyakit Ngorok Hewan di Ekspor ke Timor Leste

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) yang merupakan UPT Bidang Kesehatan Hewan melakukan…

Yanmar kembali dukung AFF Suzuki Cup 2020

Kamis, 09 Juli 2020 - 14:34 WIB

Untuk Ketiga Kali Berturut-turut, Yanmar Kembali Dukung Perhelatan AFF Suzuki Cup 2020

Yanmar Co., Ltd. telah memperbarui masa sponsornya untuk AFF Suzuki Cup dalam turnamen edisi 2020.

CEO Indodax, Oscar Darmawan

Kamis, 09 Juli 2020 - 14:30 WIB

Viral di TikTok, Aset Kripto Dogecoin Naik 100 Persen Dalam Sehari

Tren kenaikan harga DOGE karena viral di Tiktok juga menjadi sorotan media di Amerika Serikat dan negara lainnya. Di Indonesia, Dogecoin (DOGE) diperdagangkan di INDODAX, Indonesia startup bitcoin…

Menteri BUMN Erick Thohir

Kamis, 09 Juli 2020 - 14:15 WIB

Erick Thohir Sebut Ekonomi Nasional Baru Akan Pulih 100% di 2022

Ekonomi nasional diperkirakan baru akan pulih 100 persen pada tahun 2022 mendatang. Pasalnya, sektor dunia usaha baru akan pulih pada kuartal I/2020. Namun, itu tergantung dengan jenis bisnisnya.

Salah Satu Nasabah Menerima Pencairan Dana Melalui LinkAja

Kamis, 09 Juli 2020 - 14:15 WIB

Canggih...PNM Berkolaborasi dengan LinkAja Luncurkan Pilot Project PNM Mekaar Berbasis Digital

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM berkolaborasi dengan LinkAja meluncurkan pilot project PNM Mekaar berbasis digital di Pasar Minggu, Jakarta pada Rabu (8/7). Pilot project berupa…